Ilustrasi foto: bing.com
Oleh: Deni Prasetio, SKM
Nabi Yunus berdakwah kepada kaumnya. Singkat cerita setelah sekian lama berdakwah kaumnya tak juga mau beriman. Mereka diancam bakal turun azab dalam 7 hari. H-3 jelang azab turun nabi Yunus berpikir inikan azab bakal turun ngapain juga dia ada disitu. Maka nabi Yunus pun pergi meninggalkan kaumnya tanpa perintah dari Tuhan. Ini kesalahan beliau, SOP-nya seorang nabi harus menunggu perintah dari Tuhan jika ingin pergi. Datang kepada suatu kaum atas perintah Tuhan, pun meninggalkannya juga atas perintah Tuhan. Gak bisa seenaknya, emang jalangkung datang tak dundang pulang tak diantar.
H-1 jelang azab, kaumnya Yunus berpikir ini azab pasti benar2 datang buktinya nabi Yunus sudah pergi meninggalkan mereka. Untungnya mereka masih pake otak, karena takut azab akhirnya mereka beriman sehingga azab yang dijanjikan tak terjadi. Jadi gara2 nabi Yunus pergi maka kaumnya beriman. Ini barokahnya orang sholeh, barokahnya seorang nabi, biar kata berbuat salah pun masih menjadi berkah bagi orang lain kata Gus Baha.
Nabi ﷺ pernah lupa rakaat sholat. Dalam hadits Bukhari diceritakan, siang hari sholat harusnya 4 rakaat tapi dikerjakan 2 rakaat. Ternyata beliau lupa, kekurangannya dikerjakan ditambah sujud sahwi. Kata nabi ﷺ Allah Ta’ala yang membuatku lupa. Andai nabi ﷺ tak pernah lupa maka kita tak pernah tau bagaimana tata cara sholat jika kekurangan rakaat atau kelebihan rakaat. Yang ada juga sholatnya kita ulang, tentu sungguh melelahkan. Lupanya nabi ﷺ adalah rahmat bagi umatnya.
Maka jadilah orang yang shalih, apapun yang terjadi pada dirimu hanya akan berkutat pada 2 kondisi yakni ihdal husnayain, 2 kebaikan.
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَآ إِلَّآ إِحْدَى ٱلْحُسْنَيَيْنِ ۖ
Katakanlah: “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (9:52)
Yang terjadi pada orang shalih hanya berputar pada kondisi baik atau lebih baik. Dalam kamusnya tak mengenal kata buruk. Indonesia mau gelap atau terang, mau dipimpin Jokowi atau Prabowo bagi orang shalih tetap kebaikan. Seperti halnya kisah Nuh dan kaumnya. Hujan badai dan tsunami yang melanda menjadi kebaikan bagi orang shalih sementara bagi orang kafir menjadi keburukan. Hidup bagi orang beriman ada badai baik, gak ada badai pun baik.
Maka kalo banjir kemarin bikin susah hidupmu periksa keshalihanmu. Karena takdir Allah selalu berjalan baik bagi orang shalih.
Senin kemarin setelah tahajud saya dan istri tidur dan bangun jam 05.33, 15 menit lagi jelang syuruq. Bertahun2 bangun malam walaupun tidur 10 menit jelang subuh, tak pernah saya ketinggalan adzan subuh. Baru kali ini nyaris bablas dan berdua istri pula. Biasanya salah satu dari kita ada yang melek nunggu subuh. Istri saya uda ribut aja qo bisa bablas adzan, gak denger sama sekali. Saya bilang: kamu merasa diri sebagai orang shalih gak? Kalo orang shalih bangun sebelum adzan atau ditidurkan saat adzan adalah baik.
Nabi ﷺ dan para sahabat pernah bablas subuh, bangun saat matahari sudah terbit. Para sahabat uda ribut aja sementara Nabi ﷺ menenangkan sambil berkata “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memegang ruh-ruh kalian sesuai kehendak-Nya dan mengembalikannya kepada kalian sekehendak-Nya pula”. Kemudian beliau menyuruh Bilal untuk adzan.
Andai Nabi ﷺ tak pernah ketinggalan sholat subuh maka kita tak pernah tau hukum qadha dalam sholat. Asalnya sholat itu hanya dilakukan pada waktunya. Jika waktu tersebut lewat maka kesempatan untuk sholat juga hilang. Ini seperti pelajar yang tidak masuk sekolah maka hari yang ditinggalkannya tidak bisa diganti dengan apapun sehingga dia disebut absen. Namun Nabi ﷺ pernah mengqodho subuh maka fikihnya ada qodho dalam sholat, begitu penjelasan Gus Baha.
Keterlambatan Nabi ﷺ dalam sholat jadi berkah bagi orang yang baru taubat atau baru hijrah, yang dulunya meninggalkan sholat. Orang shalih itu tepat waktu sholat baik atau diterlambatkan (bukan terlambat ya, perhatikan diksi yang saya pake) juga baik.
Dua pekan lalu Mustakim minta izin telpon saya. Awalnya dia nanya alamat rumah. Waah… saya nunggu2 pertanyaan ini dari orang Banjar malah orang Jepang yang bunyi. Mustakim nanya perihal ceramah ust Khalid Basalamah tentang #kabur aja dulu. UKB menyarankan orang Indonesia untuk pulang karena bahaya iman bagi yang tinggal di LN. Tanggapan saya, Mustakim merasa sebagai orang baik gak? Kalo orang shalih pasti segalanya dijadikan baik. Mau tinggal di Indonesia baik, tinggal di Jepang juga baik.
Mustakim balik nanya taunya sebagai orang baik gimana?
Dalam surah adh Dhuha diatas dikasi ciri orang baik gak jauh2 dari yatim, dhuafa, dan syukur.
Sedekah harus selalu hadir berapapun gajimu. Infak harus ada dalam kamus keuangan sebesar apapun kebutuhanmu. Sehingga anak yatim dan dhuafa tersantuni.
Yang kedua ibadah. Dalam materi lalu tentang keluarga Daud saya katakan syukur itu terkait dengan ibadah. Tak ada orang yang bersyukur tanpa melakukan ibadah.
Test case nya begini kata saya, coba Mustakim berdoa ya Allah bangunkan hamba jam 2 malam trus liat dibangunin gak. Jika ada kebaikan yang Allah ingin kita ada didalamnya berarti kita baik. Sebaliknya jika ada kebaikan sementara kita tak mampu bersamanya maka kita belum baik.
Dan jika mereka maju berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka maka Dia melemahkan keinginan mereka dan dikatakan (kepada mereka), ‘Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu’ (9:46)
Kalian resapi ayat yang saya bold diatas. Kalo uda berdoa supaya bangun malam tapi bablas mlulu itu tanda kita bukan orang shalih coz Tuhan tidak menginginkan kehadiran kita.
Kalo uda berniat sedekah ke yatim atau dhuafa tapi gak pernah kesampaian bukan karena pengeluaran kita lagi banyak tapi karena Tuhan tak menginginkan sedekah kita.
Jadilah orang baik karena sekarang ini bulan baik.
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.