Miskin vs Kaya

miskin vs kaya
Ilustrasi foto: jambi.tribunnews.com
Bagikan

Miskin vs Kaya

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Awalnya saya mau buat resume materi kajian yang diberikan Feri (lebih tepatnya diminta dari). Coz lanjutan materi yang sedang saya buat tertahan oleh ‘sesuatu’. Pada saatnya nanti akan tayang tanpa perlu menunggu kiriman zamzam dari Agus yang sudah pulang haji Jumat lalu. Ternyata harus saya komentari agar nampak jelas kebenaran.

Ada dua materi tentang kefakiran yang saya terima dengan judul “Adab orang fakir dalam kefakiran” dan “keutamaan fakir dibanding orang kaya”. Sebelumnya kita bedakan dulu istilah fakir dengan miskin. Kenapa harus beda ? Karena Al Quran membedakan keduanya. Dalam surah Al Baqarah ayat 273 Allah menyebut tentang orang fakir :

(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah;

Sementara dalam surah yang sama ayat 177 Allah menyebut tentang orang miskin :

akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.

Fakir kondisinya lebih parah daripada miskin. Ada ulama mendefinisikan fakir sebagai orang yang tidak punya penghasilan dan tidak punya harta. Sementara miskin adalah orang yang tidak punya harta.

Fakir adalah kondisi yang dekat dengan kekufuran

“Hampir-hampir saja kefakiran akan menjadi kekufuran dan hampir saja hasad mendahului takdir.” (Didhaifkan oleh Syaikh Al-Albani dan lainnya)

Nabi ﷺ berlindung dari kefakiran bukan dari kemiskinan.

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kefakiran dan kekufuran serta adzab kubur.” (HR. Abu Dawud, Al-Nasai, dan Ahmad. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam dan Syu’aib al-Arnauth, beliau berkata: sanadnya kuat sesuai syarat Muslim)

Jadi secara umum fakir adalah kondisi yang tidak baik untuk dunia dan akhirat. But.. ada orang2 tertentu yang walaupun fakir namun tidak menjadikannya sebagai peminta2 dan lupa kepada Allah. Justru mereka adalah kaum yang senantiasa berjuang di jalan Allah. Mereka inilah orang yang dipuji oleh Al Quran.

(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (Al Baqarah : 273)

Sementara orang miskin adalah mayoritas penghuni surga dan lebih dulu masuk surga daripada orang kaya.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli surga itu? Mereka itu adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah oleh para manusia, tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, pastilah Allah mengabulkan apa yang disumpahkannya. Maukah kuberitahu pada kalian siapakah ahli neraka itu? Mereka itu adalah setiap orang yang keras, kikir dan gemar mengumpulkan harta lagi sombong” (HR. Bukhari)

Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu anhuma,

“Sesungguhnya kaum muhajirin yang miskin, mereka mendahului masuk surga pada hari kiamat, 40 tahun sebelum orang kaya.” (HR. Ahmad 6735, Muslim 7654, dan Ibnu Hibban 678).

Miskin adalah pilihan hidup keluarga Nabi ﷺ

Aisyah radhiallahu’anha mengatakan:

“Keluarga Muhammad ﷺ tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti gandum yang diberi idam (semacam kuah) dalam tiga hari, sampai ia bertemu dengan Allah (wafat)” (HR. Bukhari no. 5423, Muslim no. 2970).

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkali-kali mengarahkan jarinya ke mulutnya, sembari mengatakan, “Rasulullah ﷺ dan keluarganya tidak pernah merasa kenyang dalam tiga hari berturut-turut karena memakan roti gandum. (Keadaan tersebut terus berlangsung) Hingga beliau berpisah dengan dunia,” (HR. Muslim 2976 dan Ibnu Majah 3343).

Rasulullah ﷺ berdoa :

اللَّهُمَّ اجْعَلْ رِزْقَ آلِ مُحَمَّدٍ قُوتًا

“Ya Allah, jadikan rezeki keluarga Muhammad berupa makanan yang secukupnya” (HR. Muslim, no. 1055).

Jadi jelas ya bedanya fakir dengan miskin. Pertanyaan selanjutnya adakah keutamaan orang miskin (bukan fakir lho) ? Ada. Dalam hadits disebutkan Rasulullah ﷺ bersabda,

“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian” (HR. Bukhari no. 2896).

Dalam lafazh lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka” (HR. An Nasai no. 3178. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Di jaman sekarang mana yang lebih utama orang miskin atau orang kaya ?

Ini akhir zaman. Amal orang kaya jauh melampaui amal orang miskin. Di zaman Nabi ﷺ saja amal orang kaya melampaui amal orang miskin lewat hartanya apalagi di zaman sekarang.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa orang-orang fakir Muhajirin mendatangi Rasûlullâh ﷺ lalu berkata, “Orang-orang kaya telah memborong derajat-derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal!”. Maka beliau bertanya, “Apa itu?”. Mereka berkata, “Orang-orang kaya itu melakukan sholat sebagaimana kami melakukan sholat. Mereka melakukan puasa sebagaimana kami melakukan puasa. Mereka bershodaqah, tetapi kami tidak bershodaqah. Mereka memerdekakan budak, tetapi kami tidak memerdekakan budak”. Maka Rasûlullâh ﷺ bersabda, “Tidakkah aku ajarkan sesuatu kepada kamu, dengannya kamu akan menyusul orang-orang yang telah mendahului kamu, dan dengannya kamu akan mendahului orang-orang setelah kamu, dan tidak ada seorangpun yang lebih baik dari kamu kecuali orang-orang yang melakukan seperti apa yang kamu lakukan?”. Mereka menjawab, “Ya, wahai Rasûlullâh”. Beliau bersabda, “Kamu bertasbih, bertakbir, dan bertahmid tiga puluh tiga kali setelah setiap shalat”.

Abu Shalih (seorang perawi hadits) berkata, “Kemudian orang-orang fakir Muhajirin kembali mendatangi Rasûlullâh ﷺ lalu berkata, “Saudara-saudara kami, orang-orang kaya, telah mendengar apa yang telah kami lakukan, lalu mereka melakukan seperti itu!”. Maka Rasûlullâh ﷺ bersabda, “Itu adalah karunia Allâh yang Dia berikan kepada orang yang Dia kehendaki”. [HR. Muslim, no. 595]

“Kenal Sukma Widyanti ?” tanya saya ke Budi

“Gak kenal bang”

“Dia adik kelas saya di SMA, seangkatan Afwan. Pernah ikut mentoring di FKM. Tapi kata Ajun dia orang kiri abis.” jelas saya.

Jaman pilkada DKI 2 periode silam, dia jadi timsesnya Faisal Basri. Pernah debat ama Afwan yang jagoin HNW di FB. Ama saya juga pernah debat cuma saya menghindar coz kalo ngomongin antropologi dan sosiologi dia S2-nya sementara saya belajar aja gak pernah.

Qadarullah saat pilkada DKI kemarin dia deket Anies dan jadi timsesnya. Anies Sandi lahir bukan dari rahim Islamis, lebih dekat ke kelompok tengah ke kiri2an. Itu sebabnya Pandji Pragiwaksono akrab dengan Anies. Saat Anies menang karena didukung penuh oleh ulama dan umat Islam, posisi Sukma jadi serba salah. Teman2 se-fikroh nya yang jelas2 dukung Ahok menyerang dia di FB hingga dia harus menutup akunnya.

Karirnya, lebih tepatnya pundi2nya meningkat tajam setelah diangkat sebagai staf ahli bareng Bambang Widjojanto. “Gajinya ente tau berapa Bud? Di APBD 2017 yang diajukan berkisar 20-35 juta perbulan” kata saya. “Waah..” kata Budi kaget. Itu baru gaji pokok belum tunjangan dan yang lainnya. Yang jelas tiap tahun meningkat.

Setelah beberapa tahun gak tau berita tentang Sukma. Kemarin saat pilpres dia nongol di statusnya Afwan. Yang bikin saya surprise foto profilenya pake kerudung (bukan jilbab).

Ribuan dalil ditegakkan gak bisa bikin orang sadar tapi kucuran duit bisa membuat orang tobat. Itulah keutamaan harta. Mahasiswa Papua bertindak anarkis di Malang dan Surabaya, ditangkap tapi dilepas saat orang di Papua unjuk rasa, gak cukup dilepas Menkopolhukam yang biasanya garang sampai presiden yang biasa ngomong bukan urusan saya minta maaf. Belum juga reda, Gubernur Papua sampe datang ke asrama mahasiswa guna menenangkan massa. Istimewa banget perlakuannya.

Sementara saat orang Islam demo menuntut keadilan dan kejujuran pilpres, malah ditakut2i bakal ada 30 teroris. Demo tetap berjalan, yang bikin rusuh ditangkap dan ditembaki dan tak satupun ucapan minta maaf keluar dari mulut mereka. Yang ditangkap sampai sekarang masih dalam proses pengadilan.

Orang Papua bawa bendera bintang kejora dihadapan polisi, didiemin bahkan dicuekin. Orang Islam bawa bendera tauhid, ditangkap dituduh radikal, dicap sebagai anggota HTI yang ingin mendirikan khilafah merusak NKRI.

Hal ini karena Papua punya gunung emas sementara orang Islam tidak punya. Papua memiliki kekayaan sementara kita tidak. Dulu saat Nabi ﷺ mendapat ghanimah, beliau mendakwahi orang kafir dengan harta yang berlimpah. Ratusan domba yang memenuhi lembah diberikan kepada kepala suku yang baru masuk Islam, demikian disebutkan dalam sirah. Senang dapet harta berlimpah, kepala suku mengajak kaumnya masuk Islam. Awalnya mereka masuk Islam karena harta tapi setelah menjalankan syariat Islam, mereka lebih mencintai Islam dari semuanya.

Jika kita konversi pemberian Nabi dengan nilai sekarang, satu domba seharga 3,5 juta maka jika ada 300 ekor bernilai 1,05 milyar. Angka segini, orang sholeh bisa jadi sholeh kalo diguyur duit yang melebihi gajinya di BPIP.

Demokrasi hancur dan umat Islam termarjinalkan akibat ulah taipan pemilik uang RI. Kita harus kaya agar bisa menegakkan izzah Islam di Indonesia. Dakwah di akhir zaman ini lebih efektif dengan harta daripada dengan partai. Dalam sejarahnya sehebat2nya partai Islam di Indonesia hanya dapat perolehan suara 30% dari total pemilih yakni saat Masyumi masih jaya, gak pernah dapet mayoritas mutlak. Maka jangan terlalu berharap PKS bakal dapet lebih dari itu. Tapi saat Muhammadiyah bergerak dengan gerbong ekonominya maka ribuan asetnya yang tersebar di penjuru negeri dapat menjangkau 50 juta anggota (menurut wikipedia).

Uda tau kalo beberapa gerai Sodaqo tutup ? Barang2 di 212 mart juga banyak yang kosong. Iya.. PT Hydro sebagai penyuplai barang terancam bangkrut. Nyari tambahan modal ke bank gak berhasil. Ngarep orang2 seperti sebagian dari kalian belanja rutin sia2. Jauhlah, mahal lah, gak lengkaplah, dan alasan2 lainnya.

Saya punya teman mantan ketua KAMMI, aktivis saat mahasiswa sampai sekarang tapi gak pernah belanja di 212 mart. Jauh katanya. Tinggal di Bekasi timur, mantan aktivis masih bilang jauh ke 212 Mart. Kalo dia tinggal di planet Namek, tempatnya Picollo wajar bilang jauh. Makanya jadi orang kaya biar yang belanja asisten rumah tangganya aja.

Nabi Muhammad ﷺ wafat hanya meninggalkan rumah kecil dan beberapa barang. Beliau hidup dalam kondisi miskin menurut ukuran kita tapi beliau pernah kaya saat mendapatkan harta rampasan perang.

Kita hidup sederhana (bahasa halusnya miskin), belum pernah kaya, gak pernah berdoa minta kaya, dan jelas gak pernah sedekah ratusan domba. Diminta menunjang ekonomi umat gak bisa tapi masih berpikir sudah melakukan hal yang besar.

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (An Nisa : 120)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: