Panduan Agar Ibadah Kurban Tetap Selamat Selama Pandemi Covid-19

Panduan Agar Ibadah Kurban Tetap Selamat
Ilustrasi foto: inhilklik.com
Bagikan

Panduan Agar Ibadah Kurban Tetap Selamat Selama Pandemi Covid-19

Daftar Isi

Oleh: Muhyidin, SKM

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang mulia dan istimewa bagi umat Islam. Di bulan ini, terdapat beberapa waktu ibadah terbaik dan memiliki keutamaan tersendiri. Dzulhijjah berasal dari 2 kata: Dzul yang artinya pemilik dan Al Hijjah yang artinya Haji. Beberapa waktu ibadah utama terdapat di bulan ini seperti ibadah haji dan umrah, berpuasa di 10 hari pertama terutama tanggal 9 Dzulhijjah, memperbanyak dzikir, shalat Ied, dan menyembelih hewan kurban.

Di antara amal ibadah yang disyariatkan untuk dilakukan pada bulan ini adalah menyembelih hewan kurban (udhiyah). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk ibadah kurban tahun ini bersamaan dengan adanya pandemic Covid-19 (coronavirus disease 2019).

Di satu sisi umat Islam perlu melaksanakan syariat kurban dan disisi lain perlu menjaga diri agar tidak tertular Covid-19 tersebut.

Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Laksanakanlah shalat untuk Rabmu dan sembelih-lah kurban.” (QS al-Kautsar: 2)

فَكُلُوا مِنْ هَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَ رَّ لَنْ ي نََالَ الَّلََّ لُُُومُهَا وَلا دِمَاؤُىَا وَلَكِنْ ي نََالُوُ التَّ قْوَى مِنْكُمْ

“Maka makanlah sebagiannya (daging kurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS al-Hajj: 36-37)

Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda:

Dari Aisyah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Tidak ada amal anak Adam di hari Nahr yang lebih dicintai Allah daripada menumpahkan darah. Kurban datang di hari kiamat lengkap dengan tanduk, kaki dan bulunya. Dan sesungguhnya darah sampai kepada Allah di suatu tempat sebelum jatuh ke tanah, Karena itu, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.”(HR al-Hakim, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi)

Hukum Berkurban

Mayoritas ulama berpendapat bahwa menyembelih kurban hukumnya sunnah muakkad. Di antara dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا رَأَيْ تُمْ ىِلََلَ ذِى الُِْجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَ لْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِه

“Jika masuk bulan Dzulhijah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih kurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (HR Muslim)

Hadits ini menyatakan, “dan salah seorang dari kalian ingin”. Artinya berkurban dikaitkan dengan keinginan dan kemauan sehingga hukumnya tidak wajib. Hanya saja bagi yang memiliki kelapangan dan kemampuan rezeki hendaknya ia berkurban agar tidak termasuk yang mendapat ancaman Nabi saw,

مَنْ كَانَ لَوُ سَعَةٌ وَلََْ يُضَحِّ فَلََ ي قَْرَبَنَّ مُ صَلََّنَ

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rizki) dan tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR Ibnu Majah)

Untuk dapat melaksanakan melaksanakan ibadah kurban di saat pandemi ini, kita dapat mengacu kepada:

  1. Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adhan dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H / 2020 Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.
  2. Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian Nomor: 0008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Corona Virus Disease (Covid-19)

(Baca juga: New Normal dan Hirarki Pengendalian Bahaya Saat Pandemi Covid-19)

Panduan Penyembelihan Kurban di Masa Pandemi

1.Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing)

  • Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik. Minimal jarak aman yaitu 1 meter;
  • Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban;
  • Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging;
  • Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

2. Penerapan kebersihan personal panitia

  • Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas. Jika ditemukan ada yang suhu tubuhnya >37,5 oC maka orang tersebut tidak diperkenankan masuk ke area pelaksanaan kurban;
  • Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan;
  • Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;
  • Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
  • Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah;
  • Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga;
  • Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan APD, tidak meludah/merokok serta memperhatikan etika meludah/bersin/batuk
  • Petugas yang melakukan pengulitan, penanganan dan pencacahan karkas/daging dan jeroan harus menggunakan APD paling kurang seperti masker, faceshield, sarungan sekali pakai, apron/celemek, dan penutup alas kaki/sepatu (cover shoes)

3. Penerapan kebersihan alat dan tempat penyembelihan

  • Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan;
  • Lakukan pembersihan dan disinfeksi area tempat pelaksanaan
  • Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

4. Tips Menjatuhkan Sapi Sebelum Disembelih

Tips ini diperlukan untuk menjatuhkan sapi sehingga tidak perlu banyak orang yang memegang untuk menjatuhkannya. Selain karena untuk menjaga jarak aman, cara ini juga dinilai tidak menyakiti sapi yang akan disembelih. Kalau untuk menyembelih kambing atau domba bisa dilakukan oleh 2 orang. Sedangkan sapi kalau cara tradisional biasanya dilakukan lebih dari 2 orang.

Ada 2 metode dalam menjatuhkan sapi yaitu Metode Rope dan Metode Burley

Metode Rope & Burley
Metode Rope & Burley untuk menjatuhkan sapi. Ilustrasi foto: tribunnews.com

Metode Burley

1.Lilitkan bagian tengah tali di atas leher sapi sambil mengelusnya

2. Kedua ujung tali lewatkan di bagian tengah di antara kedua kaki depan sapi. Selanjutnya tali dinaikkan ke atas punggung sapi

3. Kedua ujung tali disilangkan di atas punggung sapi

4. Turunkan tali dan masukkan kedua ujung tali ini ke bawah di antara kedua kaki belakang sapi

5. Tarik kedua tali ini secara bersamaan dengan kekuatan tarik yang sama. Insya Allah sapi akan duduk pelan-pelan tanpa panik. Pastikan menggunakan tali yang cukup besar agar gerakan tali terasa di kulit sapi. Ciptakan suasana tenang. Setelah sapi roboh, ikat keempat kakinya agar tidak berontak saat penyembelihan. Bagian kepala yang diikat dipegang dengan menutup mata dan telinganya agar sapi tidak stress ketika disembelih.

Cara merobohkan sapi metode Burley
Cara merobohkan sapi metode Burley

Metode Rope

1.Buat lingkaran di leher sapi menggunakan simpul bowline yang ditempatkan seperti ditunjukkan dalam gambar.

2. Lemparkan ujung tali ke punggungnya ke sisi yang berlawanan

3. Setelah sampai bawah sapi, ambil dan ikat melingkar di sekitar tubuhnya dan di bawah bagian tali yang berdiri dekat tali untuk membentuk simpul setengah tepat di belakang bahu sapi.

4. Dengan melemparkan ujung melewati punggung sapi lagi, buat setengah lagi seperti nomor 3. Menarik tali ke salah satu sisi akan memaksa sapi untuk berbaring ke sisi yang lebih kuat tarikannya.

Cara merobohkan sapi metode Rope
Cara merobohkan sapi metode Rope

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: