Ilustrasi foto: Kuttab Al Fatih
Oleh: Finny Hiraini (diambil dari resume kajian Sapa Pagi Ustadz Budi Ashari, Lc, 22 Maret 2020)
Dipersembahkan oleh Kuttab Al Fatih & TAWAF
Jangan berpendapat tentang Wabah Corona ataupun wabah yang lainnya ini tanpa ilmu, agar tidak timbul menyebarnya berita hoax yang membuat cemas orang banyak.
Jika dengan berita hoax yang kita sebar membuat orang cemas dan panik, maka sistem imun dalam tubuh orang tersebut akan berkurang, jika sistem imun berkurang, maka virus akan dengan mudah menginfeksi tubuh.
Tuh kan! gara gara sebar berita hoax, bisa memperbanyak peluang Virus Corona menyebar! hati hati dalam menyebarkan berita di media sosial ya.
Bagaimana kita melihat wabah Covid-19 ini dari kacamata iman?
Pertama, berhusnudzan kepada Allah SWT, yakinlah bahwa akan ada banyak kebaikan dari semua musibah ini, sebagaimana firman-Nya:
….لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ….
“…Jangan menyangka bahwa musibah ini jelek untuk kalian, karena disitu ada kebaikan untuk kalian….” (QS. An Nur: 11)
Imam Syafi’i pun mengingatkan dalam nasihatnya:
“Tiba-tiba dunia ini sempit sampai kita menduga bahwa kita akan mati, tapi tiba-tiba kelembutan Allah hadir dan tiba-tiba menumbuhkan hati yang tercerai berai. Katakakan pada orang yang pesimis dan sudah sempit hatinya bahwa rahasia bahagia itu Husnuzhan-mu kepada yang menciptakan kehidupan ini dan membagi rizki. Itulah rahasia kebahagiaan.”
Kedua, Optimis bahwa musibah ini semua akan berlalu, dan Allah selalu akan memberikan yang terbaik setelah musibah ini.
Rasulullah SAW bersabda:
“Betapa otimisme membuatku takjub, dan optimisme itu adalah kata yang baik” (HR. Muslim)
Nasihat optimisme pun disampaikan juga oleh Imam Syafi’i rahimahullah:
“Biarkanlah hari-hari bertingkah semaunya, tapi tugas kita adalah nyamankan hati, jadikan hatimu baik ketika telah datang takdir Allah SWT don jangan kalian gelisah, cemas,khawatir atas peristiwa malam (musibah, sakit) karena tidak ada peristiwa di dunia yang abadi. Dan jadilah orang yang karakter dirinya kokoh, teguh diatas kesulitan, jadikan diri kita lapang dan wafa (membalas kebaikan dengan kebaikan).”
Bahkan Nabi Allah Ayyub a.s. pun optimis dalam menghadapi ujian penyakitnya, Saat istrinya meminta Nabi Ayyub berdo’a kepada Allah SWT untuk disembuhkan. Nabi Ayyub justru malu karena sudah 80 tahun diberikan kebahagiaan duniawi oleh Allah dan baru 7 tahun diuji sakit sudah mengeluh. Masya Allah betapa optimisnya Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian sakitnya.
3. Jadikan musibah ini, menjadi ajang kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT
Sungguh , untuk orang beriman, musibah seperti wabah Covid-19 ini tidak pernah membuatnya rugi.
Dan orang yang keimanannya pada Allah SWT meningkat, maka Allah akan menjadi pelindungnya, sebagaimana firman-Nya:
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (QS At Taubah: 51)
4. Maksimalkan lkhtiar dengan mengikuti instruksi Pemerintah, Ahli Medis dan Ahli Ilmu.
Jika kita berada di lokasi yang paling banyak terjadi Wabah Virus Corona ini, maka jangan melanggar aturan pemerintah, ahli medis, dan ahli ilmu tanpa dasar ilmu yang jelas, karena ini bisa membahayakan diri sendiri dan keluarga.
5. Setelah memaksimalkan lkhtiar Fisik, maka kita berdo’a pada Allah SWT sesuai tuntunan Nabi agar pertolongan Allah segera hadir.
Do’a-do’a yang dianjurkan dari Al Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Do’a Nabi Adam a.s:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf: 23)
Do’a Nabi Musa a.s:
قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Dia (Musa) mendoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Qasas: 16)
Do’a Nabi Nuh a.s:
قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Hud: 47)
Do’a Nabi Yunus a.s:
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (QS. Al Anbiya: 87)
6. Lakukan Dzikir Pagi dan Petang, serta rutinkan bersedekah membantu sesama yang kesulitan atas musibah ini.
Kapan Wabah Penyakit Diangkat (Hilang)?
Imam Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mengatakan:
“Pada umumnya Wabah penyakit yang terjadi di negara negara kaum muslimin sepanjang sejarah, terjadi selama musim semi, kemudian diangkat (hilang) pada awal musim panas.” {Lihat dalam kitab nya Badzlul Maa’un Fii Fadhlith Thooun Lil Hafidz, Hal.369)
Dan awal musim panas saat ini bertepatan pada awal bulan Ramadhan. Jangan jadikan diri kita rugi, dengan tidak bertambah keimanan dan amal shaleh dalam menyambut Ramadhan. Wallahu a’lam.
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.