Keajaiban itu Bernilai 8 Juta

keajaiban bernilai 8 juta
Ilustrasi foto: warungsatekamu.org
Bagikan

Keajaiban itu Bernilai 8 Juta

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Bang minta mereka buat rincian kebutuhan bulanan, kata Feri ke saya pada hari Jumat 5 Juni bada Subuh.

Gak usah, kata saya, timbang 8 juta aja pake rincian lagipula itu kan buat setahun bukan sebulan. Feri masih berat ngelepas uang 8 juta begitu aja pengen dicicil seperti sebelumnya namun saya tetep keukeh, gak mau panitia punya beban pegang uang. Lagian kan sekarang uda masuk tahun ajaran baru, uang segitu bakal habis, argumen saya. Akhirnya Feri ngikutin kemauan saya seluruh saldo 30 juta ditransfer habis.

Bang, baru nyadar ane, byk amat ya 8jt, kata Sigit sewaktu diminta konfirm ke keluarga yatim.

Sebelumnya, lebih tepatnya 7 hari jelang Idul Fitri, panitia sudah memberikan sumbangan kepada 3 alumni yang terkategori tidak mampu masing2 sebesar 500 ribu, 3 keluarga yatim masing2 1,5 juta, dan 1 alumni gharimin 1 juta. Jadi total pengeluaran 7 juta. Baik Feri yang diminta transfer maupun Sigit yang diminta konfirmasi tak berkata sepatahpun.

Begitu Jumat kemarin panitia transfer ke 3 alumni tidak mampu masing2 mendapat 1 juta, ke 1 alumni gharimin mendapat 500 ribu, ke 1 keluarga yang anaknya sudah bukan yatim tapi butuh bantuan 2,5 juta, dan ke 3 keluarga yatim masing2 mendapat 8 juta. Nah saat ngeliat angka 8 juta inilah mereka bersuara. Intinya surprise kasi sumbangan 8 juta.

Sebelum saya cerita lebih lanjut, apa yang kalian liat dari data diatas ? Rincian pengeluaran bang. Benar tapi kurang mendalam. Itu sebabnya ketika ada yang minta rincian pengeluaran sebagai bentuk transparansi saya gak mau kasi. Nanti ada di materi, begitu jawab saya. Biar kalian tau bagaimana behind the scene.

Saya itung2 Feri sudah melakukan 30 kali transferan. Setiap transfer kena biaya Rp. 6.500,-. Bagi kita nilai segitu tidak ada artinya namun di sisi Allah, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (Az Zalzalah : 7).

Allah Maha Mengetahui

Uang Rp. 6.500 tidak masuk ke rekening penerima tapi dikeluarkan oleh Feri, sungguh nilai yang lebih kecil dari itupun tetap bernilai di sisi Allah. Ini kebaikan yang tak terlihat dalam data. Belum lagi kuota yang dihabiskan untuk menjapri video proposal dan video LPJ @ 2 MB, dan share foto bukti transfer. Belum lagi yang telpon, dsb. Ini semua tak terlihat, yang muncul hanya total pemasukan 45,8 juta. Ribuan kebaikan didalamnya tak kita ketahui namun Allah Maha Mengetahui.

Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (Ali Imran : 66)

Bom kali ini bukan sekedar mengagetkan para penerima tapi juga panitia. Feri yang awalnya berat dan Sigit yang surprise bikin saya ketawa. Masa iya 8 juta gede, itukan untuk setahun, kita bakal kasi lagi Ramadhan depan. Sambil ngomong begitu saya mikir dulu Fani dan Ariana dapat mahar berapa ya dari mereka. 🤭🤭

Yang tau angka ini dari panitia baru Feri dan Sigit. Jika kalian berpikir sama saat membaca tulisan ini : qo gede amat ya ?  maka kalian senasib. Bukan level sultan, masih level liat2 barang di IG trus nanya ke penjual trus liat IG lain seraya membandingkan. Ujung2nya uang kepake untuk keperluan lain. Giliran ditanya kenapa gak jadi beli baju ? dijawab yang lama masih bagus seraya merasa zuhud. Ini salah kaprah namanya. Zuhud itu kalian borong maskernya Yanti trus bagi2in ke tetangga sampai tak tersisa. Kalo ditanya lalu untuk diri dan keluargamu apa maka jawab saya tinggalkan Allah dan rasulNya.

Abu Bakar saat ngomong begitu uangnya uda abis keluar buat infak di jalan Allah. Ini keluar kagak tapi merasa uda zuhud. Wara’ dan zuhud itu kelasnya para sultan sementara kelas orang yang hobi ngeliat IG tanpa membeli itu babnya masih sabar, tawakkal, ikhlash.

Kisah Koh Steven & Abu Darda Berinfak

Kenapa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (kemarin makamnya di Yaman dibongkar oleh syiah houthi, semoga Allah melaknat mereka) disebut zuhud ? karena dia punya kekayaan dan kekuasaan namun semua itu ditinggalkan karena Allah. Jadi yang bisa zuhud adalah yang memilki bukan yang tidak punya. So.. jika suatu saat kalian ditanya kenapa jalan kaki maka jawablah saya sedang sabar. Jangan bilang saya sedang zuhud. Lha beli Alphard kagak bisa, gaji supir gak mampu, qo ngomong zuhud…?

Koh Steven, seorang mualaf jual semua harta bendanya senilai 12 milyar dan menginfakkannya untuk membantu masyarakat terdampak corona. Tau kan 12 milyar yang nol nya ada 9, ini riil. Tapi ini belum seberapa, kalian tau seorang sahabat bernama Abu Darda ra ? Beliau infakkan kebun kurma yang berisi 600 pohon kurma plus sumur didalamnya plus villa. Dan hebatnya lagi ini kebun terletak di jalan protokol Madinah ! Tanah di SCBD Jakarta mencapai 70 juta/meter, di Sudirman bisa 120 juta/meter. Kita anggap tanahnya Abu Darda seluas 1000 m2 maka nilai infak yang diberikan (x 100 juta/m) mencapai 100 milyar !

Orang yang berinfak dengan 10 digit bahkan 11 digit ada, jangan yang baru berinfak 6 digit uda merasa kegedean. Di jalan Allah tidak ada yang besar tapi di jalan mall harus merasa besar. Jalan2 ke mall habis uang 300 ribu merasa kebanyakan tapi nyumbang yatim 500 ribu merasa sedikit, ini iman yang benar. Jangan dibalik.

Sebenarnya saya jadi sedih kalo ngeliat kalian memandang uang 8 juta besar. Duh… mudah2an Allah perbanyak harta kalian.

Munajat Malam

Bom itu akhirnya dapat menghapus kekuatiran dan ketakutan hingga menyisakan kebahagiaan. Testimoni yang mereka kirim kepada kami begitu adanya. Ya Allah kami telah membahagiakan mereka maka terimalah amal kami, perbanyak harta kami dan permudah urusan kami. Demikian doa saya sejak Jumat malam seraya membayangkan wajah kalian. Emang masih inget bang ? inget tinggal dikasi wide dan uban bagi bapak2 sementara bagi emak2 kasi wide dan keriput di matanya.

Iya semua amal akhirnya bermuara pada munajat malam. Bungkus yang rapi lalu bawa kehadapan Allah, lalu Dia berfirman:

Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni. (HR Bukhari Muslim). Apa mungkin masih ada kekuatiran dan ketakutan setelah mendengar janji ini ?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: