Ilustrasi foto: almowaten.net
Oleh: Ust.Deni Mardiana, Lc
Selama ini diantara kita sudah terbiasa membaca doa بسمك اللهم أحيا وبسمك أموت ketika menjelang tidur. Doa diatas memang ma’tsur bersumber dari hadis yang shohih dan tidak salah jika kita membacanya ketika hendak tidur. Namun, jika kita buka kembali hadis-hadis yang berkaitan dengan tuntunan rasul menjelang tidur, ternyata ada doa yang panjang yang diajarkan rasulullah Saw kepada kita. Doa ini lebih lengkap dan lebih sempurna, merangkum seluruh kondisi dan situasi yang dialami manusia dalam kehidupan kesehariannya. Karena tidur adalah setengah dari kematian dan tidak ada jaminan kita akan bangun kembali setelah tidur, ditambah lagi beban-beban kehidupan dunia yang seolah tidak kunjung selesai, dibutuhkan upaya manusiawi untuk menyandarkan kelemahan diri dihadapanNya. Beban-beban kehidupan itu terkadang terbawa mimpi, karena beratnya beban tersebut sehingga masuk kedalam alam bawah sadar kita dan terekam dalam sebuah mimpi ketika tidur.
Tidur sejatinya menjadi tempat istirahat sementara dari beratnya beban kehidupan. Aktifitas tidur harus digunakan sebagai sarana merelaksasi ketegangan demi ketegangan hidup yang dialami manusia setiap harinya. Sejatinya tidur menjadi ajang recovery terhadap kondisi kejiwaan dan kebathinan manusia. Tidur bukan saja tempat melepas lelah, namun tidur pun bisa menjadi tempat dimana manusia mengharapkan ketenangan dan kedamaian dalam hidupnya. Tenang dan damai dalam tidur tidak dilihat dari lamanya dia tidur, namun dilihat dari kualitas tidur itu sendiri. Maka dari itu, islam telah memberikan tuntunan kepada kita untuk bisa memanfaatkan tidur sebagai tempat persinggahan sementara menuju perjalan hidup selanjutnya.
Dibawah ini merupakan hadis yang menerangkan bagaimana tips dan langkah2 mendapatkan tidur yang berkualitas. Tidur yang menghadirkan ketenangan dan kedamaian.
وعن البراءِ بنِ عازبٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: ((إِذَا أَتَيتَ مَضْجعَكَ فَتَوَضَّأْ وَضُوءكَ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأيْمَن، وَقُلْ: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوضْتُ أَمْرِي إليكَ، وأَلْجَأتُ ظَهرِي إلَيْكَ، رَغْبَةً وَرهْبَةً إليكَ، لا مَلْجَأَ وَلا مَنْجَا مِنْكَ إِلا إليكَ، آمَنْتُ بِكِتابِكَ الَّذِي أنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أرْسَلْتَ، فإنْ مِتَّ مِتَّ عَلَى الفِطْرَةِ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ)). متفق عَلَيْهِ.
Artinya :
Dari Barra bin ‘Azib -semoga Alloh meridhoinya keduanya- berkata, Rasulullah Saw bersabda : “Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti kamu hendak melakukan shalat. Kemudian berbaringlah di atas bagian tubuh yang kanan. Lalu ucapkanlah, ”Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, dalam keadaan senang dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan, dan beriman kepada Nabi yang telah Engkau utus.” Apabila engkau meninggal dunia, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan jadikanlah ia ucapan terakhirmu.”
(HR. Muttafaq ‘alaih).
Makna hadis diatas setidaknya digambarkan dari penjelasan berikut ini :
1. Tidur bukan hanya aktivitas mengistirahatkan raga dari kelelahan, tidur dalam islam bisa menjadi sarana ibadah dan taqarrub kepadaNya.
2. Disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu, agar selama tidur kita dalam kondisi suci. Tentu juga hikmahnya agar tidur kita dijaga oleh Alloh lewat malaikatNya.
3. Cara tidur yang nyunnah itu berbaring diatas tubuh yang bagian kanan (miring ke kanan). Ada beberapa manfaat secara medis jika kita membiasakan tidur berbaring diatas tubuh sebelah kanan.
4. Tidur harus menjadi sarana ibadah, bukan sekedar istirahat semata. Maka konektivitas kita dengan Alloh harus dipastikan nyambung dan stabil. Doa diatas yang menggambarkan kepasrahan, ketundukan, tawakkal dan keyakinan akan takdir terbaik dari Alloh harus mewarnai perjalanan tidur kita sampai bangun kembali.
5. Betul bahwa ketika tidur mata kita terpejam, namun hati tidak boleh ikut terpejam. Hati harus tetap hidup dan terkoneksi dengan Alloh. Doa diatas adalah sarananya.
6. Tidak ada yang tahu kapan, dimana dan seperti apa kita akan meninggalkan dunia ini. Karena tidur adalah setengah mati maka setengah kematian akan kita alami bersama selama tidur tersebut. Maka dari itu, mengawali tidur sesuai tuntunan rasul adalah upaya kita menjemput husnul khatimah dalam keadaan fitrah.
Demikianlah paparan singkat mengenai perlunya memperhatikan tidur dan mengawali tidur sesuai ajaran rasulullah Saw. Tidur ibarat terminal, ia merupakan tempat persinggahan sementara menuju perjalanan selanjutnya. Manfaatkanlah persinggahan itu sebaik-baiknya. Nikmati dan rasakan proses relaksasi dari tidur itu sendiri. Relaksasi yang bukan sekedar relaksasi, tidur dalam islam menjadi sarana recovery atas kondisi fisik dan psikis manusia. Semakin berkualitas tidurnya, semakin baik kualitas hidupnya. Semakin baik tidurnya, maka semakin baik pula kehidupan dia di hari esok. Tidur sejatinya mengistirahatkan beban dan masalah kehidupan, maka ketika anda terbangun dari tidur tapi semakin berat beban kehidupanmu, itu pertanda anda yang salah dari tidurmu. Atau bisa jadi jarang pernah berdoa sebelum tidur. Alih-alih baca doa tidur yang panjang, doa tidur yang pendek pun sering kelupaan.
Semoga Bermanfaat!
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.