Oleh: Muhyidin, SKM
Ergonomi berasal dari Bahasa Yunani yaitu “Ergon” yang artinya “Kerja” dan “Nomos” yang artinya “Peraturan/Hukum”.
Kalau secara istilah yaitu penyesuaian pekerjaan atau tugas terhadap kapabilitis pekerja. Jadi titik tekannya adalah alat atau pekerjaan tersebut harus sesuai dengan karakteristik manusia atau pekerjanya agar dapat bekerja dengan nyaman.
Berikut ini definisi ergonomic menurut beberapa sumber:
Jadi tujuan ergonomi yaitu agar dapat melakukan pekerjaan dengan aman, selamat, efisien, mudah penggunaan dan produktif. Pekerjaan yang tidak ergonomis akan menimbulkan gangguan trauma kumulatif atau Cumulative Trauma Disorder (CTD). The Bureau of Labor Statistik (BLS) melaporkan bahwa CTD tercatat hampir 60% kasus penyakit terkait pekerjaan di tahun 1990 dan 56% cidera di tempat kerja karena trauma yang berulang (US Department of Labor, 1991). Bahaya ergonomic yang harus ditanggung cukup besar, mulai dari biaya medis kompensasi pekerja, biaya disabilitas sementara, pelatihan karyawan baru, penurunan produktivitas, waktu investigasi, biaya pengacara dan litigasi. Kasus pertama terjadi terhadap Karyawan Boeing sebesar US$ 1,2 juta setelah Karyawan tsb kehilangan kegunaan kedua tangannya karena trauma berulang (USA Today, 24 Agustus 1992)
Tempat kerja yang tidak ergonomis dapat juga menyebabkan Muskulosceletal Disease (MSD) yaitu suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.
Sistem muskuloskeletal melibatkan struktur yang mendukung anggota badan, leher dan punggung.
Gangguan ini menyebabkan jaringan tubuh rusak secara lambat laun sehingga mengakibatkan rasa sakit dan mengurangi kemampuan Anda untuk bergerak, yang dapat mencegah Anda dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Faktor risiko yang terkait MSD yaitu:
FORCE + REPETITION + POSTURE + NO REST = POTENTIAL MSD
Perancangan produk fasilitas kerja melalui data antropometri telah diatur dalam Permenaker No.5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Penggunaan data antropometri tsb dapat diaplikasikan secara luas antara lain dalam hal:
1) Perancangan area kerja (work station, mobile, interior, dll).
2) Perancangan peralatan kerja seperti mesin, equipment, perkakas dan sebagainya.
3) Perancangan produk-produk konsumtif seperti pakaian, kursi, meja , dan sebagainya.
4) Perancangan lingkungan kerja fisik
Secara umum sekurang-kurangnya 90% – 95 % dari populasi yang menjadi target utama malam kelompok pemakai suatu produk haruslah dapat menggunakan produk tsb. Misalkan saat bekerja di kantor, maka kursi ergonomis dapat menyesuaikan dengan kondisi pekerja. Kursi ergonomis tsb harus bisa digunakan oleh orang yang pendek (dengan cara diturunkan posisi kursi dan sandaran lengannya) dan bisa pula digunakan oleh orang yang tinggi / jangkung (dengan cara dinaikkan posisi kursi dan sandaran lengannya). Bisa pula digunakan oleh orang yang gemuk dengan cara dilebarkan sandaran lengan dan dimajukan alas kursinya bisa pula digunakan oleh orang yang lebih kurus atau tubuh ideal.
Bagaimana cara mendesain stasiun kerja? Berikut ini beberapa ruang lingkup yang perlu kita perhatikan:
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.