Bersenang Hatilah

Bersenang hatilah
Ilustrasi foto: pinterest.ch
Bagikan

Bersenang Hatilah

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Kondisi yang dialami bunda Maryam sungguh menyusahkan. Hamil seorang diri tanpa bantuan siapapun. Dan yang lebih menyesakkan dada adalah gunjingan kaumnya yang makin hari makin santer.

Ada pemimpin yang aneh bikin statemen ngaco hingga direvisi oleh menterinya hanya viral beberapa hari. Dia juga bikin dinasti politik juga viral beberapa hari. Jarang ada peristiwa yang menimpa seseorang di dunia ini yang viral jadi omongan masyarakat hingga berbulan2. Namun apa yang dialami bunda Maryam dari hamil hingga melahirkan telah menjadi gunjingan. Keruan saja kondisi seperti ini bikin hati terluka jauh lebih luka daripada liat akhwat yang ditaksir nikah duluan. Uda gitu dia sendiri yang kasi undangan pernikahannya seraya minta bantuan jadi panitia ikhwan. Duh… denger namanya disebut orang lain dalam ijab kabul bikin hati teriris2 macam wanita jaman Yusuf yang mengiris2 jarinya. ??
Yang kayak gini biar dibawa lupa ke Banjarbaru pun masih keingetan trus….

Kondisi Maryam tergambar dalam ucapannya :
“Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”. (Maryam : 23)

Masalah yang dihadapi Maryam berada diluar kuasanya. Beliau tak mampu menjelaskan bahwa kehamilannya adalah dari tiupan Jibril coz seumur2 dunia ini diciptakan peristiwa ini tak pernah terjadi. Beliau tak mampu membungkam gosip di masyarakat perihal kesucian dirinya. Namun Allah punya solusinya yakni kelak bayi yang baru lahir akan bicara dan menjernihkan permasalahan yang menimpa ibunya. Cuma kan nunggu kelahiran butuh waktu, gak tiba2 saat ada kasus viral langsung berojol begitu aja. Lalu bagaimana sikap Maryam menjalani sisa hari sampai si bayi lahir ? Disinilah Allah memberikan arahanNya :

maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. (Maryam : 26)

Makan, minum, dan bersenang2 itu perintahNya. Bahkan jika ada yang mengganggu kesenangan tersebut maka Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. Jangan ditanggapi.

Perintah Allah pada Maryam adalah gak usah pikirin kondisi di masyarakat, gak usah dimasukin ke hati bisa stres. Mending pikirin diri sendiri, bawa hepi bukan bawa taqim. Lho ? Yang tau disini ada anggota bernama Hepi pasti ketawa. ?

Menyelesaikan masalah yang mengguncang masyarakat adalah diluar kemampuan Maryam. Sementara Allah tak pernah membebani seorang hamba diluar kesanggupannya (Al Baqarah : 286). Dan jika permasalahan itu diluar batas hamba maka itu saatnya Allah turun tangan menyelesaikan urusanNya. Jadi urusan Maryam sekarang bukan lagi menjernihkan masalah di masyarakat tapi makan minum dan bersenang2 turing ke tanjung lesung, ups salah… itu mah pak dosen Feri. ?

Penyebaran covid di Indo sudah diluar kemampuan kita. Akibat salah penanganan di awal. Jangankan sekcam, gubernur saja sekarang uda angkat tangan. Pemerintah cuma bisa menyalahkan masyarakat yang tidak disiplin sementara masyarakat menyalahkan pemerintah yang tidak memperhatikan kebutuhan mereka. Semua uda serba kadung, uda kadung banyak, uda kadung menyebar, dan uda kadung rusak. Begitu parahnya kondisi saat ini bahkan ahli kesehatan sudah melihat masalah kesehatan dari sisi ekonomi. Itu sebabnya bioskop mau dibuka dan itu sebabnya tidak bakal ada lockdown. Ini yang ngomong bukan S1 karbitan macam saya lho, tapi Doktor kesehatan, ahlinya ahli dan corenya core.

Masalah lain adalah ulah elit politik yang menghancurkan negara. Dari dinasti politik, korupsi yang terang benderang, hingga PKI yang ingin ganti ideologi negara. Satu masalah aja sudah menghabiskan banyak energi apalagi seabreg2 begini.

Namun bagusnya pandemi akan berakhir karena memang begitulah sunnatullah. Wuhan sudah pesta2 merayakan hilangnya corona, Singapura secara lokal sudah bebas. Di Indonesia pada saatnya juga corona bakal hilang. Politik Indonesia juga sama. Nungguin 10 tahun juga pada game over para sesepuh trouble maker.
Nah diantara rentang waktu sekarang hingga hilangnya corona dan membaiknya kondisi negeri, apa yang harus kita lakukan ?

1. Jalankan perintah Allah sebaik2nya sebagaimana Maryam menjalankan perintahNya menggoyang pohon kurma (Maryam : 25)
Ingat ya laksanakan perintahNya sebaik2nya dan semaksimal2nya termasuk berdoa memohon perlindunganNya, kemudian melaksanakan protokol kesehatan. Setelah itu baru :

2. Makan, minum, dan bersenang hati. Jangan pikirin urusan orang yang tidak mau pake masker, jangan pikirin grafik yang naik terus, dan jangan pikirin ricuh politik. Bagi nakes atau aparat masalah hanya ada di tempat kerja jangan dibawa ke grup WA atau ke rumah. Grup sebelah buat hepi, eeh happy2 aja, perang stiker, hiburan atau buat jualan. Anggap seolah2 masalah negara ini tidak ada. Bisa stres kita kalo 24 jam mikirin jumlah pasien positif yang trus nambah bersaing dengan jumlah korupsi.

Untuk masalah negara, apa yang dilakukan umat dan ulama pada pilpres lalu sudah maksimal termasuk dalam doa. Untuk masalah covid, apa yang dilakukan aparat bawah dan nakes sudah maksimal sampai mengorbankan 100 nakes. Usaha sudah maksimal namun masalah belum terpecahkan. Dan jika masalah diluar kesanggupan manusia maka itu saatnya Tuhan yang menghandle. Ingat ucapan Imam Syafi’i :

Jika orang berpaling meninggalkanmu saat engkau berada didalam kesulitan maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah hendak mengambil alih urusanmu.

Yang kerjanya ngerawat tetep ngerawat
Yang kerjanya menghimbau tetep menghimbau
Dan yang mau makan minum serta bersenang2 jangan emoh kalo diajak kumpul bareng kita membicarakan istri masa depan, eeh rumah kedua, eeh maksudnya pesantren sebagai rumah masa depan kedua.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: