Ilustrasi foto: manis.id
Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa di antara kalian merasakan susah payah untuk ibadah pada waktu malam, dan berat untuk menginfakkan harta, serta takut untuk berjihad melawan musuh, maka hendaklah dia memperbanyak zikrullah.” (HR Al-Bazzar, Al-Baihaqi, dan Ath-Thabrani)
Di antara waktu terbaik untuk beribadah adalah pada malam hari. Sesungguhnya, shalat malam nilainya lebih tinggi daripada shalat sunnah pada siang hari. Demikian pendapat Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.
Hanya saja, tidak setiap orang bisa menghidupkan malam dengan ibadah. Jika demikian adanya, dia bisa mengoptimalkan ibadah pada siang hari.
Salah satunya adalah dengan memperbanyak zikir. Sesungguhnya, hal ini bisa mengisi kekurangan ibadah, tidak hanya dalam hal shalat malam, tetapi juga kelemahan dalam berinfaq dan berjihad.
Dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas ra. disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Siapa di antara kalian merasakan susah payah untuk ibadah pada waktu malam, dan berat untuk menginfakkan harta, serta takut untuk berjihad melawan musuh, maka hendaklah dia memperbanyak zikrullah.” (HR Al-Bazzar, Al-Baihaqi, dan Ath-Thabrani)
Dari sekian banyak zikir, tahlil kamil termasuk sebaik-baik zikir. Mengapa? Karena Allah Ta’ala sangat mencintainya. Yang mana, dengan kecintaan-Nya tersebut, Allah hadirkan pahala yang luar biasa bagi siapa saja yang mengamalkannya.
Simaklah sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa membaca:
لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr.
(Artinya), tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah, hanya Dia semata-mata, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya segala kekuasaan dan hanya bagi-Nya jua segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Sebanyak seratus kali, maka:
01. Zikir tersebut seumpama (memerdekakan) sepuluh orang hamba, dan
02. Ditulis baginya seratus kebajikan, dan
03. Dihapuskan darinya seratus keburukan, dan
04. Dia menjadi penjaga baginya dari (tipu daya) setan pada hari itu sampai datangnya sore hari, dan
05. Tiada yang melaksanakan sesuatu (amalan) yang lebih baik dari apa yang telah dia lakukan melainkan seseorang yang melakukannya lebih banyak lagi (membaca zikir tersebut).”
(HR Al-Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, dan lainnya)
Selain membaca tahlil, melafazkan tasbih, tahmid, dan takbir pun termasuk sebaik-baik zikir. Yang mana, pahalanya pun termasuk sebaik-baik pahala.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa memasuki pagi dan petang kemudian dia membaca: subhânallâhi wa bihamdih; Mahasuci Allah (dari segala kekurangan) dan segala pujian milik-Nya, sebanyak seratus kali.
Maka, tidak ada seorang pun pada hari Kiamat yang bisa mendatangkan amalan yang lebih baik dari apa yang telah dilakukannya, melainkan seseorang yang melakukan hal serupa atau yang melakukan lebih banyak.” (HR Muslim, Al-Hakim, At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Hibban)
Atau, dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i disebutkan bahwa:
01. Siapa membaca subhanallah 100 kali sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam, itu lebih utama daripada 100 unta.
02. Dan, siapa membaca alhamdulillaah 100 kali sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari, itu lebih utama dari 100 kuda yang dikendarai di jalan Allah.
03. Dan, siapa membaca Allaahu Akbar 100 kali sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari, itu lebih utama daripada memerdekakan 100 orang hamba sahaya.
???? … Disarikan dari Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dan 40 Amal Sunnat Harian karya Dr. Abdullah Jalil.
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.