Dosa Zina Mata dan Ghibah Menurut Al Qur’an

Dosa Zina Mata dan Ghibah Menurut Al Qur'an
Ilustrasi foto: bincangmuslimah.com
Bagikan

Dosa Zina Mata dan Ghibah Menurut Al Qur’an

Oleh: Deni Prasetio, SKM

Ketika berbicara tentang zina mata, Al Quran mengatakan:
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An Nur: 30)

Tapi ketika bicara tentang ghibah terhadap saudaranya, Al Quran menekankan:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat: 12)

Seorang muslim nonton konser Blackpink yang penyanyinya pake baju belum dijahit kemudian dia sholat dan istighfar maka Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Tapi jika seorang muslim menuduh muslim Palestina syiah, mengatakan mereka bukan kelompok sunni didepan publik. Atau merendahkan perjuangan Hamas, menuduhnya sebagai boneka AS, dsb padahal mereka asal ngomong. Kemudian dia sholat dan istighfar, apakah masalahnya selesai? Tidak, karena ayatnya menyuruh untuk taubat.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al Hujurat: 11)

Taubat itu artinya berjanji tidak bakal nuduh negatif terhadap muslim palestina.
Taubatnya dengan klarifikasi didepan publik tentang pernyataannya dahulu.
Dan semua dilakukan dengan penyesalan.

Maka orang-orang seperti R***** B*****, R*** H**** dan banyak lainnya yang males saya baca komentarnya. Mereka yang telah melontarkan tuduhan buruk kepada muslim Palestina harus klarifikasi kepada publik jika ingin tobat. Klarifikasi ini harus diketahui sejumlah orang yang mengetahui tuduhan tersebut. Ribet? Iya lah, itu sebabnya ayatnya ditutup dengan perintah bertakwa.

Jangan dikira menuduh orang yang baik adalah perkara sepele. Kasus haditsul ifki yang menimpa Aisyah ra adalah contoh nyata. Kenapa harus sampai turun ayat yang membela kesucian Aisyah? Kata ulama agar kesucian orang2 baik terjaga di dunia ini. Agar orang2 sholeh tidak disamakan kedudukannya dengan orang buruk.

Kalo dimata masyarakat tidak beda antara orang sholeh dengan orang buruk, tidak beda ulama dengan orang fajir. Perkataannya dianggap sama, amalnya pun idem trus kalo N***** M****** mo tobat kudu datangin siapa? A** J****, D**** S***** atau N**** D*******? Hancur tatanan masyarakat jika orang buta disamakan dengan orang yang melihat.

Begitu besarnya dosa tuduhan ini Al Quran menggunakan kata ‘azhim
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (QS An Nur: 15)

Dahsyatnya tuduhan kepada orang-orang baik sampa-sampai Al Quran mengulang 5 kata ‘azhim (besar) dalam menceritakannya. 4 kata digandengkan dengan adzab dan 1 kata digandengkan dengan sisi-Nya, dahsyat emang. Si R***** dan R*** enteng aja ngomongin keburukan Hamas padahal disisi Allah ini ‘azhim.

Jika tuduhan mereka dipercayai oleh manusia maka tak ada lagi orang yang mau berjihad. Sebagaimana ketika orang sholeh dituduh buruk sehingga manusia enggan menjadi sholeh.

So… daripada ngomongin yang buruk perihal kaum muslimin lebih baik diam. Kalo gak mau bantu mereka, diem aja gak usah ngomong atau beramal. Dan diam bukan perkara sulit. Tanya M**** A*** kiat-kiat diam yang baik.

Tapi kalo mulut uda gatel pengen ngomong mending nonton konser Dewa19 atau BTS sekalian, gampang tobatnya. Kemarin Army (sebutan fans-nya BTS) galang dana selama 1 pekan terkumpul 1 milyar buat Palestina. Kata istri saya, jaman ACT dulu mereka juga pernah kumpulin duit untuk rohingya. Edan… bener-bener akhir jaman. Orang fajir berlomba-lomba meraih surga sementara yang bergelar ustadz, kyai malah menceburkan diri pada kebinasaan.

Laa haula walaa quwwata illa billah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: