Categories: Akidah

Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya

Bagikan

Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya

Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama dari jutaan malam lainnya. Salah satunya adalah malam ketika Al-Quran pertama kali diturunkan.

Malam mulia ini menjadi saksi awal turunnya wahyu yang kelak mengubah peradaban dunia.

Namun, bagaimana sebenarnya proses turunnya Al-Quran? Apakah berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya? Apa pula hikmah di balik diturunkannya secara bertahap?

A.Kedudukan Nuzulul Quran di Antara Malam Mulia Lainnya

Ada sejumlah malam yang nilainya lebih utama dari jutaan malam lainnya. Satu di antaranya adalah malam turunnya Al-Quran yang bertepatan dengan malam Al-Qadr (Lailatul Qadar).

Dalam Hasyiyah Asy-Syarwani dan lainnya disebutkan bahwa malam turunnya Al-Quran, nilai kemuliaannya berada pada urutan ke-2 setelah malam dilahirkannya Rasulullah ﷺ.

Adapun di bawahnya ada Malam Isra Mi’raj, Malam Arafah, Malam Jumat, dan Malam Nisyfu Sya’ban.

B. Dua Tahapan Turunnya Al Quran: dari Lauhul Mahfuz ke Bumi

Al-Quran diturunkan Allah ﷻ dengan dua cara. (1) Turun sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia (Baitul ‘Izzah). (2) Dari langit dunia, Al-Quran diturunkan ke bumi secara berangsung-angsur selama 23 tahun.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Abbas ra. sebagaimana dinukilkan dalam Tafsir Ath-Thabari, 3:191:

“Al-Quran diturunkan pada malam hari dari langit tertinggi ke langit dunia secara sekaligus (30 Juz). Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur selama beberapa tahun.”

C. Al Quran dan dan Lailatul Qadar: Kaitan Erat yang Perlu Diketahui

Al-Quran diturunkan secara keseluruhan ke Baitul ‘Izzah bertepatan dengan malam Al-Qadr (Lailatul Qadar), yaitu satu malam pada malam-malam terakhir bulan Ramadhan.

Dalilnya terungkap jelas dalam surat Al-Qadr (97) ayat pertama, “Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.”

Ibnu Abbas ra. pun menyebutkan bahwa Al-Quran turun secara keseluruhan lewat perantaraan Malaikat Jibril pada malam Al-Qadr (Lailatul Qadar). (Tafsir Ath-Thabari, 3:191).

D. Kapan Al Quran Pertama Kali Diturunkan? Ini Pendapat Para Ulama

Proses turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur ditandai dengan turunnya surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Adapun waktu kejadiannya adalah malam Senin, tanggal 17 Ramadhan tahun 610 Masehi.

Ada juga yang berpendapat tanggal 18, 19, 21, dan 24 Ramadhan.

Pertanyaannya, mengapa tanggal 17 disebut sebagai waktu turunnya Al-Quran? Jawabannya ada dalam surat Al-Anfāl (8) ayat 41.

“Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqān, yaitu hari bertemunya dua pasukan …”

Dalam ayat ini disebutkan bahwa Al-Quran turun kepada Rasulullah ﷺ bertepatan dengan hari Furqān, yaitu hari bertemunya dua pasukan saat Perang Badar pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah.

Dengan demikian, pada 17 Ramadhan terjadi dua peristiwa besar dalam sejarah kaum Muslim, yaitu turunnya Al-Quran untuk pertama kali di Gua Hira (Jabal Nur) dan dimenangkannya kaum Muslim dalam Perang Badar.

E. Perbedaan Cara Turunnya Al Quran dan Kitab Samawi Sebelumnya

Al-Quran diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia secara sekaligus, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah ﷺ selama 23 tahun.

Lalu, bagaimana dengan kitab-kitab samawi sebelumnya, seperti Taurat, Injil, dan Zabur? Apakah cara turunnya sama dengan Al-Quran?

Menurut Al-Qathan, kitab samawi terdahulu diturunkan sekaligus, tidak secara berangsur-angsur seperti Al-Quran. Hal ini diperkuat oleh firman Allah dalam surat Al-Furqān ayat 32:

“Berkatalah orang-orang kafir, ‘Mengapa Al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ Demikianlah, supaya Kami perkuat hatimu dengannya, dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).” (QS Al-Furqān, 25:32)

Ayat ini menunjukkan bahwa kitab-kitab sebelumnya diturunkan sekaligus. Seandainya kitab terdahulu diturunkan secara bertahap, kaum kafir tidak akan heran terhadap metode turunnya Al-Quran yang berangsur-angsur.

F. Mengapa Al Quran Diturunkan Secara Bertahap? Ini Hikmah Besarnya

Berbeda dengan kitab-kitab samawi sebelumnya, Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur dalam kurun waktu 23 tahun. Ada banyak hikmah di balik proses ini, di antaranya:

  1. Menguatkan dan meneguhkan hati Rasulullah ﷺ dalam menghadapi tantangan dakwah.
  2. Sebagai tantangan dan bukti kemukjizatan bahwa Al-Quran bukan karangan manusia.
  3. Mempermudah proses hafalan dan pemahaman serta pengamalan kandungan Al-Quran
  4. Selaras dengan peristiwa yang terjadi dan bertahap dalam penetapan hukum
  5. Sebagai bukti bahwa Al-Quran adalah wahyu dari Allah ﷻ yang turun sesuai kebutuhan dan kondisi umat Islam saat itu.

Dengan memahami hikmah di balik turunnya Al-Quran secara bertahap ini, kita semakin menyadari betapa sempurnanya Al-Quran sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.

📚 … Disarikan dari Mabahits fī Ulumil Qur’ān (Syeikh Manna Khalil Al-Qattan), Bahas Tuntas Nuzulul Quran (Sabilun Nashr) dan lainnya.

Muhyidin, SKM

Recent Posts

Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit

Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…

17 hours ago

Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga

Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…

17 hours ago

Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit

Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…

2 months ago

Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih

Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…

7 months ago

Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya

Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…

8 months ago

Adakah Mushola (Tempat Shalat) di RS Santo Borromeus Bandung?

Adakah Mushola (Tempat Shalat) di RS Santo Borromeus Bandung? Oleh: Muhyidin, SKM Bagi yang pertama…

1 year ago

This website uses cookies.