Ilustrasi foto: mediaindonesia.com
Oleh: Ust.Deni Mardiana, Lc
Betapa mulianya orang yang selalu dekat dengan Alloh. Apapun yang diucapkan serta apapun yang dikerjakan selalu berada dalam pusaran ketaatan dan dzikrullah. Inilah tugas pokok manusia hidup didunia.
Salah satu upaya mendekatkan diri kepada alloh ialah dengan senantiasa ingat dan menyebutNya. Itulah yang disebut dalam alquran dengan istilah Dzikrullah. Berdzikir berarti mengingat Allah SWT, baik dalam bentuk lisan maupun perbuatan. Memperbanyak mengingat Allah SWT selama hidup di dunia menjadi salah satu pembeda antara satu manusia dengan yang lainnya, bahkan rasul menggambarkan bahwa perumpamaan keduanya seperti orang yang hidup dan orang yang mati. Sebagaimana dalam sebuah hadist diterangkan; “Perumpamaan orang yang ingat akan Rabb-nya dengan orang yang tidak ingat Rabb-nya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Al-Bukhari). Hadis ini menjelaskan tentang kondisi manusia secara umum, ada manusia yang secara fisik terlihat sehat bahkan kuat namun secara ruh dia hampa dan kosong. Ada juga manusia yang secara fisik penuh keterbatasan namun ruh nya selalu hidup dan bersinar.
Aktivitas Berdzikir bisa dilakukan sendiri-sendiri maupun secara berjamaah. Baik sendiri maupun bersama2, keduanya memiliki keistimewaan khusus disisi Alloh Swt.
Diantara keistimewaan dzikir itu sendiri bisa kita simak dari paparan hadits dibawah ini :
Dari Abu Hurairah -semoga Alloh meridhoinya- berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah memiliki sekelompok malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari orang-orang berzikir. Apabila mereka menemukan sekelompok orang berzikir kepada Allah, maka mereka saling memanggil, ‘Kemarilah kepada apa yang kamu semua hajatkan’. Lalu para malaikat itu mengelilingi orang-orang yang berzikir dengan sayap-sayap mereka hingga ke langit. Apabila orang itu telah berpisah (bubar dari majelis zikir), para malaikat pun melesat naik menuju langit.
Maka Allah pun bertanya kepada mereka (padahal Dialah yang lebih mengetahui perihal mereka). “Dari mana kalian semua?” Malaikat menjawab, “Kami datang dari sekelompok hamba-Mu di bumi. Mereka bertasbih, bertakbir, dan bertahlil kepada-Mu.”
“Apakah mereka pernah melihat-Ku?” tanya Allah. Langsung dijawab malaikat, “Tidak pernah!” “Seandainya mereka pernah melihat-Ku?” timpal Allah. Malaikat menyahut, “Andai mereka pernah melihat-Mu, niscaya mereka akan lebih meningkatkan ibadahnya kepada-Mu, lebih bersemangat memuji-Mu, dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu.”
“Lalu apa yang mereka pinta pada-Ku?” tanya Allah lebih lanjut. “Mereka minta surga kepada-Mu,” jawab malaikat lagi. Allah pun kembali bertanya, “Apakah mereka pernah melihat surga?” Dijawab oleh malaikat, “Tidak pernah!” “Bagaimana kalau mereka pernah melihatnya?” timpal Allah. Malaikat pun kembali menjawab, “Andai mereka pernah melihatnya niscaya mereka akan bertambah semangat terhadapnya, lebih bergairah memintanya, dan semakin besar keinginan untuk memasukinya.”
“Dari hal apa mereka minta perlindungan?” sahut Allah lagi. “Dari api neraka!” jawab malaikat. Allah kembali bertanya, “Apa mereka pernah melihat neraka?” “Tidak pernah!” jawab malaikat. Allah bertanya lagi, “Bagaimana kalau mereka pernah melihat neraka?” “Kalau mereka pernah melihatnya niscaya mereka akan sekuat tenaga menghindarkan diri darinya,” sahut malaikat.
Pada akhir dialog, Allah berfirman, “Aku persaksikan kepadamu bahwasanya Aku telah mengampuni mereka.” Salah satu dari malaikat menyela, “Tapi, di situ ada seseorang yang tidak termasuk dalam kelompok mereka. Dia datang semata-mata karena ada satu keperluan, apakah mereka akan diampuni juga?”
“Mereka adalah satu kelompok di mana orang yang duduk bersama mereka tidak akan kecewa”. (HR Bukhari Muslim)
Makna hadis diatas setidaknya memberikan beberapa penjelasan :
Demikianlah paparan singkat seputar keistimewaan majlis dzikir. Semoga kita senantiasa diberi kenikmatan untuk selalu berdzikir baik dengan hati, lisan maupun dengan amalan. Semoga dzikir yang kita lantunkan semakin menentramkan hati dan jiwa kita semua. Jika misalnya dengan berdzikir kita masih belum merasa tentram dan damai, maka yang salah bukan dzikirnya. Tentu yang salah ada pada kondisi jiwa kita yang belum sepenuhnya ikhlas dan khusyu melakukan dzikir tersebut. Wallohu a’lam bisshowab…
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.