Ilustrasi foto: voa-islam.com
Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM
Ini materi gak mengenakkan buat yang berumah tangga. Tapi walau pait materi ini bagaikan jamu, mencegah terjadinya kerusakan sekaligus menambah imun kekebalan. Apa yang kalian baca bukan untuk dipraktekkan tapi sebagai bentuk kewaspadaan.
Realita :
Ada 400 pengadilan agama di Indonesia yang mayoritas sidangnya mengurus perceraian.
Tahun ini PA Bekasi mengurus 3000 kasus
PA Wonosobo 1300 kasus
PA Padang 1000 kasus
PA Medan 1600 kasus
Semua kasus didominasi oleh perceraian.
Itung2annya 400 PA x 1000 kasus = 400 ribu pasangan cerai tiap tahunnya di Indonesia.
Berarti hampir 1 juta orang gagal membina rumah tangganya.
Jika 30% perceraian menggunakan jasa lawyer maka bakal ada 300 ribu klien. Jika setiap kasus butuh biaya 10 juta maka ada perputaran uang 3 milyar setiap tahunnya. Bisnis ini menggiurkan. Itu sebabnya banyak kantor pengacara berdekatan dengan pengadilan agama.
Info dari teman saya lawyer semua perceraian diawali dengan pertengkaran. Dan awal pertengkaran mayoritas disebabkan oleh masalah ekonomi. Nah masalah ekonomi ini beragam pemicunya : ada yang karena gaji suami kecil, ada yang karena suami tidak bekerja (di PHK), ada yang karena suami males kerja, dan ada yang gaji istri lebih besar dari penghasilan suami. Sementara untuk masalah lain seperti perselingkuhan tidak banyak.
Kalo mau ditarik lagi kebelakang kenapa ekonomi menjadi sandungan dalam membina rumah tangga, disebabkan ketidaksiapan pasangan suami istri ini saat hendak menikah. Mental mereka masih kekanak2an termasuk pengetahuan tentang kewajiban suami istri yang minim. Mereka siap kawin tapi tidak siap menanggung beban pernikahan. Dari kasus2 perceraian yang ada kebanyakan istri yang gugat cerai. Bukan karena inisiatif istri tapi karena suami yang tidak mau urus perceraian. Dia suruh bininya ke PA. Padahal keputusan pisah ada di tangan suami. Disini tanggung jawab laki2 jadi tiada. Suami ucap talak tapi dia gak mau urus administrasi perceraian sehingga status istri menggantung. Ini suami uda cemen zhalim pula.
Akhirnya jadilah istri yang ajukan cerai ke PA. Tayangan di TV hari ini orang Bekasi antre sampe keluar pager PA urus cerai dan mayoritas perempuan ! Akibatnya jika istri yang gugat maka urusan di PA jadi ribet harus sidang berkali2. Kasian kalo ngeliat istri diperlakukan seperti ini. Belum lagi jika harus sewa pengacara jutaan rupiah. Uda jatuh ketimpa tangga dan keinjek2 pula. Makanya kalo wanita nikah sama duda hidup harus nanya bini sebelumnya bagaimana perilaku mantan suaminya. Jangan kayak Laudya Cinthia Bella main terima aja lamaran duda pengusaha tajir. Padahal bini pertamanya dulu cerai gara2 suaminya selingkuh, begitu tau sekarang suaminya selingkuh Bella juga minta cerai.
Perceraian itu tidak melihat pengetahuan agama. Yang pengetahuannya mendalam pun mengalaminya. Ada cerita dari teman saya begini :
Suami sebut namanya X adalah karyawan Astra kena rasionalisasi perusahaan. Dia di PHK dan nganggur sekian lama. Sebelumnya si istri Y sedang merintis usaha butik baju. Allah takdirkan usahanya maju punya gerai dan sampai meng-endorse artis. Penghasilan Y meroket walau belum bulan September disaat X tak berpenghasilan. Sebulan, dua bulan rumah tangga mereka masih awet tapi ketika lewat beberapa bulan mulai bermasalah.
Mulailah ribut2 kecil hingga ribut besar. Si X bukannya tak berusaha, ngelamar kesana kemari hingga punya cafe kopi. Namun tentu saja omzetnya tidak bisa menyaingi usaha istrinya yang sudah berskala nasional. Singkat cerita mereka bercerai dan masih sendirian sampai sekarang. Dua2nya orang pengajian, tau agama. Disaat yang lain cerai karena tidak punya uang, yang ini pisah karena kebanyakan uang hanya saja dari pihak istri yang lebih banyak.
Perceraian itu terjadi karena ketiadaan sabar dalam rumah tangga. Perihal gaji suami lebih besar itu ujian bagi suami untuk tidak memberikan kecuali hanya kepada satu istri. Perihal gaji istri lebih besar itu ujian bagi istri untuk bersedekah kepada keluarganya. Perihal keduanya tak berpenghasilan itupun ujian sabar bagi rumah tangga mereka.
Nabi ﷺ dulu saat awal penyebaran Islam tak berharta. Darimana beliau hidup ? dari harta istrinya, Khadijah ra. Toh rumah tangga mereka baik2 saja.
“ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku,”
(HR. Ahmad, 6:117. Syaikh Syuaib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih)
Inul di masa kejayaannya berpenghasilan miliaran bisa bertahan dengan mas Adam yang gak punya kerjaan kecuali memanagerinya dan awet sampai sekarang. Kita tau kalo suami jadi manager istri, itu artinya suaminya pengangguran.
Mpok Alpa berpenghasilan ratusan juta bisa bertahan dengan Aji Darmaji yang cuma mampu ngajak ke mall kalo ada duit THR dan awet sampai sekarang.
Orang dengan pengetahuan agama pas2an bisa mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Orang dengan pendidikan SMA tak mempermasalahkan siapa yang punya gaji besar.
Sementara,
Orang dengan pengetahuan agama bagus mempertanyakan kewajian suami memberi nafkah istrinya.
Orang dengan gelar tinggi mempermasalahkan harta pribadinya.
Memang benar syariat mengatur bahwa kewajiban mencari nafkah ada pada pundak suami.
Memang benar jika suami tak menafkahi istri 3 bulan berturut2 maka si istri berhak menggugat cerai suami sebagaimana yang dibaca dalam shighat taqlid saat akad nikah.
Tapi..
Kalian harus tau bahwa syariat selain membawa beban kewajiban pun membawa kemudahan.
Dalam kewajiban puasa ada rukhshoh bagi yang memiliki uzur.
Dalam kewajiban sholat ada rukhsoh dalam pelaksanaannya.
Dan dalam rumah tangga ada rukhshoh dalam membinanya yang bernama cinta.
Khadijah cinta dengan baginda Nabi Muhammad ﷺ sehingga rela memberikan hartanya demi dakwah Islam. Dan dengan inilah seorang Khadijah dikenal dunia.
Dan begitulah…
Pohon itu di kenal karena buahnya
Seorang istri di kenal saat suaminya miskin
Seorang suami di kenal saat istrinya sakit
Seorang kawan di kenal saat situasi sulit
Seorang mukmin di kenal saat di timpa ujian
Pandemi ini sedikit menyusahkan hidup kita. Harun yang biasa koleksi stiker sekarang ikut ngeramaiin lapak dagang. Bambang yang jarang komen juga ikut2an posting dagang. Yang lain pun sama. Memang ekonomi sedang terpuruk. Bersabarlah, tahan lisanmu dari kata cerai. Bersabarlah agar kelak orang mengenalmu sebagai pasangan yang saling mencintai. Dan agar kelak malaikat memuji kesabaranmu.
(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. (Ar Ra’d : 23-24)
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.