Ilustrasi foto: scimoms.com
Oleh: Muhyidin, SKM
Masih banyak orang yang salah kaprah antara perbedaan hazard & risk. Bahkan orang yang berkecimpung dalam dunia K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) pun masih ada yang keliru mengenali kedua perbedaan tersebut.
Arti kata hazard bisa membingungkan. Seringkali kamus tidak memberikan definisi khusus atau menggabungkannya dengan istilah “risiko”. Misalnya, sebuah kamus mendefinisikan bahaya sebagai “a danger or risk” yang membantu menjelaskan mengapa banyak orang gunakan istilah secara bergantian. Ada banyak definisi untuk “hazard”. Berikut ini beberapa definisi hazard:
Dari berbagai definisi dari berbagai lembaga/entitas di atas, maka hazard bisa diartikan sebagai sesuatu yang berpotensi/dapat menimbulkan kerugian. Kalau dalam bahasa Indonesi, hazard sering diartikan dengan bahaya.
“Sesuatu” dapat berupa zat/bahan, keadaan/kondisi, peralatan, metode, material atau kegiatan.
“Kerugian” dapat berupa cedera (aspek keselamatan), gangguan kesehatan atau penyakit bagi pekerja (aspek kesehatan), kerusakan peralatan, kerusakan lingkungan, gangguan pada proses kerja, citra dan nama baik institusi/lembaga, atau menurunnya kepercayaan masyarakat.
Jadi bahaya merupakan SIFAT (memiliki potensi).
Derajat suatu bahaya dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti:
• Sifat alami (bawaan)
• Besaran (magnitude). Besaran ini tergantung kepada konsentrasi, intensitas, dan volume.
Menurut ADPC/Asian Disaster Preparedness Center, bahaya diklasifikan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Natural hazards (bahaya alami) seperti gempa bumi atau banjir timbul dari proses alam yang murni di lingkungan.
2. Quasi-natural hazards (bahaya semi alami) seperti kabut asap atau penggurunan muncul melalui interaksi proses alam dan aktivitas manusia.
3. Technological (or man-made) hazards (bahaya teknologi atau buatan manusia) seperti toksisitas pestisida terhadap fauna, pelepasan bahan kimia atau radiasi yang tidak disengaja dari pembangkit nuklir. Ini muncul secara langsung sebagai akibat dari aktivitas manusia.
Menurut CCOHS / Canadian Centre for Occupational Health and Safety, bahaya diklasifikan menjadi 7 jenis yaitu:
1. Bahaya kimia misalnya: berbeda berdasarkan aspek fisik, kimia, dan komponen toksiknya. Ada bahan kimia berracun yang mempengaruhi tubuh atau bahan kimia
yang menyebabkan kebakaran atau ledakan, dsb.
2. Bahaya ergonomi misalnya: gerakan berulang (repetitive movement), pengangkatan manual (manual handling), postur yang janggal, pengaturan stasiun kerja yang buruk.
3. Bahaya biologi misalnya: bakteri, virus, serangga, tumbuhan, burung, binatang, jamur, mikroorganisme lainnya.
4. Bahaya fisika misalnya: kebisingan, getaran, temperatur ekstrim, tekanan udara, pencahayaan, radiasi (pengion dan non pengion).
5. Bahaya psikososial misalnya: stress, kekerasan / bullying, jam kerja, beban kerja.
6. Bahaya keselamatan misalnya: tergelincir/tersandung, pelindung mesin tidak sesuai, peralatan tidak berfungsi/rusak, kebakaran, kendaraan bermotor, alat angkat/angkut, tangga, mesin.
7. Bahaya tempat kerja misalnya: kualitas udara dalam ruang, ruang terbatas (confined spaces), laser, ventilasi, bekerja sendiri, bau.
Klasifikasi bahaya yang umum digunakan mencakup lima kategori bahaya berikut:
· Biologis: bakteri, virus, mikro-organisme lain, serangga, tumbuhan, hewan
· Kimiawi: racun, racun yang mempengaruhi tubuh atau bahan kimia yang menyebabkan kebakaran atau ledakan
· Fisik: listrik, radiasi, tekanan, kebisingan, ketinggian, getaran
· Ergonomi: gerakan berulang, penanganan manual, desain tempat kerja, pekerjaan dan tugas rancangan
· Psikososial: stres, kekerasan dan stresor tempat kerja lainnya.
Menurut Vinner (1991), bahaya diklasifikan berdasarkan sumber energinya yaitu:
Bahaya di tempat kerja dapat berasal dari setiap komponen sistem kerja maupun interaksinya dari manusia, lingkungan kerja, metode/cara kerja, material dan bahan, mesin dan peralatan.
Suatu hazard (bahaya) dapat menjadi risk (risiko) jika terdapat exposure (pajanan / paparan). Dalam konteks K3, maka perspektifnya adalah MANUSIA. Kata kunci dari exposure yaitu adanya kontak. Pajanan tidak hanya terjadi karena adanya agen berbahaya di lingkungan. Harus ada kontak antara agen dan batas luar tubuh manusia, seperti saluran pernafasan (airway), kulit dan mulut.
Pajanan dapat didefinisikan sebagai “kontak bahan kimia, agen fisik, atau biologis dengan batas luar sebuah organisme ”. Pajanan sering diartikan sebagai fungsi konsentrasi dan waktu.
Exposure / pajanan dipengaruhi oleh jumlah bahaya yang kontak dan frekuensi kontak. Rumusnya yaitu:
E (exposure) = C (concentration) x T (time)
Risiko didefinisikan sebagai KEMUNGKINAN suatu bahaya/hazard untuk menimbulkan kerugian. Jika ada pertanyaan seberapa mungkin menimbulkan kerugian? Maka itulah yang disebut dengan tingkat risiko.
Risiko akan muncul apabila ada BAHAYA & PAJANAN.
Berikut ini rule of thumb yang perlu diingat:
Jadi, risiko merupakan WAKTU (probability to loss)
Dalam perspektif HEALTH, rumus dari risk yaitu:
Dalam perspektif SAFETY, rumus dari risk yaitu:
Formulasi risiko yaitu:
Dimana:
Jadi, risk = Consequence/Severity x Likelihood/Probability
Tingkat risiko dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti tingkat bahaya dan waktu (frekuensi & durasi)
Jika Likelihood/Probability pada tingkat yang sangat rendah (Jarang/Sangat Jarang), maka Tingkat Risiko akan dipengaruhi oleh Tingkat Consequence/Severity (Loss). Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa RISK is LOSS.
R = C/S x L/P –> Level of Risk
Referensi:
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.