Berbohong Tidak Menjadi Pinokio

pinokio
Ilustrasi foto: republika.co.id
Bagikan

Berbohong Tidak Menjadi Pinokio

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Yang… ayah lagi mikir

Mikir apa ?, tanya istri saya

🎼Aku pernah berpikir tentang

Hidupku tanpa ada dirimu

Dapatkah lebih indah dari

Yang kujalani sampai kini 🎼

(lirik lagu Surat Cinta untuk Starla)

Itu dialog saya diatas motor pada suatu pagi saat anter istri ke kantor. Dan saya kasih bocoran kepada kalian senandung itu bohong, akal2an saya aja. Sumpah dah… belum pernah saya mikir seperti itu. Lagian ngapain mikirin perempuan yang uda jadi bini. Terus kenapa diomongin ? Yang jelas selesai saya bersenandung pegangan istri makin mesra.

Saya pernah muji Feri terus Feri bilang aah.. ente lebay bang. Padahal kalo pujian itu saya tujukan ke Fani, dia gak akan ngomong lebay.

Perempuan dan laki2 emang beda ketika menghadapi pujian. Perempuan merasa pujian itu untuk dirinya sementara laki2 melihat kebenaran dalam pujian tersebut. Bagi perempuan setiap pujian selalu benar. Hal ini karena akalnya perempuan setengah dari laki2 sehingga mereka senang dipuji tanpa melihat realitanya.

Tidak pernah aku melihat yang kurang akal dan agamanya, namun mampu menghilangkan keteguhan lelaki yang teguh, melebihi kalian wahai para wanita”. Maka para wanita bertanya kepada Nabi: “apa maksudnya kami kurang akal dan kurang agamanya wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab: “Bukanlah persaksian wanita itu semisal dengan persaksian setengah lelaki?”. Mereka menjawab: “ya benar”. Nabi melanjutkan: “Itulah kurangnya akal. Dan bukanlah wanita jika haid ia tidak shalat dan tidak puasa?“(HR. Bukhari no. 1462, Muslim no. 80).

Emak2 disini seneng banget kalo ketemuan terus ada yang bilang, “qo sekarang kurusan ?” kemudian ada lagi yang bilang, “pake apa sih qo jadi awet muda?”. Beuud.. ada orang yang ngomong begini, itu FB ampe muntah dicurhatin terus. Timbangan cuma turun sekilo aja girang banget dibilang kurusan. Padahal kalo ke pasar beli daging sekilo baru sadar betapa kecilnya angka sekilo. Begitulah karakter perempuan.

Memuji istri dengan kebohongan dalam kaitannya menjaga keharmonisan rumah tangga adalah boleh. Berdusta kepadanya dalam rangka menjaga romantisme cinta tidak berdosa.

Ada seseorang yang datang menemui Nabi ﷺ  dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku berdosa jika aku berdusta kepada istriku?’

Nabi ﷺ  menjawab, ‘Tidak boleh, karena Allah Ta’ala tidak menyukai dusta.’

Orang tersebut bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, (dusta yang aku ucapkan itu karena) aku ingin berdamai dengan istriku dan aku ingin senangkan hatinya.’

Nabi ﷺ, ‘Tidak ada dosa atasmu.’ (HR. Al-Humaidi dalam Musnad-nya no. 329. Hadits ini termasuk shahih menurut Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 498)

An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullahu Ta’ala ketika menjelaskan hadis ini,

“Adapun dusta dan bohong kepada sang istri, yang dimaksud adalah (dusta) untuk menampakkan besarnya rasa cinta atau janji yang tidak mengikat, atau semacam itu.”

Jadi besok2 kalo Agus curhat mengenai istrinya atau kalo Sigit minta nasehat perihal rumah tangganya, atau kalo yang lainnya nanya perihal hubungan suami istri, saya akan tanya lebih dulu, “Ente udah pernah berbohong kepada istri demi sebuah cinta ?”

Kalo jawabannya belum maka saya katakan kalian tidak berusaha menjaga cinta dalam rumah tangga. Saya tidak akan menyalahkan sang istri atas rumah tangga yang tidak harmonis coz tanggung jawab ini ada pada pundak suami.

Masih ingat hadits tentang sholat tahajud ?

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan istrinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun, ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang perempuan yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila suami enggan untuk bangun, ia pun memercikkan air ke wajahnya.” (HR. An Nasa’i. Hadits senada juga diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi)

Perhatikan hadits diatas. Siapa yang pertama kali bangun untuk sholat tahajud ? Suami. Nah.. rahmat itu akan turun jika suami yang pertama menggapainya.

So.. jangan lagi ada curhatan : istri ane begini bang bla bla bla

Kalian ini para suami, tahu gak jika akal perempuan itu setengah, maka berbicara kepada istri tidak seperti kalian bicara kepada teman laki2. Tapi asal kalian tau, ada hikmah yang besar dengan penciptaan perempuan berakal setengah. Dia mau dinikahi oleh kita !!

Punya gaji UMP, nikah beranak 2, setiap bulan dikasi duit 3,5 juta. Kerjaannya tiap hari masak, nyuci baju, urus anak plus urus suami. Gak pake guna2 atau pelet para perempuan pada mau diajak berumah tangga model begini. Padahal kalo perempuan pada mikir dikit seperti yang terjadi di negara Barat, mereka gak mau terikat dalam rumah tangga karena tau konsekuensinya. Atau jika terikat gak mau punya anak karena tau capeknya. Beruntung seorang muslimah mau dipersunting dengan menanggung beban yang besar. Ee.. uda nanggung beban masih dicemberutin suami. Dasar laki2 bodoh…

Beberapa bulan lalu ada temen SMP curhat. Dia menikah yang kedua kalinya dengan perempuan mojang priangan yang jauh lebih muda. Saat melihat fotonya saya bilang lumayan cantik. Dia bilang istrinya boros, saya tanya emang ente kasi duit berapa. Temen saya jawab tiap hari dikasi 100 ribu. Berarti sebulan 3 juta.

Saya langsung bales, “Lina istrinya Sule dikasi duit 200 juta/bulan minta cerai. Ente baru 3 juta aja nuntut macem2”.

Temen saya diem.

Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok maka berbaik2lah dengannya. Berumah tangga itu jangan pake otak, jangan pake itung2an pasti bubar. Berumah tangga itu pake cinta dan cinta itu diupayakan bukan tumbuh dengan sendirinya. Salah satu bentuk pengupayaannya adalah memujinya walau harus berdusta.

Dusta yang tidak boleh dalam rumah tangga menurut An-Nawawi adalah :

“Adapun berbohong (menipu) dalam rangka menahan (tidak menunaikan) apa yang menjadi kewajiban suami atau istri, atau mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak suami atau istri, maka ini haram berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.” (Syarh Shahih Muslim, 16: 135)

Misalkan suami biasa kasi uang bulanan ke istri 5 juta. Pada suatu saat suami ngasi 3,5 juta terus ngomong yang 1,5 juta untuk santunan yatim FKMUI. Padahal bukan. Nah yang kayak gini haram hukumnya.

Maka pujilah istrimu dengan kebohongan yang engkau sanggup ciptakan. Janjikan kepadanya cinta yang melimpah. Saat boncengin istri naik vespa PX biru di Yogya katakan, “Dek nanti kalo kita punya rezeki beli mobil ini (sambil nunjuk mobil Alphard) abang gak mau ban serepnya cuma satu. Uda beli mahal2 masa cuma satu”

“Lho dimana2 ban serep mobil kan cuma satu bang ?”

“Bagi abang satu itu untuk kamu, karena kamu cuma satu2nya buat abang”

Atau saat naik Vario hitam tahun 2013 jalan2 di percetakan negara bersama istri katakan, “Dek nanti kalo kita punya mobil abang mau bikin stiker family dibelakang. Tempelin gambar ayah dan khansa”

“Lho gambar saya qo gak ada bang ?”

“Gambar kamu uda tertempel di hati abang”.

Lebay ya..? Iyalah. Tapi inilah upaya kalian menjaga keharmonisan rumah tangga.

Tapi jangan katakan seperti ini : “Kalo abang punya duit, kita akan beli mobil esemka agar panas matahari yang nakal tidak menimpa wajahmu. Abang gak rela jika kulitmu disentuh oleh sinar matahari. Hanya abang yang telah ijab kabul yang boleh menyentuh kulitmu”.

Ini boongnya kebangetan. Masuk dalam dusta besar kayaknya. Walau istri jadi sayang tapi seluruh rakyat Indonesia jadi rusak.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: