Ilustrasi foto: clearrisk.com
Oleh: Muhyidin, SKM
Dunia keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dipenuhi dengan terminologi, akronim, dan definisi. Di antara istilah K3 yang digunakan di tempat kerja yaitu incident (insiden), accident (kecelakaan) dan nearmiss (hampir celaka) sangat umum dan sering tertukar. Dalam kebanyakan kasus, mereka menunjukkan tingkat kerusakan yang diakibatkan dari kejadian di tempat kerja. Terlebih lagi, mereka membuat dasar untuk dua filosofi kesehatan dan keselamatan tempat kerja yang menjadi dasar untuk membangun langkah dan kontrol keselamatan. Tapi apa sebenarnya maksud mereka? Dan apa perbedaan diantara ketiganya?
Di permukaan, mereka sepertinya menggambarkan hal yang sama, tetapi sebenarnya mereka sangat berbeda. Untuk memahami perbedaannya, pertama, Anda perlu meninjau definisinya:
Jadi, sebuah insiden bisa melibatkan nyaris celaka (nearmiss), di mana seseorang nyaris menghindari cedera atau penyakit. Tetapi, jika terjadi cedera serius, kita berbicara tentang kecelakaan. Kesamaan mereka adalah bahwa kedua peristiwa tersebut tidak direncanakan (unplanned) dan dapat menyebabkan kerusakan pada tempat atau benda. Namun, hanya kecelakaan yang menyebabkan cedera atau penyakit serius pada orang-orang. Jadi, semua kecelakaan (accident) adalah insiden, tetapi tidak semua insiden adalah kecelakaan. Oleh karena itu, insiden lebih sering terjadi daripada kecelakaan, pada kenyataannya, kecelakaan hanya mencapai 2% dari insiden. Namun, apakah itu berarti bahwa mereka tidak boleh diberi prioritas dalam protokol keamanan kita?
Secara mudahnya yaitu, incident = accident + neamiss
Unsafe act / unsafe behavior (perilaku tidak aman) & unsafe condition (kondisi tidak aman) bukan termasuk nearmiss / close-call / near-collision. Namun yang perlu diingat bahwa unsafe act & unsafe condition tersebut jika tidak dikontrol dapat menyebabkan nearmiss atau accident. Deviasi berupa unsafe act & unsafe condition akan sangat berpotensi mengalami neamiss hingga major injuris (kecelakaan berat) sebagaimana segitiga kecelakaan dari Frank Bird pada tahun 1974 di bawah ini.
Kita semua pernah mendengar pepatah ‘terjadi kecelakaan’. Tapi, apakah cukup baik untuk kembali pada kesehatan dan keselamatan di tempat kerja? Haruskah Anda dan karyawan Anda harus menerima bahwa kecelakaan pasti akan terjadi dan bersiap untuk kemungkinan itu?
Program keselamatan kita harus ada untuk menemukan bahaya, menerapkan kontrol dan mencegah terjadinya kecelakaan. Dengan berasumsi bahwa kecelakaan akan terjadi terlepas dari tindakan kita, kita mengatakan bahwa penyebabnya tidak ada dan kita merusak upaya keselamatan kita. Pada kenyataannya, akar penyebab kecelakaan seringkali berasal dari peristiwa yang dapat diprediksi, yang dapat dicegah jika tindakan yang tepat telah diambil.
Di sisi lain untuk menerima bahwa kecelakaan terjadi adalah konsep bahwa semua kecelakaan dapat dicegah. Meskipun idenya tidak sepenuhnya akurat, ini mengubah pola pikir tindakan keamanan yang kami terapkan. Dengan mengambil pendekatan tanpa kecelakaan terhadap kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, kita menjadi jauh lebih proaktif. Kita dapat bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi bahaya sebelum bahaya terjadi dan menerapkan kebijakan dan prosedur berdasarkan insiden masa lalu dan kejadian nyaris celaka.
Alangkah baiknya untuk berpikir bahwa semua kecelakaan dapat dicegah. Namun pada kenyataannya, akan selalu ada beberapa tingkat kesalahan, baik itu manusia, teknologi atau bahkan hanya nasib buruk. Kami tidak dapat meramalkan setiap kemungkinan, setiap detik setiap hari. Tapi, yang bisa kita lakukan adalah bersikap proaktif tentang upaya mencegah kecelakaan. Selain itu, dengan menangani insiden dan nyaris celaka secara serius dan menyelidiki penyebabnya, kita dapat mencoba melakukan segala daya untuk menghentikan insiden berulang atau lebih buruk lagi, kecelakaan yang terjadi di masa depan.
Pada akhirnya, setiap insiden yang terjadi memberikan potensi nyaris atau kecelakaan di masa depan. Untuk mengurangi jumlah kejadian dan kecelakaan yang terjadi maka perlu dilaksanakan program kesehatan dan keselamatan kerja yang:
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.