Ilustrasi foto: menafn.com
Oleh: Muhyidin, SKM
Tujuan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja sesuai UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja.
Faktor manusia mengacu pada lingkungan, organisasi dan faktor pekerjaan, dan karakteristik manusia dan individu, yang mempengaruhi perilaku di tempat kerja dengan cara yang dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan. Definisi ini mencakup tiga aspek yang saling terkait yang harus dipertimbangkan: pekerjaan, individu, dan organisasi:
Human factors (faktor manusia) secara langsung menyebabkan atau berkontribusi pada banyak kecelakaan. Dalam beberapa model kecelakaan seperti teori Domino dan Swiss Cheese model, bahwa perilaku tidak aman (unsafe act) adalah salah satu penyebab terjadinya kecelakaan. Laporan Keselamatan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) 2003 menemukan bahwa dalam 24 dari 93 kecelakaan (26%), peristiwa yang disebabkan oleh pemeliharaan memulai rantai kecelakaan. Secara keseluruhan, manusia adalah penyebab terbesar dari semua kecelakaan pesawat. Pada masa-masa awal penerbangan (tahun 1903), sekitar 80% kecelakaan disebabkan oleh mesin dan 20% disebabkan oleh kesalahan manusia. Hari ini statistik itu telah berbalik. Sekitar 80% kecelakaan pesawat disebabkan oleh kesalahan manusia (pilot, pengendali lalu lintas udara, mekanik, dll.) dan 20% disebabkan oleh kegagalan mesin (peralatan). (Boeing, 2007).
Menurut Garrison (1989) dalam CSPS (1994), menunjukkan bahwa dalam periode 1985-1990, kesalahan manusia merupakan faktor signifikan dalam lebih dari $ 2 miliar kerusakan properti di CPI (Chemical Process Industry). Hasil ini tidak terbatas pada perusahaan di Barat. Sebuah studi oleh Uehara dan Hasegawa tentang kecelakaan kebakaran di industri kimia Jepang antara tahun 1968 dan 1980 menunjukkan bahwa dari total 120 kecelakaan, sekitar 45% disebabkan oleh kesalahan manusia. Jika desain yang tidak tepat dan kategori bahan juga dianggap karena kesalahan manusia, angka ini meningkat menjadi 58%. Sedikit perubahan diamati dalam proporsi ini selama dua belas tahun diperiksa.
Dengan menggunakan pendekatan faktor manusia di suatu organisasi, akan berdampak pada meningkatnya kinerja K3 seperti mengurangi tingkat kesalahan (human error), tidak adanya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja serta dapat meningkatkan kinerja K3. Individu memiliki berbagai macam kemampuan dan keterbatasan. Pendekatan Faktor Manusia (atau Ergonomi) berfokus pada cara memanfaatkan kemampuan ini dengan sebaik-baiknya: dengan merancang pekerjaan dan peralatan yang sesuai untuk manusia. Ini tidak hanya meningkatkan kesehatan dan keselamatan mereka tetapi sering kali memastikan organisasi yang dikelola dengan lebih baik dan lebih efektif.
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.