Kesetiaan & Kemenangan (Bag.2)

KesetiaanDanKemenangan
Ilustrasi foto: dakwatuna.com
Bagikan

Kesetiaan & Kemenangan (Bag.2)

Oleh: Ust.Deni Prasetio

Allah memerintahkan kita kuatir terhadap diri dan keluarga dari api neraka.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

QS. at-Tahrîm/66:6

Allah menyuruh kita waspada terhadap siksaan yang tidak hanya menimpa orang zhalim.

Peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

QS al-Anfal [8]: 25

Allah tidak menyuruh kita kuatir terhadap rezeki

“Dan tidak ada seekor binatang melata pun di muka bumi, melainkan Allah yang memberikan rezeki kepadanya.” (QS: Hud: 6).

“Dan berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa (mencari) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberikan rezeki kepadanya juga kepada kalian. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

QS: Al-Ankabut: 60

Allah tidak memerintahkan kita untuk sedih dengan pergantian kekuasaan

Dan Allâh memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. [al-Baqarah/2:247].

Ya Rabbku, Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. [Yûsuf/12:101]

Katakanlah, “Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

QS. Ali ‘Imrân/3:26]

Namun yang terjadi adalah kita kuatir saat tau listrik naik lagi, pusing dengan tiket pesawat yang gak turun2, cemas ngeliat harga lontong sayur dan ketoprak naik 2 ribu. Bagaimana uang yang ada bisa mencukupi seluruh anggota keluarga ?

Padahal rezeki sudah dijamin

Padahal kekuasaan sudah ditetapkan.

Begitulah kondisi kaum muslimin, selalu menyelisihi perintahNya. Diri dan keluarga dibiarkan jadi bahan bakar neraka dan urung rembug dalam kezhaliman, padahal kedua hal ini yang seharusnya dihindari.

Kita mengkuatiri sesuatu yang sudah diatur oleh Allah sementara kita malah merasa aman dengan sesuatu yang Allah perintahkan untuk dirisaukan.

Ortu kesal dengan sistem PPDB karena takut anaknya gak diterima di sekolah favorit. Tapi mereka yang demo di kantor diknas pernah gak kuatiri anaknya yang tidak sholat subuh berjamaah di masjid. Resah terhadap sekolah tapi biasa aja terhadap sholat.

Sekolah itu yang penting ujungnya. Biar kata dapat SMA ‘gembel’ tapi kalo punya duit banyak bisa berakhir di kampus Trisakti. Sementara walau di SMA favorit tapi hanya mentok disana maka akan berakhir di kantor ojol. Dulu waktu saya jadi HRD hotel, lulusan SMA yang ngelamar jadi cleaning service malah gak saya liat ijazahnya. Kerjaan nyapu, ngepel n ngelap2 buat apa pinter matematika. Asal rajin dan telaten plus sholatnya gak ketinggalan, diterima kerja.

Sebelum pemilu saya bilang ke istri, “Pasca pemilu akan ada bencana, kamu bakal sibuk”. Iya… saya yakin bener dengan kezhaliman pemerintahan sekarang bakal menimbulkan bencana. Cuma waktu itu yang terlintas dalam benak saya adalah bencana alam. Ternyata bencana yang datang adalah kematian 700 KPPS. Firasat saya kurang kuat ternyata.

Kemudian datang kasyaf para ulama tentang kemenangan, ada juga yang lewat mimpi. Ini kuat dan terbukti. Kemudian datang lagi kasyaf bahwa kemenangan ini diraih dengan chaos terlebih dahulu seperti yang pernah saya ungkapkan. Ini makin kuat.

Jadi bagi saya pilpres ini sudah selesai. Tentara Allah sudah bekerja. Gelombang PHK bertubi2 menghantam perusahaan besar, perusahaan kecil uda mati duluan. Kenaikan barang kebutuhan tak terelakkan, hidup makin susah. Tapi kita tak boleh kuatir. Yang ngatur rezeki Allah bukan pemerintah RI. Saya yang gak kerja aja bisa nulis materi ini sambil makan brownies.

Yang perlu kita kuatiri adalah dimana posisi kita dalam kezhaliman. Allah menyuruh kita waspada terhadap siksaan yang menyeluruh akibat kezhaliman. Nah dimana kita saat itu terjadi. Jika kita sebagai penentang kezhaliman maka berbahagialah. Tapi jika sebagai pendukung maka habislah…

Pemerintah uda ketar ketir dengan pengeluaran rutin. Tahun 98 terjadi krismon tapi pengeluaran rutin masih terjaga, pemasukan pajak masih bisa menutupi gaji PNS. Saat ini pemasukan pajak tidak sesuai target dan cadangan APBN dipake buat infrastruktur, pada saatnya pemerintah bakal gagal bayar gaji ASN.

Yang penting doa. Pertama doa keselamatan diri sendiri dan anggota keluarga, kedua doa keselamatan kaum muslimin, dan ketiga doa keselamatan bangsa. Coz jika bencana itu turun, semoga Allah menyelamatkan kita.

Gak usah kuatir, kita pasti menang karena Allah telah berfirman :

وَيَنصُرَكَ ٱللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا

dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). (Al Fath : 3)

Artikel berikutnya: Kesetiaan & Kemenangan (Bag.3)

Artikel sebelumnya: Kesetiaan & Kemenangan (Bag.1)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: