Oleh: Muhyidin, SKM, MKKK (disarikan dari Materi Pembelajaran Bahasa Arab dari Ust. Ahmad Husain, Lc, M.Pd.I)
Dalam Bahasa Arab, kata (كَلِمَة) dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
Catatan: definisi kata (كَلِمَة) dalam Bahasa Arab yaitu lafadz yang terdiri dari beberapa huruf Hijaiyah yang memiliki makna.
Kata Isim (اِسْم) didefinisikan sebagai kata yang dipakai untuk menamai/menyebut orang atau menamai sesuai yang lain.
اِسْم = كَلِمَةُ يُسَمَّى بِهَا شَخْصٌ أَوْ شَيئُ آخَرُ
Dalam Bahasa Indonesia, kata Isim artinya NAMA. Ada juga yang berpendapat kata Isim artinya kata benda, tapi sebetulnya kata Isim tidak hanya kata benda saja.
Gender asal dari kata Isim yaitu مُذَكَّر (Laki-laki). Yang perlu dipahami dan dihapalkan yaitu Isim yang berbentuk مُؤَنَّث (Perempuan). Kalau sebuah kata Isim tidak masuk kategori مُؤَنَّث, maka dapat dipastikan kata Isim termasuk sebagai مُذَكَّر
Muannats Hakiki memiliki 2 ciri, yaitu:
a. تَلِدُ (melahirkan / bertelur), contoh: اِمْرَأَةٌ (perempuan), أُمٌّ (ibu), nama-nama berjenis kelamin perempuan, seperti مَرْيَم (Maryam), هِنْدٌ (Hindun)
b. مُتَزَوِّجْ (berpasangan, sesuatu yang namanya tetapi bendanya 2), contoh: عَيْنٌ (mata), يَدٌ (tangan), جَوْرَب (kaos kaki), نَعْلُ (sandal)
Muannats Majazi tidak dipakai, kecuali setelah Muannats Hakiki tidak bisa ditentukan apakah gendernya Muannats atau Mudzakkar. Misalnya untuk kata طَلْحَةٌ dan هَمْزَة, secara hakiki nama Thalhah dan Hamzah adalah nama laki-laki, walaupun terdapat huruf Ta Marbuthoh (ة) dibelakangnya.
Contohnya yaitu: مَدْرَسَةٌ (sekolah), كَبِيْرَةٌ (besar), طَوِيْلَةٌ (panjang), طَالِبَةٌ (siswa perempuan), مُسْلِمَةٌ (muslimah), بَعِيْدَةٌ (jauh)
Contohnya yaitu: كُبْرَى (besar), حُسْنَى (bagus/indah), يُمْنَى (sebelah kanan), صُغْرَى (kecil), سَلْمَى (patuh/tunduk)
Ini berlaku pada warna, contohnya yaitu: حَمْرَاءُ (merah), بَيْضَاء (putih), سَوْدَاء (hitam), صَفْرَاء (kuning). Isim Muannats ini berlaku pola wazan (فَعْلَاء).
Isim Nakiroh memiliki makna yang umum dan tidak spesifik, biasanya diakhiri dengan tanwin atau tidak diawali dengan huruf Alim Lam (ال) misalnya:
كِتَابٌ (sebuah buku) –> tidak spesifik buku yang mana
بَيْتٌ (sebuah rumah) –> tidak spesifik buku yang mana
اَلْكِتَابُ (buku itu) –> sudah spesifik buku yang dimaksud
اَلْبَيْتُ (rumah itu) –> sudah spesifik buku yang dimaksud
Contoh: اَلْبَيْتُ, اَلْكِتَابُ
Contoh: زَيْد, مُحَمَّد, خَالِد
Contoh: جَاكَرْتَا, إِنْدَوْنِيْسِي
Isim Insan dan Isim Makan terkadang disebut juga sebagai Isim ‘Alam (اِسْم عَلَمْ)
Isim Isyaroh ada 10 jenis, yaitu : هَذَا, هَذِهِ, ذَلِكَ, تِلْكَ, هَذَانِ, هَتَانِ, هَؤُلاءِ, أُوْلَئِكَ, ذَانِكَ, تَانِكَ
Isim Maushul ada 6 jenis, yaitu: الَّذِي ، الَّتِيْ ، اللَّذَانِ / اللَّذَيْن ، اللَّتَانِ / اللَّتَيْن ، الَّذِيْن, اْلأُلَى
Dhomir ada 14 jenis, yaitu;
هُوَ, هُمَا, هُمْ, هِيَ ,هُمَا, هُنَّ, أَنْتَ, أَنْتُمَا, أَنْتمْ, أَنْتِ, أَنْتُمَا, أَنْتُنِّ, أَنَا, نَحْنُ
Contoh: بَابُ الْبَيْتَ (pintu rumah), كِتَابُكَ (bukumu), بَيْتُ خَالِد (rumah Kholid)
Isim Jamak terbagi menjadi 3, yaitu:
Contoh:
مُسْلِمْ –> jamaknya menjadi مُسْلِمُوْنَ (status marfu’) atau مُسْلِمِيْنَ (status manshub)
كَافِرْ -> jamaknya menjadi كَافِرُوْنَ (status marfu’) atau كَافِرِيْنَ (status manshub)
Contoh:
مُسْلِمَةٌ (muslimah) –> jamaknya menjadi مُسْلِمَاتٌ (muslimah-muslimah)
صَائِمَةٌ (wanita yang berpuasa) –> jamaknya menjadi صَائِمَاتٌ (wanita-wanita yang berpuasa)
Contoh:
كِتَابٌ (kitab)–> jamaknya menjadi كُتُب (kitab-kitab)
بَابٌ (pintu)–> jamaknya menjadi اَبْوَاب (pintu-pintu)
Isim Mabni terbagi menjadi 5 jenis, yaitu:
Baca juga: https://muhyidin.id/macam-macam-dhomir-dalam-bahasa-arab-beserta-contohnya/
Isim Mu’rob Marfu’ terbagi menjadi 6, yaitu:
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.