Tutorial Menggunakan SPSS 24 Bagi Pemula

Tutorial SPSS 24 bagi pemula
Bagikan

Tutorial Menggunakan SPSS 24 Bagi Pemula

Oleh: Muhyidin, SKM

Dalam suatu penelitian, skripsi, tesis, maupun disertasi, hal yang paling menentukan dalam pengolahan data menjadi suatu informasi memerlukan pengolahan & analisa data. Kualitas informasi dan penulisan laporan  ditentukan oleh kecepatan dalam pengolahan dan ketepatan dalam analisa data. Salah satu aplikasi yang umum dan banyak digunakan dalam pengolahan data yaitu SPSS (Statistical Pacakge for the Social Sciences).

Sejak tahun 2009, SPSS telah dibeli oleh IBM sehingga sekarang namanya menjadi IBM SPSS Statistics. SPSS yang sebelumnya bernama Paket Statistik untuk Ilmu Sosial ini, dirilis pertama kali pada tahun 1968 oleh Norman H. Nie dan C. Hadlai Hull. Aplikasi ini banyak digunakan oleh lembaga pendidikan, para peneliti kesehatan, pemerintah, organisasi pemasaran, peneliti pasar, perusahaan survei, riset perbaikan mutu dan lain-lain. Awalnya  SPSS muncul dalam versi PC dengan nama SPSS/PC+ (versi DOS). Setelah populer sistem operasi Windows, SPSS mengeluarkan SPSS versi Windows mulai dari versi 6.0 hingga versi terbaru sekarang (tahun 2020 sudah versi 26 dan akan terus berkembang).

Memulai SPSS 24

Sebelum dibuka aplikasi SPSS 24 nya, pastikan dulu komputer/laptopnya sudah terpasang aplikasi ini ya. Sebetulnya SPSS seri lainnya mirip bentuk dalamnya, hanya beda beberapa variasi/update saja. Berikut ini langkah-langkahnya:

1.Klik Start –> Program –> IBM SPSS Statistic 24. Atau bisa pada ketik “SPSS” pada kotak Search samping logo Windows, ketika muncul icon SPSS 24 nya langsung klik. Kalau sudah ada “shortcut” icon SPSS 24 nya, tinggal klik saja icon tersebut.

2. Pada menu SPSS 24 akan muncul jendela sebagai berikut:

SPSS 24 saat dibuka

3. Selanjutnya pada pilihan “Type in data” tandai titik di sampingnya lalu klik OK atau tekan Enter.

4. Kemudian jendela/layar akan terbuka “Untitled – SPSS Data Editor” seperti gambar di bawah ini. Jendela ini dinamakan Jendela Data Editor. Tampilannya masih kosong karena belum ada data yang kita masukkan di dalamnya.

SPSS Jendela Data Editor

5. Lihat pada pojok kiri bawah terdapat jendela / kotak dengan nama (1) Data View dan (2) Variabel View. Tampilan Data View menampilkan database dalam bentuk angka, sedangkan Variabel view menampilkan keterangan tentang variabel yang mencakup: Nama Variabel, Type, Label, Values, dll.

Jendela Data View

6. Mengisi jendela Data View

Jika Anda memasukkan data untuk pertama kali, nama variabel akan dibuat secara otomatis (misalnya Var00001, var00002, ….). Mereka tidak terlalu informatif. Untuk mengubah nama ini, klik jendela Variabel View untuk merubahnya. Sebagai contoh berikut ini data lama waktu menunggu pasien di Poliklinik Gigi, Poliklinik Umum, dan Poliklinik Kebidanan.

Data View SPSS 3 poliklinik

Jendela Variabel View

7. Mengisi jendela Variabel View

Variabel View SPSS 3 poliklinik

Name atau nama variabel:

Aturan pemberian nama variabel adalah 1) Wajib diawali dengan Huruf, dan 2) tidak boleh lebih dari 8 karakter, serta 3) tidak boleh ada spasi (spacebar). Misalnya, anda tidak bisa mengetik “Poliklinik Gigi” atau “Poli-Gigi” sebagai variabel, tetapi hanya bisa “Gigi” saja.

Type atau jenis data:

Jenis data yang akan dientry kedalam SPSS dibedakan hanya 2 saja, yaitu 1) Angka atau Numerik (angka: misalnya “18” tahun ) dan 2) Huruf atau String (huruf: misalnya Amin, Laki-laki, Jalan Garuda)

Label atau keterangan variabel:

Karena nama variabel tidak boleh lebih dari 8 karakter, biasanya pemberian nama variabel menggunakan singkatan, supaya singkatan tersebut dapat dimengerti maka anda bisa memberi keterrangan atau penjelasan terhadap variabel tersebut di kolom label. Misalnya pada variabel “Gigi” anda bisa memberi label “Poliklinik Gigi”, variabel “Umum” bisa diberi label dengan “Poliklinik Umum” atau variabel “Kebidanan” diisi dengan label “Poliklinik Kebidanan”.

Values atau kode variabel:

Jenis kelamin dapat anda masukkan dengan mengetik “Laki” atau “Perempuan”, tetapi hal ini tidak efisien (waktu dan tenaga hilang percuma). Sebaiknya anda beri kode 1=”Laki” dan 2=“Perempuan”, sehingga anda cukup memasukkan angka 1 atau 2. Supaya nantinya output SPSS yang muncul untuk Kelamin bukan angka 1 dan 2 tetapi yang muncul adalah Laki dan Perempuan, maka anda perlu mengisi Values.

Karena untuk contoh ini tidak ada values yang harus diisi, jadi bisa dikosongkan saja.

Jendela Output

Walaupun tidak muncul pada saat pertama kali menjalankan program SPSS, ada jendela lain yang terbuka tetapi belum aktif yaitu jendela Output SPSS Viewer. Jendela output viewer akan menampilkan hasil-hasil analysis statistik dan graphic yang anda buat. (Selanjutnya disebut Jendela Output).

Sebagai contoh pada gambar berikut ditampilkan Jendela Output SPSS Viewer hasil analysis deskriptif distribusi frekuensi dari deskriptif statistik data lama tunggu pasien di atas. Caranya adalah seperti di bawah ini:

Deskriptif statistik SPSS

Klik Analyze –> Klik Descriptive Statistics –> Klik Descriptive –> Pindahkan 3 variabel Poliklinik ke Sebelah Kanan dan klik tanda panahnya –> Klik Options –> Centang data yang ingin anda tampilkan (misalnya mean, std deviasi, varians, kurtosis, dll) –> Klik OK

Variabel Descriptive Statistics SPSS

Setelah di klik OK, maka akan muncul Jendela Output untuk Descriptive Statistics yang kita buat tadi

Jendela Output SPSS

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: