Categories: Ibadah

Apakah Kita Merasa Bahagia dengan Kehadiran Bulan Ramadhan?

Bagikan

Apakah Kita Merasa Bahagia dengan Kehadiran Bulan Ramadhan?

Siapa senang dengan kedatangan bulan Ramadhan, dialah orang yang hidup hatinya. Bagaimana tidak senang, sedangkan dia tahu kalau pada bulan Ramadhan Allah Ta’ala membuka pintu-pintu rahmat-Nya sehingga nikmatnya ibadah semakin terasa.

Syeikh Ahmad Zarruq mengatakan, “Hati yang hidup adalah hati yang merasa pedih atas kemaksiatan lalu berusaha menghindarinya. Dan, dia merasakan nikmat atas ketaatan sehingga berupaya mengejarnya …” (Syarah Al-Hikam Ibnu Atha’ilah)

Dalam Durratun Nashihin dikisahkan tentang seorang Majusi (penyembah api). Yang mana, dia punya penghormatan besar kepada kaum Muslim.

Pada suatu hari, dia mendapati anaknya makan di tengah pasar ketika kaum Muslim tengah menjalankan puasa Ramadhan. Lelaki ini pun marah dan memukul anaknya.

“Tidakkah engkau menghormati orang Islam yang sedang berpuasa? Sungguh, kamu tidak tahu diri makan di tengah pasar?” ujarnya.

Setelah mendapat peringatan keras dari ayahnya, si anak ini tidak berani lagi makan di tempat terbuka saat Ramadhan.

Tidak lama setelah itu, lelaki Majusi ini meninggal dunia. Pada malam harinya, seorang ulama di kampung halamannya bermimpi bertemu dengannya. Dia melihat laki-laki Majusi itu berada di dalam surga.

“Mengapa engkau masuk surga? Bukankah engkau seorang Majusi?” tanya ulama ini penasaran.

Dia menjawab, “Ya, betul. Hanya saja, saat tiba waktu kematian, aku mendengar suara di atasku:

‘Wahai para malaikat-Ku, jangan kalian biarkan orang ini mati sebagai Majusi. Muliakanlah dia dengan Islam karena telah menghormati bulan Ramadhan’.”

Ternyata, sebelum meninggal dunia, dia mendapat hidayah dari Allah Ta’ala sehingga meninggal dalam keadaan telah ber-Islam. Dia mendapat kemuliaan karena sebab penghormatannya terhadap bulan Ramadhan.

Jika seorang Majusi saja bisa mendapatkan anugerah sebesar ini, bagaimana pula dengan orang-orang beriman yang hatinya sangat merindukan kedatangan bulan Ramadhan? Keutamaan yang didapatnya niscaya akan lebih besar.

Pertanyaannya, senangkah kita dengan hadirnya bulan Ramadhan?

Sesungguhnya, siapa senang dengan kedatangan bulan Ramadhan, dialah orang yang hidup hatinya. Bagaimana tidak senang, sedangkan dia tahu kalau pada bulan Ramadhan Allah Ta’ala membuka luas pintu-pintu rahmat-Nya.

Senang dengan kehadiran bulan Ramadhan termasuk pula tanda hadirnya keimanan di dalam hati.

Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa merasa senang dengan kebaikannya dan merasa susah dengan keburukan, dialah orang beriman.” (HR Ath-Thabrani)

Tidak hanya itu, merasa senang dengan kedatangan bulan Ramadhan adalah setengah jalan dari diterimanya amal-amal ibadah Ramadhan kita.

Namun sebaliknya …

Siapa tidak suka dengan kehadiran bulan Ramadhan, itu adalah tanda kalau hatinya tengah bermasalah. Pelakunya akan terhalang dari keberkahan bulan Ramadhan.

Bagaimana tidak, dengan perasaan tidak sukanya atau perasaan terbebani, dia tidak akan serius dalam menjalani bulan Ramadhan. Bulan mulia ini akan dia perlakukan layaknya bulan-bulan yang lain.

Akhirnya, ibadah Ramadhan hanya sekadar ritual tahunan yang memberatkan. Yang mana, dia tidak mendapatkan apa-apa darinya kecuali haus dan lapar saja.

Maka, andaipun seseorang masih awam dengan ajaran Islam, akan tetapi dia berbahagia dengan kedatangan bulan Ramadhan, boleh jadi hal ini menjadi jalan bagi diterimanya amaliyah Ramadhannya di sisi Allah.

Bukankah ibadah hati, semisal hadirnya rasa cinta kepada ketaatan, bisa menyempurnakan, memperindah dan melipatgandakan pahala dari ibadah fisik?

Disarikan dari Durratun Nashihin (Syeikh Utsman Al-Khaubawi), Al-Ibâdât Al-Qalbiyyah (Dr. Muhammad Musa Al-Shareef), dan lainnya.

Muhyidin, SKM

Recent Posts

Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit

Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…

1 day ago

Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga

Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…

1 day ago

Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit

Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…

2 months ago

Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya

Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…

3 months ago

Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih

Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…

7 months ago

Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya

Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…

8 months ago

This website uses cookies.