Ilustrasi foto: NHSF
Oleh: Muhyidin, SKM
Menurut laporan National Floor Safety Institute (NFSI), terjatuh (fall) telah mengakibatkan 8 juta kejadian darurat di Rumah Sakit dan merupakan sebab utama kunjungan sebesar 21,3%. Data dari Bureau of Labor Statistics menyebutkan bahwa, terjatuh menyebabkan 5% kejadian kematian terkait pekerjaan untuk wanita dan untuk pria lebih tinggi yaitu 11% dari total kematian. Bahaya akibat terpeleset (slip) dan tersandung (trip) merupakan penyumbang terbesar klaim kompensasi pekerja dan penyebab utama kecelakaan kerja untuk orang yang berusia 55 tahun atau lebih.
Demikian juga menurut Consumer Product Safety Commission (CPSC), bahwa lantai dan material lantai berkontribusi langsung terhadap lebih dari 2 juta kecelakaan karena terjatuh tiap tahunnya. Separuh dari kematian kecelakaan di rumah disebabkan karena terjatuh. Kebanyakan cidera akibat terjatuh di rumah terjatuh pada permukaan datar, bukan terjatuh dari ketinggian.
Kompensasi & biaya medis terkait kecelakaan kerja akibat terpeleset/terjatuh diperkirakan sebesar US$ 70 milyar setiap tahunnya (National Safety Council Injury Facts 2003 edition). Sedangkan kecelakaan kerja yang menyebabkan cacat sementara maupun permanen karena terjatuh diperkirakan US$ 250.000-300.000 tiap tahun.
Kabar baiknya, kecelakaan akibat terpeleset (slip), tersandung (trip) dan terjatuh (fall) atau biasa disebut STF ini DAPAT DICEGAH dengan tindakan Pencegahan Umum dan Program Keselamatan yang konsisten.
Statistik menunjukkan bahwa mayoritas (67%) jatuh terjadi pada tingkat yang sama yang dihasilkan dari slip dan trip, 30% sisanya jatuh dari ketinggian. Tulisan ini akan merangkum informasi tentang “jatuh pada tingkat yang sama” (slip dan trip). Jatuh dari ketinggian, seperti jatuh dari tangga, atap, menuruni tangga atau dari melompat ke tingkat yang lebih rendah, dll., dibahas dalam dokumen Sabuk Pengaman, Harness, dan Lanyard karena setiap jenis jatuh memerlukan fitur yang berbeda dalam program pencegahan jatuh.
Slip terjadi ketika traksi atau gesekan antara sepatu dan permukaan berjalan terlalu sedikit
Beberapa penyebab slip termasuk:
Tersandung terjadi ketika kaki seseorang menyentuh suatu benda atau jatuh ke tingkat yang lebih rendah secara tak terduga dan orang tersebut terlempar tidak seimbang
Beberapa penyebab trip termasuk:
Jatuh yaitu tiba-tiba bergerak ke bawah, biasanya cepat dan bebas, dari level yang lebih tinggi ke level yang lebih rendah. Sebagian besar cedera jatuh terjadi dari slip atau trip yang terjadi pada level yang sama.
Penyebab jatuh yang khas meliputi:
Kita bisa menggunakan metode tingkatan pengendalian bahaya atau hierarchy of control yaitu:
Langkah pertama kita dalam mengurangi cidera STF adalah melalui pengendalian teknik
Contoh – Menyediakan ventilasi yang memadai untuk mencegah gemuk dan kondensasi menumpuk di lantai
Contoh – Pastikan pencahayaan yang memadai menjaga area kerja, lorong, dan jalan setapak menyala dengan baik
Tandai ujung anak tangga dan transisi dengan cat anti selip
Pastikan tangga memiliki pencahayaan yang cukup dan pegangan tangan yang memadai
Gunakan alas anti-slip di mana bahaya slip hadir atau di mana proses basah digunakan
Buat drainase jika diperlukan
Gunakan lantai anti slip di area berisiko tinggi seperti pintu masuk atau area basah
Tandai / warnai potensi bahaya tersandung dan terpeleset untuk visibilitas yang lebih baik
Ketika Anda melihat bahaya, hentikan dan perbaiki jika Anda bisa. Kalau tidak, segera laporkan kepada seseorang yang dapat memperbaikinya. Diskusikan bagaimana tempat kerja Anda memulai perbaikan.
Tumpahan material seperti pasir, sampah dan tanah di lantai
Semua personel (karyawan, kontraktor, pengunjung) yang melakukan berada di area kerja harus selalu berperilaku aman. Perilaku dan kondisi yang aman adalah aspek penting dalam menghilangkan bahaya STF. Berikut ini adalah perilaku karyawan yang diharapkan:
Pastikan semua kabel longgar, kabel, selang, diamankan agar keluar dari akses jalan
Pastikan kursi atau bangku Anda aman di tempatnya agar tidak tergelincir saat anda mendudukinya. Disarankan bahwa semua kursi kerja memiliki 5 kaki/roda, dan kursi gaya lama yang hanya memiliki 4 kaki/roda, yang mudah untuk terbalik agar tidak digunakan lagi
Jika air, puing-puing, sampah, atau bahan lain teramati di trotoar, silakan bertindak dengan memperingatkan orang lain dengan kerucut keselamatan (safety cone) atau tanda bahaya dan barikade dan segera hubungi personil yang sesuai.
Ketika suatu area ditutup oleh kerucut keselamatan, barikade atau pita peringatan, TOLONG JANGAN MASUK AREA TSB
25% dari slip, perjalanan dan jatuh disebabkan oleh alas kaki yang tidak tepat
Tinjau penilaian risiko Anda dan alas kaki yang tepat untuk lingkungan tempat Anda bekerja
Pakailah sepatu yang sesuai untuk kondisi cuaca
Wanita yang Dikirimi Salam dari Langit Dulu rumahnya semerbak gaharu dan gudangnya penuh sutra, emas…
Istri yang Menyerahkan Gilirannya Agar Tetap Membersamai Nabi SAW di Surga Ada seorang istri yang,…
Ternyata, Kewajiban dalam Rumah Tangga itu Sedikit Banyak pertengkaran rumah tangga bukan karena kurangnya cinta,…
Malam Ketika Al-Quran Diturunkan: Sejarah, Fakta, dan Hikmahnya Sepanjang sejarah, ada malam-malam yang lebih utama…
Pasukan Santri dalam Tubuh Kita: Belajar Ketekunan dan Pengorbanan Sel Darah Putih Pernahkah kita membayangkan,…
Strategi Iblis dan Seni Tipu Daya: Belajar Waspada dari "Pakar Marketing" Tertua di Dunia Iblis,…
This website uses cookies.