Istri-Istri Pengkhianat

Istri istri pengkhianat
Ilustrasi foto: Pinterest
Bagikan

Istri-Istri Pengkhianat

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Viral kasus perceraian UAS. Di detikcom menempati 3 teratas sebagai most popular selama 1 pekan sampai materi ini dibuat. Dan sepertinya akan panjang. Yang jadi masalah adalah para musuh bergoyang ria melihat santapan lezat ini. Buzzer yang mati suri bangun ngeliat proyek besar.

Senin pagi saya liat sekilas tayangan infotaimen bahas kasus UAS dan Denny Sumargo. Ini upaya menutupi kebencian. Yang dibidik adalah UAS karena kasus Densu uda lama diketahui publik dan masyarakatpun sudah tak peduli. Dan mulai pula orang2 tertentu berbicara tentang kasus ini. Baik media maupun yang ngomong sama2 gak tau permasalahannya apa.

Hebatnya UAS, beliau tutupi kasus ini sejak lama agar tak mencuat ke permukaan. Sekali terletup maka musuh Islam akan gembira. Namun qadarullah kasus ini tak mungkin selamanya tertutup, hukum harus dijatuhkan agar tak menzhalimi pihak lain.

Saya tidak akan membahas kasus perceraiannya karena itu ranah pribadi orang lain. Gak usah kita kepo. Urusan kita masih banyak gak usah ngurusin orang lain, kewajiban kita banyak yang idle, gak usah pusing dengan masalah orang lain. Saya hanya mau cerita kepada kalian tentang istri2 yang jadi pengkhianat bagi suaminya.

Dalam kehidupan para ulama juga terjadi perceraian. Sibawaih adalah imam para ahli nahwu. Ia murid dari Kholil bin Ahmad Al-Farohidi. Well.. kalo seorang imam gak usah ditanyalah keshalehannya.

Sehari-harinya dihabiskan buat menulis kitab. Istrinya begitu cemburu pada kitabnya. Ketika Sibawaih pergi sang istri membakar kitab karyanya yang tengah dikerjakannya. Sampai rumah Sibawaih kaget mengetahui perbuatan istrinya. Perbuatan istrinya sangat memukul jiwanya. Dan dampaknya Sibawaih pun pingsan. Saat telah siuman dan sadarkan diri ia panggil istrinya. Sibawaih tak bisa memaklumi dan maafkan perbuatan istrinya. Kemudian Sibawaih pun menceraikan istrinya.

Al-Laits bin Al-Muzhoffar. Imam bahasa arab dan ilmu arudh. Ia juga murid Kholil bin Ahmad Al-Farohidi. Bahkan punya hubungan begitu dekat dengan sang guru. Sampai dihadiahi kitabnya Al-‘Ain yang merupakan mu’jam pertama bahasa arab.

Sebagai pecinta ilmu bahasa dan pengagum sang guru ia termotivasi untuk mencapai keilmuan seperti gurunya. Maka ia pun menyibukkan diri dengan menghafal kitab mu’jam tersebut.

Istrinya marah melihat kesibukan suaminya. Hari-hari dan malam-malamnya digunakan buat menghafal kitab Al-‘Ain. Sampai suatu hari istrinya merebut kitab tersebut. Kemudian membakarnya di hadapannya.

Melihat itu Al-Laits pun terperanjat. Ia begitu kaget. Tak pernah terpikirkan di benaknya sang istri akan melakukan tindakan “gila” seperti itu. Pemandangan itu menimbulkan kegoncangan jiwanya. Antara marah dan sedih luar biasa akhirnya Al-Laits pun mengalami kelumpuhan.

Sadis bener perbuatan istri2 seperti itu. Tapi itu belum seberapa parah, Al Quran menceritakan dua contoh perumpamaan istri yang berkhianat. Bukan sekedar durhaka lho tapi disebut pengkhianat.

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), (At Tahrim : 10)

Allah sebut sang suami sebagai orang shaleh. Ini shaleh ori. Beda ama kita yang masih KW, cirinya masih mengerjakan amalan orang shaleh. Makanya iman terkadang naik dan kadang turun. Kalo ngerjain amal orang shaleh iman naik sebaliknya kalo ninggalin iman turun. Itu namanya shaleh KW10.

Istri berkhianat kepada suami yang shaleh. Istri mendurhakai suami (gak pake shaleh) aja uda durhaka apalagi suaminya punya label shaleh dibelakangnya. Suami shaleh sementara istri berkhianat, kalo terjadi sesuatu dalam rumah tangganya uda ketebak dong salahnya dimana ? Yang bilang ada di Liverpool itu tanda kalian gak perhatiin huruf kapital. Saya nanya salah bukan Salah, pahamkan bedanya. Emak2 yang gak paham gak pa2, saya seneng ternyata tulisan ini bikin orang pintar seperti kalian jadi bingung. Gak percuma saya dipanggil abang ama Agus yang uda S2 dan uda haji.

Pengkhianatan yang dilakukan ini menyebabkan kedua istri tersebut jadi perumpamaan bagi orang2 kafir. Padahal mereka muslim tapi tidak bisa jadi teladan bagi muslim lainnya malah jadi teladan bagi orang kafir. Na’udzubillah min dzalik. Kita berlindung kepada Allah dari perilaku seperti ini.

Sebaliknya ada satu contoh perumpamaan bagi istri shalihah atas suami yang melampaui batas.

Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, (At Tahrim : 11)

But… walau cuma satu tapi bobot durhakanya sang suami besar banget, Firaun gitu lho…

Perempuan kalo mau beriman maka imannya luar biasa seperti Asiyah ini. Punya laki model Firaun tapi bisa mempertahankan iman adalah sebuah amal yang luar biasa. Lha emak2 disini punya laki yang jebolan pengajian tapi 1/3 malem terakhirnya bablas trus… gimana kalo punya laki model Firaun, bakal curhat mlulu kerjaannya.

Jangan suudzhon bang, nasehat Ferry ke saya. Bukan suudzhon, kalo semua orang di grup ini ahli tahajud uda bergetar nih grup dari kemarin2. Doa satu orang shaleh aja bisa menggetarkan langit apalagi doa orang banyak.

So begitulah, dua perumpamaan ini menandakan perempuan kalo mo naik keatas bisa dapet kedudukan tinggi setinggi2nya tapi kalo mo terjun bisa dapet kedudukan rendah serendah2nya.

Secara kuantitas memang jumlah istri yang durhaka lebih banyak daripada jumlah suami yang durhaka. Maka emak2 disini berhati2lah… taati suamimu apapun perintahnya selama bukan bermaksiat kepada Allah. Ingat pesan saya pada materi lalu : tugas terberat seorang istri adalah taat kepada suami. Kalo datang kesusahan menghampirimu maka muhasabah pertama adalah liat ketaatanmu kepada suami.

Hebatnya Asiyah adalah dia bertahan sebagai istri Firaun, mungkin syariat Musa tidak mewajibkannya untuk cerai. Al Quran menyebut dia sebagai istri Firaun, artinya hak2 Firaun sebagai suami tetap dilayani kecuali bersetubuh. Firaun tak dapat menjamah tubuhnya karena Allah melindungi hambaNya ini. Setiap Firaun ingin memegang Asiyah maka dia jadi kaku, begitu seterusnya sampai Firaun kapok.

Yang bikin takjub adalah Asiyah tinggal di istana Firaun yang megah tapi sedikitpun dirinya terpesona terhadapnya. Justru pandangannya tertuju kepada kenikmatan ukhrawi yang tak terlihat oleh mata.

ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, (At Tahrim : 11)

Ke pasar jalan kaki padahal 2 mobil Alphard ngejogrog di garasi. Punya kasur 350 juta seperti yang dibeli Ammar Zoni tapi tidurnya di sajadah karena seringnya dia sholat malam. Makanannya melimpah ruah tapi yang masuk ke perutnya hanya beberapa butir kurma sebagai pembuka puasa. Orang kaya seperti ini belum tentu ada tiap 100 tahun sekali. Dan Asiyah adalah salah satunya.

Beda ama kita. Saya kasi tau kalian, dulu emak2 disini ada yang datang ngaji ke saya dengan kaos kaki robek di bagian tapaknya. Iya segitu prihatinnya hidup mereka, yang uda robek aja masih dipake. Tapi setelah punya rumah dan punya kendaraan gak pernah sekalipun menginjakkan kakinya ke Condet. ?

Begitulah manusia baru punya rumah BTN aja uda mager, baru punya mobil cicilan aja uda males silaturahim.

Yang bikin terperangah dalam perumpamaan ini adalah ketika bicara tentang istri Nuh dan istri Luth, Al Quran menekankan pada kata Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami. Ini isyarat bahwa para suami tersebut tidak cuekin istrinya, selalu diajarkan, diayomi, dan dibimbing. Perhatian suami kepada istri sedemikian besar sehingga digunakan kata tahta (pengawasan). Tahta itu kan adanya diatas, kalo ngawasin dari atas jadi lebih jelas terlihat daripada dibawah. Perhatian yang lebih melekat ini ternyata tak membuahkan hasil ! Si istri berkhianat.

Sementara tatkala bicara tentang istri Firaun, Al Quran tak menekankan pada kata tertentu. Artinya sebagai suami, Firaun tidak memberi perhatian sebesar perhatian kedua hamba yang saleh itu. Namun istrinya justru menjadi shalihah.

Begitulah… ada suami yang perhatiin istrinya, sang istri malah khianat.

Ada suami yang cuekin istrinya, sang istri malah jadi shalihah.

Tapi tetep bagi seorang perempuan yang salah bukan dirinya, yang salah orang lain. Padahal Feri ngarep Salah main di persija tapi bagi seorang istri pangkal kesalahan adalah suaminya. Gara2 dia badannya sekarang jadi melar. ?

Paragraf terakhir bikin bingung, ambigu, dan gak nyambung bang. Sengaja biar kayak pejabat, emang Zikri doang yang bisa bikin status ambigu. ??

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: