Lingkup & Peran Biostatistik

Peran & lingkup biostatistik
Bagikan

Lingkup & Peran Biostatistik

Oleh: Muhyidin, SKM

Dalam suatu organisasi,  masalah selama operasional sering ditemui di lapangan. Untuk mengatasi masalah yang ada, pelu dibuat suatu pengambilan keputusan yang tepat. Pengambilan keputusan tersebut ada yang berdasarkan intuisi, pengalaman atau fakta / bukti / empiris. Pengambilan keputusan yang tepat harus memperhitungkan segala aspek agar tujuan yang ingin dicapai bisa terwujud. Salah satu pengambilan keputusan yang terbaik adalah yang berdasarkan fakta / bukti / empiris.

Pengambilan keputusan berdasarkan fakta / bukti / empiris ini perlu didasari hal-hal yang ilmiah. Ilmiah artinya berdasarkan ilmu. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang kemudian disusun dan membentuk pola yang teratur (sistematis), dan diperoleh melalui penggunaan akal dan kencendekiaan (Nasoetion, 1988). Faktanya di lapangan, selain faktor ilmiah, para pengambil keputusan juga sering mengkombinasikan keputusan mereka berdasarkan intuisi. Intuisi ini didapatkan dari pengalaman hidup yang pernah dilalui seseorang ketika menemui masalah.

Data dan Informasi

Para pengambil keputusan suatu organisasi, umumnya mereka ingin melihat pokok permasalahan yang ada agar membuahkan hasil yang maksimal. Pokok permasalahan  atau akar permasalahan ibarat kita akan mencabut rumput. Bila rumput dicabut tidak sampai akarnya, maka rumput tersebut akan tumbuh kembali. Begitupun dengan masalah organisasi. Jika tidak dicari akar permasalahannya, maka permasalahan serupa akan muncul di kemudian hari.

Dalam pengambilan keputusan, diperlukan pendekatan ilmiah berbasis empiris atau informasi tentang fakta. Informasi ini sangat penting. Sehingga penyediaan informasi yang benar dan akurat menjadi hal yang sangat penting.

Informasi adalah sesuatu yang diperoleh dari proses yang berawal dari data, atau dengan perkataan lain informasi adalah hasil transformasi data. Terlihat bahwa informasi adalah sesuatu yang telah matang, dan siap pakai untuk pengambilan keputusan seperti terlihat dalam diagram di bawah ini.

Transformasi data

Diagram 1. Transformasi data

Untuk kegiatan yang rutin dilakukan, maka guna mengatasi masalah yang timbul pada proses kegiatan tersebut, perlu dikumpulkan data dengan rutin, dan informasi yang dihasilkannya pun rutin. Penyediaan informasi dapat pula dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. Mungkin dilakukan suatu pengumpulan data berskala kecil, maupun survei besar,
kesemuanya akan dapat menghasilkan informasi untuk mengambil keputusan dengan tepat.

Definisi Statistik

Statistik merupakan suatu proses yang dimulai dari pengumpulan data, pengolahan dan penyajian data, analisis dan pengambilan kesimpulan. Dari Diagram 1  di atas terdapat kotak proses yang mentransformasi data menjadi informasi. Pendekatan secara kuantitatif ini dilakukan secara terukur dengan angka, proses transformasi tersebut dikenal sebagai statistik. Simpulan yang dihasilkan merupakan informasi.

Rangkaian proses dan prosedur statistika bermula dari identifikasi permasalahan, sampai menghasilkan kesimpulan. Proses tersebut dikenal dengan proses penelitian ilmiah Secara skematis, proses tersebut dapat digambarkan seperti berikut :

Proses penelitian ilmiah

Gambar 2. Proses Penelitian Ilmiah, dikutip dari Aswin & Kunto (1981)

Pengambilan kesimpulan umum, dari hal-hal yang khusus (dalam hal ini = dari data), disebut sebagai proses induksi. Istilah lain dikenal sebagai generalisasi. Lawan arah proses ini, dimana diambil kesimpulan khusus, dari
hal-hal yang bersifat umum, disebut sebagai proses deduksi.

Induksi adalah pengambilan kesimpulan umum dari hal yang khusus.
Deduksi adalah pengambilan kesimpulan khusus dari hal yang umum.

Misalkan pasien datang dengan hasil pemeriksaan kadar gula darah sewaktu
sebesar 200 mg%. Maka kesimpulan khusus untuk pasien ini adalah ia menderita hiperglikemia. Kesimpulan ini ditarik karena adanya kesimpulan umum yang menyatakan bahwa kadar gula darah sewaktu bila melebih 180 mg% disebut sebagai hiperglikemia.

Sebaliknya berdasarkan data dari sekumpulan orang sehat yang diukur kadar gula darahnya, maka dapat ditarik kesimpulan umum bahwa kadar gula darah sewaktu untuk yang termasuk sehat adalah kurang dari 180 mg%. Proses ini disebut sebagai induksi.

Kesimpulan atau hasil ukur dari data seluruh penduduk (atau
disebut pula populasi) ini disebut sebagai parameter. Apabila kita tidak mampu mengambil seluruh unit di populasi (karena keterbatasan dana, waktu, tenaga misalnya), maka kita dapat mengambil sebagian dari penduduk Indonesia. Sebagian dari seluruh penduduk itu dapat
disebut sebagai contoh atau sampel Kesimpulan atau hasil ukur yang menggambarkan keadaan data sampel itu disebut sebagai statistik.

Statistik adalah hasil ukur dari sampel.
Parameter adalah hasil ukur dari populasi

Statistik Deskriptif & Statistik Inferensia

Sebagaimana dijelaskan di atas, statistik juga merupakan suatu prosedur, namun juga bisa dilihat sebagai suatu metode. Metode statistik untuk menggambarkan (to describe) data yang dikumpulkan (baik dari seluruh penduduk maupun sebagian atau sampel ) dalam bentuk angka disebut sebagai statistik deskriptif.

Selanjutnya bila data yang dikumpulkan adalah data sampel, kita tidak berhenti begitu saja. Ingin diketahui bagaimana keadaan di populasinya. Metode statistik untuk menggambarkan data di populasi berdasarkan hasil ukur terhadap data sampel dalam bentuk angka disebut sebagai statistik inferensia. Prosedur ini dilakukan adalah dalam rangka induksi atau
generalisasi.

Populasi dan Sampel, serta Hasil Ukur dan Metode Statistiknya

Populasi dan Sampel, serta Hasil Ukur dan Metode Statistiknya

Secara keseluruhan, statistik bisa dianggap sebagai suatu ilmu tersendiri, yang berhubungan dengan keragaman data. Ilmu statistik telah berkembang baik dari sisi murni matematis, maupun pada terapannya. Penerapan ilmu statistik pada bidang yang menyangkut kehidupan, seperti halnya bidang kesehatan, disebut sebagai biostatistik (bio=hidup).

Melihat berbagai definisi statistik yang diajukan oleh para pakar, Lloyd Fisher dan Gerald van Belle (1993) meyimpulkan bahwa elemen yang selalu terkandung dalam batasan statistik adalah variasi, ketidak-pastian, inferensi, dan ilmu. Sebagai pengantar, dapat diutarakan suatu “kalimat” yang dipasang oleh Plato, seorang ahli filsafat (bukan ahli matematika) di gerbang pintu akademia nya: “Ageometritos Myedeis Eicito”, yang artinya “bila buta geometri, menyingkirlah”. Ia menyatakan bahwa untuk pemahaman seseorang bernalar dan dapat menerapkan deduksi, maka diperlukan pemahaman tentang pendekatan kuantitatif (dalam hal ini geometri).

Referensi:

  • Sabarinah Prasetyo & Iwan Ariawan (2008), Biostatistik Dasar untuk Rumah Sakit. Departemen Kependudukan dan Biostatistik. FKM UI.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Silahkan di share, jangan di copas ya...