Ilustrasi foto: ehsdailyadvisor.blr.com
Oleh: Muhyidin, SKM
Penyakit dan cedera terkait pekerjaan bertanggung jawab atas kematian 1,9 juta orang pada tahun 2016, menurut perkiraan bersama pertama dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO). Menurut Estimasi Bersama WHO/ILO dari Beban Penyakit dan Cedera terkait Pekerjaan, 2000-2016: Laporan Pemantauan Global, sebagian besar kematian terkait pekerjaan disebabkan oleh penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Penyakit tidak menular menyumbang 81 persen dari kematian. Penyebab kematian terbesar adalah penyakit paru obstruktif kronik (450.000 kematian); stroke (400.000 kematian) dan penyakit jantung iskemik (350.000 kematian). Cedera kerja menyebabkan 19 persen kematian (360.000 kematian) (WHO, 2021).
Penyakit infeksi akibat kerja menjadi penyebab utama ketiga penyakit akibat kerja. Penyakit infeksi akibat kerja yang sering ditemui diantaranya : hepatitis B, HIV, TBC dan demam berdarah. Data WHO menyebutkan penyakit global sebagai pajanan pekerjaan pada petugas pelayanan kesehatan 40% infeksi hepatitis B dan 2,5% infeksi HIV. Dari data di atas bahwa 90% dari pajanan pekerjaan tersebut berada di negara berkembang (Kurniawidjaja, 2019)
Penyakit yang disebabkan oleh kuman (seperti bakteri, virus, dan jamur) yang masuk ke dalam tubuh, berkembang biak, dan dapat menimbulkan infeksi. (cdc.gov)
Penyakit yang disebabkan oleh paparan mikro-organisme berbahaya seperti bakteri, jamur, virus, parasit internal, dan protein menular lainnya yang dikenal sebagai prion (agen biologi). Mikro-organisme bisa berbahaya karena racun yang dihasilkannya atau adanya reaksi alergi terhadap mikro-organisme atau zat yang dihasilkannya. (hse.gov.uk)
Penyakit infeksi akibat kerja yaitu penyakit yang agen penyebabnya didapat dari pajanan biologis pathogen di tempat kerja seperti bakteri, jamur, virus dan parasit melalui kontak manusia, hewan dan/atau lingkungan. (Kurniawidjaja, 2019)
Secara garis besar yang membedakan penyakit infeksi akibat kerja dengan penyakit infeksi umum adalah dalam hal tindakan pencegahan dan pengendalian epidemiologik sumber pajanan seperti terdapat dalam tabel di bawah ini. (Kurniawidjaja L M. & Ramdhan, DH, 2019)
| Penyakit infeksi umum | Penyakit infeksi akibat kerja | |
| Penyebab | A | A |
| Patogenesis | B | B |
| Gejala klinis | C | C |
| Cara diagnosa | D | D |
| Pengobatan | E | E |
| Pencegahan dan pengendalian epidemiologik sumber pajanan | F | G |
Anamnesis adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan antara dokter sebagai pemeriksadan pasien yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang penyakit yang diderita dan informasi lainnya yang berkaitan sehingga dapat mengarahkan diagnosis penyakit pasien. (med.unhas.ac.id/kedokteran). Dalam melakukan anamnesis terdapat metode Fundamental Four yaitu (Redhono, D. History taking-Anamnesis. FK-UNS):
1.Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)
2.Riwayat Penyakit Dahulu (RPD)
3.Riwayat Kesehatan Keluarga
4.Riwayat Sosial dan Ekonomi
Untuk mengetahui penyakit infeksi akibat kerja dapat dilakukan anamnesis secara umum dengan ditambah beberapa tindakan diantaranya
1.Mencari hubungan antara penyakit dengan pekerjaan sehingga dapat dibuktikan bahwa PAK infeksi sumbernya dari tempat kerja. (Kurniawidjaja, 2019)
2.Melakukan kunjungan ke tempat kerja untuk menilai sistem kerja sehingga dapat memastikan kemungkinan infeksi didapat melalui faktor tempat kerja. (Aw, Tar-Ching and Iain Blair, 2010).
Penyebab infeksi akibat kerja yang disebabkan oleh mikroba patogen yaitu virus, parasit, atau fungi. Penyakit dapat menyebar secara langsung maupun tidak langsung:
1.Transmisi Langsung
Penularan langsung oleh mikroba patogen ke pintu masuk yang sesuai dengan pejamu. Contoh adalah sentuhan, ciuman, gigitan, atau droplet saat bersin, batuk dan berbicara. Penularan juga dapat terjadi saat menerima transfusi darah yang terkontaminasi mikroba patogen.
2.Transmisi tidak langsung
Penularan mikroba patogen dengan media perantara baik berupa barang/bahan, udara, air, makanan/minuman amupun vektor.
Penularan dapat juga terjadi secara spesifik seperti tumpahan/ cipratan bahan infeksius, terluka akibat benda tajam, tindakan invasif seperti endoskopi dan kontak erat. Bila memungkinkan lakukan identifikasi agen biologi serta kondisi serupa pada teman kerja (Kurniawidjaja, 2019).
Contoh penyakit infeksi paru akibat kerja yaitu:
Gejala dan Keluhan :
Pemeriksaan dan Diagnosis
Faktor risiko
Bakteri M. Tuberculosis merupakan necessary cause TBC sebagai agen penyebab berada didalam tubuh orang sehat tanpa gejala TBC sebagai kuman dorman (tidak aktif), namun menjadi aktif jika daya tahan tubuh menurun. Faktor risiko tidak langsung yaitu faktor ekonomi dan perilaku hidup tidak sehat.
Tatalaksana
Gejala dan Keluhan
Gejala akut berupa pilek, radang disertai nyeri, nyeri tenggorokan, demam >38, batuk berdahak, suara parau, sesak nafas, dan nyeri dada
Pemeriksaan dan Diagnosis
Faktor risiko
Tatalaksana
Similar exposure group
Pekerja perkantoran, konstruksi, tambang, pekerja laboratorium, dll
Penyebab:
Infeksi virus human immunodeficiency virus yang menyrang sel–sel kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan melawan infeksi/ penyakit lain.
Faktor Risiko:
Pekerja yang meninggalkan istri bekerja di lain kota, perilaku seksual tidak bertanggung jawab.
Similar exposure group
Tenaga kesehatan, PSK
Keluhan dan Gejala Klinis :
Pemeriksaan dan Diagnosis :
Tatalaksana
3.Meningkatkan Perilaku beretika batuk
3.Peningkatan daya tahan tubuh pekerja
4.Program Imunisasi
3.Mempertahankan cakupan dan
keberhasilan pengobatan yang tinggi
3.Program Siap bekerja
3.Perilaku olahraga dan tidak merokok
3.Desinfeksi lingkungan
4.Penerapan PHBS Pada Pekerja
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.