Seri Musa vs Firaun: Tak Ada Makan Siang Gratis

tidak ada makan siang gratis
Ilustrasi foto: cynicalbabblings.files.wordpress.com
Bagikan

Seri Musa vs Firaun: Tak Ada Makan Siang Gratis

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Ada sebuah segmen rahasia dalam istana Firaun sebelum pertandingan sihir dimulai. Segmen ini diberitahukan oleh Allah Yang Mengetahui Yang Ghaib kepada kita.

Pemuka-pemuka itu menjawab: “Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir), supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai”. Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir’aun mengatakan: “(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?” Fir’aun menjawab: “Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)”. (Al ‘Araf : 111-114)

Pasca dialog buntu antara Musa dengan Firaun, pihak istana mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam PR (peraturan raja) no sekian tahun sekian yang isinya perintah mengumpulkan semua ahli sihir level 10, pedes setan kalo makanan, yaah kalo di taekwondo minimal Chil Dan. Kerajaan Mesir kaya, kekuasaan pemimpinnya absolut, walau membutuhkan biaya besar, sudah pasti kebijakan tersebut berjalan. Gak kayak negara Congo, bikin kebijakan ekonomi sampe 15 gak ada yang ngefek. Boro2 ngefek, pelaku ekonomi aja gak tau kebijakan tersebut. Ini mungkin gara2 pemimpinnya I dont read what I sign maka kata rakyatnya I dont care what u sign.

Terkumpullah sekian ahli sihir. Berapa pastinya gak penting sebab kalo penting Al Quran akan memberitakannya kepada kita. Jumlah pemuda kahfi penting karena Al Quran kasi tau ada 7. Ada apa dengan 7 ? Keberadaan 7 pemuda dapat mengguncang negara kapir. Kalo baru 5 cuma bisa mengguncang dunia perakhwatan, angkatan 96 contoh nyatanya. Makanya pembicaraannya kalo gak kaput ya Ayana. Yang satu uda diluar jangkauan, satunya lagi diluar nalar. Beruntung sejak ada cerita sepak terjang cassanova condet jadi pada tobat. Padahal saya belum cerita ada akhwat yang mau menikah di pagi harinya jam 6 telpon saya untuk meminta maaf. Duh.. kalo saya ceritain bisa nangis drakor kalian. ??

Dalam Konteks Politik

Dalam konstelasi politik saat itu. Wuiih bahasanya… jadi begini biar dikira pinter saya kudu pake bahasa yang ilmiah2 gimana gitu. Gak sekedar ngomongin si eneng. Coz sejak tau hampir setengah grup disini pada S2, saya jadi minder. Siti Nur Ramdaniati anggota terakhir yang join di grup ini (pada saat materi ini dibuat) adalah dosen di univ Mathla’ul Anwar Pandeglang kata Arief. S2 dong, kata saya. Wah.. nambah lagi nih orang pinter.

[5/25, 7:07 AM] Deni Prasetio: sita S2 juga ?
[5/25, 7:08 AM] Sita Nurbaiti Fkm: ?
[5/25, 7:08 AM] Sita Nurbaiti Fkm: Pengennya
[5/25, 7:09 AM] Deni Prasetio: uda jangan deh… ntar kalo pada pinter2 saya nya minder ?

Negara butuh bantuan. Demi kepentingan negara yang mana harus dikedepankan daripada kepentingan pribadi, semua tukang sihir diminta mengorbankan tenaga dan keahliannya. Demikian kira2 pres release yang dibuat istana. Maka berkumpullah para ahli sihir di istana Firaun, gak jelas apakah diajak makan siang atau diajak makan di RM sate senayan. Tapi yang jelas bukan dibikinin nasi goreng. Tentu bukan karena Firaun gak bisa bikin nasi goreng, tapi namanya punya DNA sulthan sejak kecil gak pernah ke dapur. Jadi kalo Dewi Sandra gak bisa nyalain kompor, Nia Ramadhani gak bisa kupas salak, ini gak ada apa2nya. Firaun sejak lahir gak pernah ke dapur !

Heran saya ngeliat kelakuan orang baru kaya. Sgala hal2 kayak gitu lah dibanggain. Firaun lahir sebagai putra mahkota, mandi aja digosokin, pake baju dipakein, nyisir disisirin tapi kita tau dia tokoh jahat. Artinya hal2 itu bukanlah sebuah prestasi, toh orang jahat pun mengalaminya. Tapi dasar artis sontoloyo, dermawan kagak, bantu orang kagak, urusan ngupas salak lah dibanggain. Dan yang lebih bodoh netijen yang kagum dengannya. Klop lah orang sontoloyo idolanya orang diot.

Kisah Tukang Sihir Firaun Meminta Upah

Firaun boleh saja pidato penuh nasionalisme atau cerita ungkap pengorbanan para pendahulu negeri. Bagi tukang sihir hanya satu kalimat yang diinginkan : “(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?”. Tak ada makan siang gratis, kata tukang sihir. Kalo anda membutuhkan bantuan saya untuk mempertahankan kekuasaan maka saya dapat apa ? begitu makna kalimat diatas.

Masa bodo dengan urusan negara, masa bodo dengan bela negara. Tidak ada tuh ucapan : “Ask not what your country can do for you”. Yang ngomong gini matinya muda ditembak orang. Ucapan tukang sihir lebih realistis, kalo kita menang saya dapet apa. Karena dimana2 orang yang berjuang mendapatkan/mempertahankan kekuasaan pasti akan melupakan orang yang membantunya. Nah daripada dorong mobil mogok uda jalan ditinggal mending dari awal minta jatah.

Firaun berjanji kepada tukang sihir yang mau jadi buzzernya : “Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)”. Wuiih jadi staf khusus bro… Kalo dikasi uang saja namanya beli putus. Uda dikasi kemudian selesai. Kalo diangkat jadi stafsus bisa pake uang negara dan digaji bulanan selama Firaun menjabat, lebih menjanjikan. Tukang sihir minta uang tapi Firaun malah kasi jabatan.

Keruan aja tukang sihir mau pake banget. Jadi stafsus kan bisa main proyek. Gak perlu terlibat langsung, cukup jadi broker aja uda lumayan. Misalkan istana bikin program pelatihan sihir via aplikasi Ruang Gila dengan anggaran 5,6 T maka ambil saja fee nya 2,5% sudah ketauan dapet duit 140 M. Ini yang pinter, yang rakus kan dia broker juga, dia pemain juga. Akhirnya jadi masalah. Yaah begitulah orang bodoh ngumpulnya dengan orang goblok.

Tidak Ada Makan Siang Gratis

Apa kesimpulan kisah diatas ? tak ada makan siang gratis bagi orang2 kapir, orang2 zhalim dan orang2 durjana. Selalu ada perputaran uang dikalangan mereka sebelum pekerjaan dilakukan. Selalu ada bagi2 kekuasaan dikalangan mereka. Itu uda ada dari dulu. Kalo ada kumpulan orang Islam kayak begini maka mereka tiada beda. Karena seorang muslim disaat kondisi genting adalah orang yang berkata :

“Wahai Rasulullah, teruslah laksanakan apa yang dititahkan Allah, dan kami akan bersama anda. Demi Allah, kami tidak akan berkata seperti apa yang dikatakan Bani Israil kepada Nabi Musa, ‘Pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah’, sedang kami akan mengatakan kepada anda, ‘Pergilah Engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah, dan kami ikut berjuang di sampingmu’. Demi yang telah mengutus engkau membawa kebenaran! Seandainya engkau membawa kami melalui lautan lumpur, kami akan berjuang bersamamu dengan tabah hingga mencapai tujuan.”
(Ucapan Miqdad bin Amir kepada Rasulullah ﷺ saat mau perang Badar)

Seorang muslim tidak bicara dunia saat berjuang. Dan yang penting seorang muslim bukanlah seorang pengkhianat. Ini yang harus diperhatikan. Karena khianat adalah… ah uda panjang besok aja lanjut lagi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: