Jalan Ukhrawi

Jalan ukhrowi
Ilustrasi foto: hidayatullah.com
Bagikan

Jalan Ukhrawi

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Sesungguhnya Allah tidak menghendaki adanya kesukaran pada hidup kita.
Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu [Al-Baqarah/2 : 185]

Semua syariat dalam agama adalah mudah dilaksanakan. Semua ketentuan dalam Islam tidak untuk membuat hidup kita menjadi sempit. Hidup jika provinsial, susah jodoh atau miskin struktural lebih disebabkan oleh ulah tangan2 manusia (Cie, ciee pake kata yang gak semua orang tau biar dikira pinter tuh 🤫). Sesuatu yang Allah luaskan menjadi sempit ketika berada di tangan manusia.

Jodoh misalnya, Islam menggarisbawahi jika ingin menikah pilih karena agamanya. Namun kenyataannya ikhwan nambah2in kriteria : cantik, tinggi, putih, dan lulusan kedokteran (bahasa lain dari bisa nyari duit sendiri). Demikian pula dengan akhwat, yang diliat bukan lagi kriteria yang rajin sholat ke masjid tapi yang bisa menggetarkan hatinya. Entah dari wajah, ucapan, atau knalpot kendaraannya. Kriteria yang luas pun menjadi kecil, jalan yang luas pun menjadi sempit.

Dan akhirnya Taqim pun harus tiga kali proses sebelum dapet istri yang sekarang. Feri, Alim maupun Budi pernah gagal sekali sebelum menikah. Tapi proses mereka tidak ada apa2nya dibanding queen of sales yang tiga kali gagal dan baru yang keempat jadian. Entah dari mereka atau calonnya yang menerapkan kriteria tinggi sehingga prosesnya gagal, ini tidak saya tanyakan.

Itu sebabnya saya gak setuju mereka ikut demo kemarin. Bukan karena uda tua tapi kuatir gak kuat menahan perihnya gas air mata. Okelah dulu waktu jadi mahasiswa cukup berbekal air mineral Budi berani maju kedepan saat demo. Namun sekarang saya pastikan dia gak bakal kuat. Coz gas air mata sekarang isinya bukan lagi bromoaseton namun “kenangan terhadap mantan”. Apa gak berurai air mata kalo inget masa lalu…😭😭

Di dunia ini Allah berikan 2 jalan kepada manusia, jalan duniawi dan jalan ukhrawi. Jalan duniawi terbatas dan sempit sementara jalan ukhrawi unlimited dan luas. Mencari jodoh bagi wanita berusia 35 tahunan sangat sulit, dia harus bersaing dengan Ayu Tingting, Marshanda, Laudya Cinthia Bella, dan BCL. Tapi jika dia mencarinya pada 1/3 malam terakhir akan mudah saingannya sedikit, para artis pada terlelap akibat syuting malem. Di malam ini dia cukup meminta, tidak perlu pake SK-II, tidak usah ikut fitness, dan hal2 lain yang bersifat duniawi. Biarkan ragamu apa adanya namun doamu ada apanya.

Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808)

Rezeki pun demikian pula. Kerja sebagai ASN, dosen, atau pedagang maka jalannya terbatas dan sempit. Di grup ini ada 2 orang yang jual kebab, @Inayati dan @Yanti Rumah Rapi Property . Ada 2 orang yang jual property, @Yanti Rumah Rapi Property dan @Chusnul . Ada 2 orang yang jual buku, @F Arief M. dan @FKM 02 Rahma . Dan banyak yang jual baju anak. Pasar cuma 82 orang diperebutkan para pedagang. Padahal di sini belum ada yang tajir, yang kalo order kebabnya Ina juga pesan kebabnya Yanti. Dan belum ada yang jadi sultan, yang selain beli property dagangan Yanti juga beli property milik Chusy. Begitulah dunia yang terbatas.

Namun jika kalian minta kepada Allah agar Dia me-laku-kan semua daganganmu niscaya akan terwujud. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Gak perlu kuatir bersaing dengan teman sendiri dan gak perlu takut dagangan bersisa.

Kenapa harus ada jalan ukhrawi padahal rezeki adalah masalah duniawi ? Tidak semua manusia mampu meniti jalan duniawi. Jalan ini sempit dan terbatas, tidak bisa seluruh manusia berjalan diatasnya. Lulusan SMA di kantor hanya berprofesi sebagai office boy atau security. Lalu bagaimana yang hanya lulusan SMP atau SD, bagaimana Allah memberinya rezeki ? Manusia sempurna fisiknya bisa jadi driver ojol. Lalu bagaimana dengan penyandang disabilitas bagaimana Allah memberinya rezeki ? Atas orang2 yang tidak mampu meniti jalan duniawi inilah maka Allah sediakan jalan ukhrawi. Walau pada kenyataannya ada satu dua orang yang sukses sedang pada dirinya terdapat kekurangan. Yang ini hanya terjadi satu dari semilyar orang. Mark Zuckenberg contohnya, DO dari Harvard malah jadi milyarder.

Jalan duniawi gak usah kita bahas panjang lebar. Kalian uda paham apalagi yang punya experience job banyak kayak Agus. Dulu awal saya nikah dia ikut penelitian trus denger kabar di PDGI trus sekarang di RS, itu yang saya tau. Kalo dulu Baim Wong punya satu job tapi gonta ganti pacar sementara Agus gonta ganti job tapi tak punya pacar. Hmm… beda nasiblah. 😷

Jalan ukhrawi adalah bentuk keadilan Tuhan. Agar semua manusia dapat menemukan rezekinya. Namun jalan ini banyak dilupakan dan dilalaikan oleh manusia. Okelah kalo orang kafir lalai, toh dia gak tau. Seandainya tau pun dia tidak bisa melakukannya karena ketiadaan iman. Namun jika ada orang beriman yang melupakannya maka sungguh T E R L A L U

Secara umum Allah perintahkan kita untuk mencari rezeki.

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Al Mulk : 15)

Perintah sudah ada, lalu bagaimana jalan untuk mendapatkannya ?
Ada beberapa sebab utama rezeki datang melalui jalan ukhrawi.

1. Sebab doa

فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُ
maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. (Al Ankabut : 17)

Allah perintahkan kita untuk meminta rezeki. Meminta kepada Tuhan itu namanya berdoa. Doa itu sering mendatangkan keajaiban seperti doanya para nabi Allah. Mereka meminta hal yang mustahil namun terkabul.

Imam Syafi’i berkata “Apakah kau meremehkan dan menganggap enteng doa. Padahal kau tidak tau apa yang bisa dilakukan oleh doa”.

Kita uda berdoa qo bang. Iya tapi doa kalian itu setelah semua ikhtiar dilakukan bukan sebelum ikhtiar dikerjakan. Doa kalian adalah sebab akhir bukan sebab awal. Padahal “doa adalah silaahul mukmin (senjatanya orang beriman)” (HR Al Hakim).

Pernah liat pemburu mencari singa setelah ketemu malah dikejar2 singa padahal ditangannya ada sepucuk senapan ? Hanya pemburu bodoh yang mengalami peristiwa tersebut. Ngapain berburu singa terus setelah ketemu bukannya ditembak malah kabur.

Pernah liat orang beriman jatuh bangun membangun bisnis atau pernah liat orang ngelamar kerja kesana kemari ? banyak. Lalu apa gunanya dia pegang senjata (baca doa) kalo gak langsung dipake. Punya doa itu digunakan diawal biar usaha kita efisien. Agar tak perlu jatuh bangun saat merintis usaha atau agar tak perlu bersusah payah antri melamar kerja.

Di negeri wakanda 5000 pencari kerja tumpah ruah melamar kerja ke PT Metro sebuah pabrik sepatu di Purwakarta. Ratusan orang berdesakan memperebutkan 50 slot di pabrik boneka Sragen. Sebelumnya ratusan orang berebut melamar jadi pegawai minimarket di Mojokerto dan kita tau pegawai minimarket gak lebih dari 10. Itu cuma buat naro CV doang tapi uda susah payah begitu. Kayak gak punya Tuhan aja, kata saya kepada Ery saat cerita fenomena diatas.

Tuhan bilang gunakan senjata maka berdoalah. Ingat kisah Nabi Musa saat lari dari Mesir menuju Madyan. Ditengah kesulitan yang melanda, sebelum ada upaya2 duniawi atau bahasa simpelnya sebelum ngapa2in beliau berdoa.
Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdoa (lagi): “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar”. (Al Qashash ; 22)

Kalian liat Nabi Musa meletakkan doa di awal bukan di akhir usaha. Kalo kondisi sekarang sebelum bikin surat lamaran atau sebelum bikin RAB untuk usaha maka lesatkan dulu senjata ke atas agar turun rahmat dan berkahNya. Nah jika uda turun kan usaha jadi gampang. Mau ngelamar kerja gak pake antri, mau bisnis gak pake jatuh. Semua serba mudah dan lancar seperti yang dialami oleh Nabi Musa.

Dan doa yang paling baik adalah yang dilesatkan pada akhir malam karena tidak ada hijab antara dirinya dengan Allah. Ada jaminan doa tersebut terkabul. Kita itu kalo ngelamar kerja dijamin bakal masuk oleh manager HRD senengnya bukan main. Ikut test cuma sekedar syarat administrasi aja. Ini ada doa dijamin terkabul, yang kasi jaminan bukan lagi Nabi atau Jibril tapi langsung Sang Pemilik Alam Semesta.

Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.’ (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808)

Jadi akhir malam adalah waktunya berdoa bukan waktunya posting dagangan. Allah bilang barangsiapa yang berdoa di 1/3 malam terakhir akan dikabulkan bukan bilang barangsiapa yang dagang di 1/3 malam terakhir akan berhasil. Jangan kayak yang di sono, ada yang posting dagangan property jam 23, ada yang posting buku jam 03.20, dan ada yang posting makanan jam 04.00. Padahal :

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. (Ar Rahman : 29)

Semua mahluk yang ada di langit dan bumi pada berdoa kepadaNya di saat itu, ee… kalian malah posting dagangan. Duh… pengen ngejewer aja rasanya. 😠

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Silahkan di share, jangan di copas ya...