Jika Allah Ingin Mengazab
Jika Allah Ingin Mengazab
Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM
Banjir jabodetabek menyadarkan kita bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah. Air bah yang menghantam perumahan ciledug indah hingga menyeret mobil2 yang berada di sisi jalan adalah contoh konkrit kekuatan Ilahi. Betapa diri ini tak ada apa2nya.
Mobil parkir pake rem tangan, coba kalian dorong rame2 ke belakang gak bakal gerak tapi kalo dorong ke depan bisa jalan pelan. Namun mahluk Allah bernama air dengan santainya mendorong mobil ke belakang bahkan menjungkirbalikkannya. Bukan hanya itu di perumahan pondok gede permai itu mobil sampai numpuk kayak jemuran belum disetrika.
Manusia pikir dirinya paling hebat hingga berlaku sombong ternyata air yang lebih kuat darinya malah berlaku taat kepada perintah Allah. Just inpoh walau uda pernah saya singgung bahwa mahluk terkuat adalah ‘Arsy karena ia tempat bersemayamnya Dzat Yang Maha Besar. Dan air adalah mahluk yang menyangga ‘Arsy bukan karena air adalah mahluk terkuat tapi karena air memiliki kelembutan. Kekuatan hanya bisa dikalahkan oleh kelembutan, ini rumusnya. Demikian penjelasan Ibnul Qoyyim dari buku yang pernah saya baca.
Itu sebabnya laki2 yang keras hanya bisa ditaklukkan oleh kelembutan wanita. Makanya tak heran kalo kita liat ada pemimpin otoriter ditakuti oleh banyak orang malah tunduk pada kelembutan wanita.
Air yang menerjang Jakarta memperlihatkan manajerial Anies gak ada apa2nya. Itu sebabnya tidak boleh kita menuhankan manusia sehebat apapun karyanya. Banjir kemarin mereduksi semua kinerja pasukan biru dan oranye yang telah bersusah payah membersihkan saluran air dan danau di wilayah Jakarta. Musibah yang terjadi hanya menunjukkan siapa The Greatest yang layak dikagumi. Kita hanya mampu tunduk pasrah dihadapan kekuasaanNya.
Sesungguhnya banjir yang terjadi hingga menelan puluhan nyawa adalah gambaran bahwa manusia layak untuk diazab. Yang beriman tak mampu membela agama Allah, yang tak beriman menginjak2 agama Allah. Manusia model begini sudah sangat layak untuk diganti. ?
Dalam Al Quran ada tiga ayat senada dan seirama, yang membuat kita harus sadar bahwa kita masih hidup saat ini bukan karena amal kita sudah baik, bukan karena kita telah sukses berdakwah tapi karena Allah masih kasihan sama kita dan memberi kesempatan buat memperbaiki diri:
Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya. (An Nahl : 61)
Dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya. (Al-Kahfi : 58)
Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (Fathir : 45)
Jika Allah mengazab maka habis sudah semua yang bernapas dan bergerak dimuka bumi ini, tetapi ditangguhkannya azab ini agar kita bisa bertobat, kembali kepadaNya.
Bersyukurlah ternyata Allah mengasihi kita. Kita masih hidup saat ini dalam iman dan islam adalah bentuk kebaikanNya. Bersyukurlah musibah yang terjadi tidak menimpa agama kita. Sekedar air mampir ke rumah atau ada yang nginep beberapa hari setelah itu pulang adalah hal biasa. Sekedar buku2 rusak, kasur, kursi basah adalah hal biasa. Tapi jika sholat dilarang, puasa jadi haram, dan baca Quran menjadi perbuatan kriminal adalah musibah yang luar biasa. Dan ini yang sedang dialami oleh muslim Uyghur.
Bersyukurlah karena dengan masyarakat yang bersyukur maka musibah akan hilang. Bersyukurlah sebagaimana penduduk tanah yang diberkahi (mekkah dan madinah) bersyukur.
Ada dua kesaksian yang pernah saya baca perihal struktur tanah di Madinah. Pertama ada seorang mualaf profesor geologi dari Jepang. Saat ibadah umroh dia terkejut melihat struktur bebatuan di Madinah. Dia bilang bebatuan di Madinah menandakan adanya lempeng lebih besar dari Jepang, yang jika bergerak bakal menghasilkan gempa. Namun pada kenyataannya sampe sekarang gak pernah kita dengar Madinah kena gempa.
Kesaksian kedua dari seorang ahli gempa (saya lupa asal negaranya). Dia bilang tanah di Madinah menyimpan retakan besar yang berpotensi gempa. Belum pernah dia melihat potensi sebesar itu di dunia ini.
Ulama yang mendengar statemen ini mengatakan tanah di Madinah adalah tanah yang diatasnya paling banyak disebut nama Allah dan Rasulullah ﷺ sehingga musibah yang diprediksi tak pernah terjadi. Hal ini sejalan dengan firman Allah swt :
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, (Al ‘Araf : 96)
Mekkah dan Madinah adalah dua tempat teraman di dunia padahal keduanya berpotensi gempa. Dzikrullah adalah jawabannya. Potensi ini hanya akan muncul ketika dzikrullah hilang disana, yakni pada akhir jaman (eeh sekarang uda akhir sih… maksudnya akhir zaman keluarnya dajjal) sesuai nubuwat Nabi ﷺ.
“Tiada suatu negeri pun melainkan akan diinjak oleh Dajjal, kecuali hanya Makkah dan Madinah yang tidak. Tiada suatu lorong pun dari lorong-lorong Makkah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian Dajjal itu turunlah di suatu tanah yang berpasir (di luar Madinah). Lalu kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan-goncangan itu Allah akan mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik (dari Makkah–Madinah).” (HR. Bukhari no. 1881 dan Muslim no. 2943).
Ternyata di Mekkah Madinah bercokol orang2 kafir dan munafik. Terang aja dzikir hilang atau meredup disana sehingga terjadi gempa. Setelah para kafirun dan munafikun keluar dari sana karena merasa tidak aman barulah Mekkah Madinah tenang. Tanda2 bakal bercokolnya munafikun dan kafirun sudah dimulai dengan proses liberalisasi negara Saudi yang dilakukan oleh Muhammad bin Salman putra mahkota Arab Saudi. Dia buka bioskop, tempat dugem, dan terakhir pentas K-Pop. Kebijakannya tidak berhenti sampai sini, masih banyak hal2 lain yang akan memancing orang kafir dan munafik menginjakkan kakinya ke tanah haram.
Begitulah, bumi pertiwi ini tidak lebih berbahaya daripada tanah di mekkah dan madinah namun zikir disini lebih sedikit daripada disana. Tak heran jika musibah slalu menghantui.
Bentar lagi malam Jumat, disunnahkan baca surah Al Kahfi, bacalah. Karena ini bentuk dzikir kita pada hari Jumat. Masuk hari Jumat disunnahkan baca sholawat atas nabi, bersholawatlah. Karena ini realisasi iman kita.
Banjir gak usah dipikirin karena pada saatnya akan surut tapi iman yang turun akan semakin hilang jika tidak diiringi dengan perbaikan ibadah. Apa yang dialami Gayatri Muthari adalah contohnya. Dulu aktivis PII kemudian lanjut HMI, jilbab cantik, dan cerdas. Dambaan ikhwan banget, banyak yang naksir kata temen saya yang jadi juniornya. Menikah dengan orang Arab kemudian cerai dengan alasan rape marital. Kecewa dengan laki2 memilih hidup menjomblo hingga pergi ke Roma belajar agama Kristen, mau jadi orang bijaksana seperti Karen Armstrong yang nulis buku sejarah Tuhan.
Kalau kalian tanya agamanya apa maka jawabannya adalah agama daudiyah (versi perjanjian lama tentunya), agama yang mencampurkan semua ajaran samawi. Ust Haikal Hasan juga belajar sejarah agama, ambil gelar S-3 di Israel tapi akhir ceritanya berbeda dengan jalan hidup milik Gayatri. Ini karena ust Haikal Hasan memiliki iman sebelum belajar sementara Gayatri belajar saat iman hilang dalam dirinya.
Sekarang Allah kasih teguran kepada Gayatri dengan penyakit lupus. Badannya kurus, orang awam yang ngeliat langsung tau kalo dia sakit. Tapi hatinya lebih sakit daripada raganya. Luar dalam sakit, kalopun gratis dikasi saya gak bakal mau sama dia. Lebih baik saya nunggu Chelsea Islan masuk Islam. Lha qo kesini…? Maap salah ketik. ??
Udah ah… jangan lupa ntar malem atau besok baca surah Al Kahfi . Dan banyak2in sholawat kepada Nabi ﷺ. Saya tak akan bosan2nya mengingatkan kalian untuk membaca surah Al Kahfi sebagaimana saya tiada jemu menunggu Chelsea Islan baca surah Al Kahfi. ??

sebenarnya dia ini sakit atau bagaimana ya ? sempat baca beberapa postingannya di facebook saya kok asing sekali dengan apa yg dia amini, mohon pencerahannya pak tersebut adalah ajaran apa
sakit lupus…ajarannya tarekat daudiyah, silahkan bisa di googling detailnya search aja namanya nanti keluar deh info lengkapnya