Kedekatan yang Dekat

Kedekatan yang dekat
Ilustrasi foto: Pinterest
Bagikan

Kedekatan yang Dekat

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang (HR. Ahmad (1/30), Tirmidzi no. 2344, Ibnu Majah no. 4164, dan Ibnu Hibban no. 402, Syaikh al Albani mengatakan shahih)

Ada burung, kata Nabi ﷺ, pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang. Burung saja dijamin rezekinya oleh Allah. Lalu jika ada dari kalian yang kerja berangkat jam 6 dan pulang ke rumah jam 19 ternyata masih kelaparan, masih kurang aja bawaannya. Gaji kurang gede atau proyek kurang banyak, tentu ada yang salah dalam hidupmu.

Ada manusia tiap hari kerja gak pernah liat matahari. Berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari tenggelam tapi hidupnya gak pernah jauh dari kasbon. Ada manusia yang sering dinas keluar kota. Dalam sebulan meninggalkan keluarga beberapa kali tapi malah punya hutang.

Ada yang salah dalam hidup orang2 tersebut. Burung yang kerjanya pulang hari, gak pernah lembur apalagi sampe nginep meninggalkan sarang ternyata rezekinya dicukupkan oleh Allah. Masa yang sampai nginep berhari2 bisa minus keuangannya ?

Waktu saya tanya Ferry punya hutang tidak, dia jawab tidak ada. Langsung saya timpali : Alhamdulillah… gak percuma kunjungan mlulu. ? Ini berarti hidupnya Ferry sudah on the track. Rezekinya mengalir sebagaimana rezekinya seekor burung.

Allah Ta’ala menceritakan tentang diriNya.

فَإِنِّى قَرِيبٌ

Sesungguhnya Aku adalah dekat (2 : 186)

Jika hubungan kita terasa jauh dari Allah, uda LDR-an bukan karena Allah yang menjauh karena Dia telah berfirman Dia dekat. Kita lah yang menjauh dariNya.

Ada orang2 yang banyak bekerja malah semakin jauh dari Allah, hidupnya jadi gak berkah walau hartanya melimpah. Punya uang banyak beli tas Hermes yang harganya diatas 1 milyar. Nyuci tas model gini kena biaya 25 juta. Gila emang kalo timbang nyuci aja uda seharga motor Vario. Lebih gila lagi kalo dia sedekahnya cuma 100 ribu. Lebih mahal harga nyuci tas daripada harga surga.

Jika kekasih itu jauh maka kita harus berkorban menghampirinya. Tanya Iqbal berapa biaya yang dikeluarkan kalo dia menemui pacarnya, pasti besar. Jika satu juta disedekahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah sementara 25 juta dikeluarkan untuk tas kesayangan. Trus ngaku cinta Allah. Duh… dia pasti gak baca ayat ini

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum  kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.

(Qs. Ali Imran: 92).

Cinta itu harus diperjuangkan, harus ada pengorbanan. Ngaku cinta Allah tapi pengorbanannya minim ini sama aja punya bini tapi gak pernah di WA. Alasannya tiap hari kan ketemu di rumah ?

Al Quran menolak klaim orang yang mengaku “cinta Allah harga mati” sebelum mereka menafkahkan sebagian hartanya. Bukan sembarang harta tapi harta yang dicintai. Kalo di dompet ada lembaran bergambar Idham Chalid walau beliau seorang kyai tapi lembaran Soekarno yang lebih layak dimasukkan ke kotak amal.

Burung itu bertawakal, menyerahkan urusan kepada Allah. Itu sebabnya dia dapat rezeki. Tawakal kepada Allah artinya menjadikan Allah sebagai wakil dalam urusan. Ini menandakan adanya kedekatan. Tak ada yang mau jadi wakil kalo hubungannya jauh. Kita dapat bertawakal kepada Allah jika jarak hubungan kita dengan Allah dekat. Allah tak pernah menjauh dari kita, justru kita lah yang menjauh dariNya. Allah tak pernah menolak dijadikan wakil, justru kita lah yang enggan menjadikanNya wakil.

Pengorbanan itu melahirkan cinta, cinta menandakan kedekatan, hubungan dekat dapat menjadikan dirinya sebagai wakil. Demikian urutannya.

Kapan Allah dekat dengan kita ?

Saat berdoa

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

(QS. Al-Baqarah: 186)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

Kami pernah bersama Rasulullah ﷺ. Jika sampai ke suatu lembah, kami bertahlil dan bertakbir dengan mengeraskan suara kami. Nabi ﷺ  lantas bersabda, “Wahai sekalian manusia. Lirihkanlah suara kalian. Kalian tidaklah menyeru sesuatu yang tuli dan ghaib. Sesungguhnya Allah bersama kalian. Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat. Maha berkah nama dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya.”

(HR. Bukhari, no. 2992 dan Muslim, no. 2704).

Saat sujud

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ  bersabda,

Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu. (HR. Muslim, no. 482)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda,

Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Allah. Sedangkan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, maka doa tersebut pasti dikabulkan untuk kalian.

(HR. Muslim, no. 479)

Kemudian kalian gabungkan saat berdoa dan sujud dengan ibadah malam yakni saat Allah turun ke langit dunia.

Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.

(HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808)

Ini namanya dekat bin dekat, kedekatan yang dekat. Sujud dan berdoa itu dekat dengan Allah, 1/3 malam terakhir lebih dekat lagi. Kedekatan manalagi yang lebih dekat dari ini ? Pada saat itu kalian akan rasakan hutang 200 juta hanya sebesar debu yang bertebangan. Kalian akan rasakan kerumitan pekerjaan bagaikan hembusan angin subuh, menyejukkan. Saat itu seakan2 kalian telah mengenggam dunia dengan segala kemewahannya.

Chairul Tanjung berkantor di Jalan Tendean Jakarta. Hanya orang2 tertentu yang bisa naik ke lantai 24 di CT Corp. Harus pake lift khusus dan harus ada izin khusus. Hanya orang2 VIP yang bisa naik dan bertemu dengannya.

Kalian telah memiliki VIP pass, kartu VIP untuk bertemu Allah. Tidak semua orang punya akses kesana sebagaimana tidak semua orang mau bangun malam. Semua boleh ngaku kenal Allah tapi hanya orang2 khusus yang dapat ‘bertemu’ denganNya. Ini tak ubahnya seperti orang2 yang ngaku kenal Chairul Tanjung, toh kita tau CT tidak kenal mereka.

Saya ingat pesan alm ust Rahmat : siapapun kalian, apapun posisi kalian (dalam dakwah), toh pada akhirnya bilangan rakaat sholat malam lah yang menentukan posisimu dihadapan Allah.

Dulu saya pandang orang2 yang di DPP adalah orang khusus, ibadahnya sudah mantap, pengorbanannya sudah teruji, apalagi yang jadi anggota dewan. Gimana gak hebat wong usar/liqo anggota dewan aja sampe jam 3 dini hari.

Sekarang saya pandang orang dari kedekatannya kepada Allah, bagaimana sholat malamnya, bagaimana sedekahnya. Usar sampe dini hari ? ini kebodohan. Lha itu Fahri Hamzah produknya.

Kedekatan khusus kepada Allah hanya dimiliki oleh orang yang berdoa dan sujud seperti yang dikatakan Ibnu Taimiyah.

Kedekatan Allah pada orang yang berdoa adalah kedekatan yang khusus (bukan kedekatan yang dimiliki setiap orang). Allah begitu dekat pada orang yang berdoa dan yang beribadah pada-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits pula bahwa tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia sujud

(Majmu’ah Al-Fatawa, 15:17).

Itulah orang2 yang bertawakal kepada Allah. Amal yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang dekat dengan Tuhannya.

Burung gak belajar farmakologi yang njelimet atau belajar statistik yang susah, nyari makan gak pake ngutang. Kalian yang bela2in belajar itu semua malah sampe ngutang buat makan.

Burung pergi pagi pulang sore dapet rezeki yang cukup. Kalian pergi pagi pulang malam sampai lembur buat sedekah aja susah banget. ?? (Duh tiba2 saya ingat kegiatan santunan yatim FKM yang hanya direspon oleh belasan orang dari 60 member grup ini}

Ada yang salah dengan hidupmu. Lebih khusus lagi, ada yang salah dengan ibadahmu. Lebih khusus lagi, ada yang salah dengan doa dan sedekahmu. Lebih khusus lagi, ada yang salah dengan munajat malam dan sedekahmu. Begitulah… ada yang salah dengan hubunganmu dengan Allah. Kalian tidak bertawakal kepada Allah.

So..

Jika langit gelap gulita, petir menyambar2 kemudian saya tanya “kalian uda WA istri ?”

Dijawab “Ane tawakal kepada Allah bang…”

Padahal tidurmu nyenyak

Padahal doamu kelu

Tapi pede ngaku dekat dengan Tuhan

Hmm… belum pernah ngerasain diusir satpam CT Corp kayaknya ?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: