Mengenal Keluarga Abu Thalib, Sang Pelindung Rasulullah SAW

Mengenal Keluarga Abu Thalib, Sang Pelindung Rasulullah SAW
Ilustrasi foto: annabaa.org
Bagikan

Mengenal Keluarga Abu Thalib, Sang Pelindung Rasulullah SAW

“Kuhabiskan hidupku dengan cinta padamu, Muhammad, serta saudara-saudaramu yang begitu gigih mencintaimu terus menerus. Sudah kuputuskan untuk membantu Muhammad sang Nabi. Akan kuperangi mereka dengan tongkat dan bala tentara.” [Abu Thalib Al-Quraisy]

—–

Satu ketika, seorang dukun (juru ramal) yang bernama Lihb dari Azdi Syanu’ah datang ke kota Mekkah. Mengetahui kedatangan Lihb si peramal, orang-orang Mekkah segera mendatanginya dengan membawa anak-anak mereka untuk diramal masa depannya.

Pada saat itu, Abu Thalib ikut datang dengan membawa serta Muhammad ﷺ kecil. Saat melihat sosok Muhammad ﷺ. Lihb si peramal langsung terpana. Dia menjadi lupa dengan orang-orang di sekitarnya.

Matanya menatap seorang anak yang tampak berbeda dari anak-anak lainnya. “Dekatkan anak muda itu kepadaku,” ujarnya.

Mendapati sikap sang peramal yang tidak biasa, Abu Thalib merasa takut kalau sesuatu yang buruk terjadi kepada keponakannya ini. Dia segera menjauhkan Muhammad ﷺ dari pandangan si peramal dan membawanya pergi.

Lihb si peramal ini pun berteriak kepada orang-orang, “Sialan kalian semua. Bawalah anak muda yang tadi aku lihat. Demi Allah, dia akan menjadi orang besar di kemudian hari!” (Sirah Ibnu Hisyam)

—–

Inilah Abu Thalib, paman dari Rasulullah ﷺ. Dia bukan sekadar paman, tetapi juga layaknya ayah, sekaligus pelindung dan pengayom Rasulullah ﷺ. Perhatiannya kepada beliau ﷺ melebihi perhatian kepada anak-anaknya.

Dia sangat tidak rela kalau Rasulullah ﷺ mendapatkan bahaya dan kesusahan, bahkan untuk hal yang tampak remeh. Maka, tidak heran kalau Abu Thalib segera membawa pergi Rasulullah ﷺ kecil saat mendapati gelagat kurang baik dari Lihb si peramal.

Kelak, setelah Rasulullah ﷺ diutus menjadi nabi, Abu Thalib menjadi sosok pelindung Nabi ﷺ dari gangguan dan intimidasi kaumnya. Dia rela menderita dan kehilangan nyawa asalkan Rasulullah ﷺ bisa selamat.

—–

Lalu, siapakah sebenarnya Abu Thalib, keluarga dan keturunannya?

Nama aslinya adalah Abdul Manaf bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Dia adalah satu anak dari sepuluh anak laki-laki pemimpin besar suku Quraisy, yaitu Abdul Muthalib.

Dilihat dari sisi nasab, Abu Thalib adalah paman dari Rasulullah ﷺ karena ayahnya, Abdullah, adalah adik kandung (seayah dan seibu) Abu Thalib. Ibu mereka bernama Fatimah bin Amr bin Aidz Al-Makhzumi.

Selain Abdullah, Abu Thalib memiliki beberapa saudara seayah dan seibu, di antaranya Zubair, Arwa, Atiqah, Ummu Hakim, Barrah, dan Umaimah.

Adapun saudara seayah beda ibu, yang paling terkenal adalah Abu Lahab atau Abdul ‘Uzza. Abu Lahab lahir dari istri Abdul Muthalib lainnya, yaitu Lubna binti Hajir bin Abdu Manaf.

—–

Abu Thalib menikah dengan seorang wanita kalangan bangsawan yang bernama Fatimah binti Asad bin Hasyim. Dari pernikahannya dengan Fatimah, dia dikarunia beberapa orang anak, antara lain Thalib, Ja’far, Ali, Aqil, Fakhtihah (Ummu Hani), dan Jumanah.

Kepada anak pertama inilah kunyah paman Nabi ﷺ ini dinisbatkan, yaitu Abu Thalib, yang berarti “Bapaknya Thalib”.

Di tengah kaumnya, Abu Thalib adalah seorang tokoh yang disegani. Bagaimana tidak, dia adalah pengganti ayahnya, yaitu Abdul Muthalib, sebagai pemimpin Bani Hasyim, klan termulia suku Quraisy.

Hanya saja, Abu Thalib bukanlah orang kaya. Kehidupan ekonominya pas-pasan.

Maka, saat Rasulullah ﷺ sudah menikah, beliau mengambil Ali bin Abi Thalib untuk tinggal di rumahnya. Adapun Al-Abbas, mengambil Ja’far untuk tinggal bersama keluarganya.

Tokoh besar ini wafat tahun 618 atau 619 M pada usia 80 tahun. Tahun wafatnya sama dengan tahun wafat Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi ﷺ. Tahun kematian kedua sosok ini dinamakan ‘Amul Huzni atau Tahun Kesedihan.

—–

Disarikan dari Sirah Ibnu Hisyam; Muhammad (Martin Lings); Ar-Rahîq Al-Makhtûm Al-Mubarakfury, dan lainnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: