Gigitan dapat disebabkan oleh hewan liar dan hewan peliharaan (termasuk manusia), dan dapat berkisar dari ringan hingga serius. Penting untuk menilai tingkat keparahan gigitan serta risiko infeksi untuk menentukan pertolongan pertama dan perawatan yang tepat.
Jika gigitan berasal dari hewan liar atau dari hewan peliharaan yang status imunisasinya tidak diketahui, maka rabies menjadi perhatian. Segera cari pertolongan medis dari dokter, meskipun gigitannya ringan dan kulit hampir tidak pecah. Vaksinasi segera dapat mencegah berkembangnya rabies. Meskipun rabies pada manusia jarang terjadi, namun bisa berakibat fatal.
Binatang peliharaan paling sering menyebabkan gigitan binatang. Anjing lebih sering menggigit daripada kucing, tetapi gigitan kucing lebih sering menyebabkan infeksi. Gigitan dari binatang peliharaan yang tidak diimunisasi dan binatang liar membawa risiko rabies. Rabies lebih sering pada raccoons (rakun), skunks (sigung), kelelawar dan musang daripada kucing dan anjing. Kelinci, squirrels (tupai) and binatang pengerat lain jarang membawa virus rabies.
Ikuti petunjuk berikut sebagai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) jika tergigit binatang
P3K untuk luka ringan
Jika gigitan tidak merusak keutuhan kulit dan tidak ada bahaya rabies, obati seperti untuk luka ringan biasa.
Cuci luka dengan sabun dan air.
Oleskan krim antibiotik untuk mencegah infeksi dan tutup luka gigitan dengan balutan bersih.
P3K untuk luka dalam
Jika gigitan binatang menyebabkan luka tusuk dalam pada kulit atau kulit robek dan berdarah, beri tekanan dengan kain kering, bersih untuk menghentikan perdarahan dan konsultasi ke dokter.
Infeksi. Jika terlihat tanda infeksi seperti bengkak, merah, nyeri atau bernanah, segera konsul ke dokter
Dicurigai rabies. Jika gigitan dilakukan – oleh binatang yang membawa virus rabies — binatang liar atau peliharaan yang tidak diketahui status imunisasinya – segera konsul ke dokter
Dokter menganjurkan imunisasi tetanus setiap 10 tahun. Jika imunisasi terakhir lebih dari 5 tahun dan luka dalam atau kotor, dokter akan menganjurkan imunisasi ulang (booster). Imunisasi ulang harus dilakukan dalam 48 jam setelah luka.
Pertolongan Pertama Gigitan Binatang
P3K untuk gigitan serangga
Jika ada tanda syok anafilaksis, panggil ambulans
Jika sengatan masih ada, jepit & angkat
Kompres dingin utk mengurangi nyeri & bengkak
Kutu dapat menularkan penyakit & infeksi karena itu harus dibuang secepatnya. Angkat kutu dengan menggoyang-goyangkan sehingga tidak ada yang tertinggal
Pertolongan Pertama Gigitan Serangga
P3K untuk tersengat ubur-ubur (jelly fish)
Segera siram daerah yang tersengat dengan air laut.
Jangan tempelkan es dan jangan menggosok kulit yang tersengat.
Oleskan vinegar (cuka) untuk mengurangsi nyeri.
Singkirkan fragment tentakel yang besar. Cukur bagian yang terkena untuk menghilangkan sisa tentakel.
Oleskan kembali vinegar seperlunya
P3K untuk gigitan binatang laut
Tuangkan cuka atau air laut untuk melumpuhkan sel yang menyengat yang belum melepaskan racun. Jangan pakai alkohol atau menggosok dengan pasir
Taburkan talc agar sel yang menyengat saling melekat.
Pertolongan Pertama Gigitan Binatang Laut
P3K untuk gigitan ular
Segera menjauh dari area tempat gigitan terjadi. Jika ular masih menempel gunakan tongkat atau alat untuk melepaskannya.
Singkirkan segala sesuatu yang ketat dari sekitar bagian tubuh yang digigit (mis .: cincin, gelang kaki, gelang) karena ini dapat membahayakan jika terjadi pembengkakan.
Yakinkan korban. Banyak gigitan ular disebabkan oleh ular tidak berbisa. Dan bahkan setelah gigitan ular berbisa, risiko kematian tidak langsung terjadi.
Jangan pernah menggunakan tourniquet arteri yang ketat.
Metode Perban Imobilisasi Tekanan Australia (PIB) hanya direkomendasikan untuk gigitan ular neurotoksik yang tidak menyebabkan pembengkakan lokal.
Menerapkan tekanan di tempat gigitan dengan bantalan tekanan mungkin cocok dalam beberapa kasus.
Hindari metode pertolongan pertama tradisional, obat-obatan herbal, dan bentuk pertolongan pertama yang tidak terbukti atau tidak aman lainnya.
Bawa orang tersebut ke fasilitas kesehatan secepat mungkin
Parasetamol dapat diberikan untuk nyeri lokal (yang bisa parah).
Muntah dapat terjadi, jadi letakkan orang tersebut di sisi kiri dalam posisi pemulihan.
Pantau jalan napas dan pernapasan dengan cermat dan bersiaplah untuk melakukan resusitasi jika perlu.
Letakkan korban dan diberi nasehat untuk tenang
Cuci luka dengan sabun & air, dan tutup luka dengan perban kering
Tekan luka dengan perban gulung dan imobilisasi luka.
Penting membedakan antara gigitan ular biasa dan gigitan ular berbisa. Gigitan ular biasa dapat menimbulkan rasa nyeri dan ketakutan.
Gigitan ular berbisa tidak selalu berarti bisa sudah masuk melalui gigitan
JIka seseorang menerima gigitan, periksa apakah ada gejala keracunan,
Usahakan korban tenang dan tangani syok,
Pertahankan daerah gigitan lebih rendah dari jantung, dan tidak bergerak
Jangan gunakan alkohol
JIka tergigit ular tidak berbisa, ular mungkin tetap menggigit di tempat dan tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.
Untuk melepaskan ular, dapat digunakan sendok metal untuk membuka mulutnya, atau merendam bagian tubuh yang tergigit dalam bak air – ular tidak dapat bernafas dan akan pergi
Alternatif lain : duduk tenang di tanah, rileks dan tunggu sampai ular melepas gigitan dan pergi. Jika korban membuat gerakan mendadak, ular akan semakin menggigit
Pertolongan Pertama Gigitan Ular
Catatan
Terdapat 450 spesies ular di Indonesia, tetapi hanya beberapa yang berbisa (misalnya di Jakarta 5 spesies). Orang Indonesia sering salah mengidentifikasi ular, dan biasanya mengatakan semua ular berbisa
Ular yang tidak dapat diidentifikasi harus dianggap berbahaya. Beberapa jenis ular berbisa: