Tahukah Anda Sedekah Paling Utama Diantara yang Utama?

Sedekah Paling Utama Diantara yang Utama
Bagikan

Tahukah Anda Sedekah Paling Utama Diantara yang Utama?

Daftar Isi

Ada banyak jenis sedekah sunnah. Dan, semuanya memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri. Namun demikian, dari sekian jenis sedekah sunnah, ada sejumlah sedekah yang nilainya lebih utama. Empat di antaranya dapat kita sebutkan di sini.

1. Sedekah Air Minum

Di antara sedekah yang utama adalah memberi minum (maksudnya adalah membuat sumur atau sumber air untuk kaum Muslim), terkhusus di daerah yang masyarakatnya membutuhkan suplai air bersih.

Hal ini didasarkan pada hadits dari Sa’ad bin ‘Ubadah ra. Dia menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ. ‘Ibuku wafat. Apakah aku boleh bersedekah atas namanya?’

Beliau menjawab, ‘Ya (boleh)’.”

Aku bertanya lagi, “Sedekah apa yang paling utama?”

“Memberi minum (membuat sumur untuk kaum Muslim),” demikian sabda beliau.

Maka, Sa’ad bin ‘Ubadah ra. membuat sumur yang berada di kota Madinah. Yang mana, sumur itu diberi nama sumur Ummu Sa’ad (ibundanya Sa’ad). (HR An-Nasa’i, Ibnu Majah, Abu Dawud, dan Ahmad)

2. Sedekah Kepada Orang yang Menyimpan Dendam

Di antara sedekah yang utama adalah memberi sesuatu kepada orang yang menyimpan dendam atau permusuhan di dalam hati.

Hal ini didasarkan pada riwayat dari Hakim bin Hizam ra. bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ perihal sedekah yang paling utama. Maka, beliau bersabda:

“(Sedekah) kepada kerabat yang menyimpan dendam (permusuhan) di dalam hatinya.”

Maksudnya, menurut Al-Mundziri (At-Targhib wat Tarhib, 1/682) adalah sedekah kepada kerabat yang memutuskan silaturahim serta memendam permusuhan di dalam hati.

3. Sedekah Saat Sehat dan Saat Bakhil

Sebaik-baik sedekah adalah sedekahnya orang sehat yang sedang bakhil (merasa berat untuk mengeluarkan hartanya). Dia kalahkan kebakhilannya itu dengan menafkahkan hartanya di jalan Allah sebelum datang masa sempit dan kematiannya.

Ada sejumlah ayat Al-Quran yang menjelaskan hal ini, antara lain surat Ibrahim, 14:31, Al-Baqarah, 2:254, Al-Munâfiqûn, 63:10.

Abu Hurairah ra. menyebutkan pula bahwa ada seseorang mendatangi Nabi ﷺ dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?”

Beliau ﷺ menjawab, “Sedekah saat kamu dalam keadaan sehat dan bakhil, yaitu saat dirimu takut miskin dan mengharapkan kekayaan. Janganlah menunda sedekah sampai nyawamu sudah berada (dekat) di kerongkongan, seraya berkata:

‘Ini untuk Fulan. Itu untuk Fulan. Dan, yang ini milik Fulan (ahli waris)’.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

4. Sedekah Saat Harta Pas-Pasan

Di antara sedekah terbaik adalah sedekahnya orang yang hartanya pas-pasan, yaitu sekadar cukup untuk bersedekah. Saat dia sedekahkan, habislah hartanya itu.

“Ada satu dirham yang lebih utama daripada seratus ribu dirham,” sabda Nabi ﷺ. Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana hal itu bisa terjadi?”

Beliau ﷺ pun bersabda, “Seseorang memiliki dua dirham, lalu dia bersedekah dengan satu dirham. Ada pula seseorang dengan harta berlimpah, lalu dia mengambil dari hartanya itu seratus ribu dirham dan dia menyedekahkannya.” (HR An-Nasa’i)

Artinya, pahala tergantung pada keadaan orang yang bersedekah bukan dilihat dari kadar sedekahnya. Orang yang bersedekah satu dirham dari dua dirham yang dimilikinya, dia telah menyedekahkan setengah dari hartanya.

Dan, pada kondisi semacam itu, tidak ada orang yang mau bersedekah kecuali mereka yang kuat imannya. Pahala yang diterimanya pun sebanding dengan kuatnya keinginan dia untuk bersedekah (Hasyiyah As-Sindi ‘Ala Sunan An-Nasa’i)

Disarikan dari Ensiklopedi Zakat, karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: