Mengenal “Empat dari Lima Ibunda” Rasulullah SAW

Mengenal Empat dari Lima Ibunda Rasulullah SAW
Bagikan

Mengenal “Empat dari Lima Ibunda” Rasulullah SAW ﷺ

Tiada yang bisa menyangkal kehebatan Rasulullah ﷺ. Kesempurnaan seorang manusia ada di dalam dirinya. Beliaulah insan kamil yang akhlaknya menjadi acuan ideal bagi seluruh umat manusia.

Namun, Rasulullah ﷺ tetaplah seorang manusia yang membutuhkan kehadiran manusia lainnya, termasuk dari kalangan wanita. Yang dengannya, apa yang ada dalam diri beliau semakin tampak sempurna dan istimewa.

Maka, sepanjang hidupnya, ada sejumlah wanita yang Allah Ta’ala pilih untuk melahirkan, menyusui, menjaga dan membesarkan beliau. Siapa sajakah mereka?

Selain ibunda beliau, yaitu Aminah binti Wahab, setidaknya ada empat sosok ibunda yang kehadirannya melekat erat dalam sejarah kehidupan Rasulullah ﷺ.

1. TSUWAIBAH AL-ASLAMIYAH

Tsuwaibah adalah ibu susuan pertama bagi Nabi ﷺ. Dia adalah budak dari Abu Lahab (Abdul ‘Uzza) bin Abdul Muthalib, paman beliau. Saat Nabi ﷺ dilahirkan, Tsuwaibah-lah yang menyusui beliau selama beberapa hari sebelum kedatangan Halimah As-Sa’diyah ke Mekkah.

Karena jasa-jasanya itu, Nabi ﷺ selalu berbuat baik kepada Tsuwaibah. Beliau kerap memanggilnya dengan panggilan “Ibunda”. Bakti dan penghormatan Nabi ﷺ kepada Tsuwaibah tetap terjaga setelah beliau menikah dengan Khadijah.

Bahkan, demi memuliakan Tsuwaibah, Khadijah pernah meminta Abu Lahab untuk menjual Tsuwaibah kepada dirinya untuk dimerdekakan. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Abu Lahab.

2. UMMU AIMAN BARAKAH BINTI TSA’LABAH

Barakah binti Tsa’labah bin Amru Al-Habasyiyah adalah pengasuh Nabi ﷺ ketika kecil. Pada awalnya, dia adalah budak milik Abdul Muthalib, kakek Nabi ﷺ. Barakah kemudian dihadiahkan kepada Abdullah saat dia menikah dengan Aminah.

Saat Aminah wafat, Barakah mendapat wasiat dari Aminah untuk terus merawat dan menemani Muhammad ﷺ. Maka, ketika Muhammad ﷺ kecil pindah ke rumah rumahnya Abu Thalib, Barakah pun ikut bersamanya.

Setelah menikah dengan Khadijah, Nabi ﷺ memerdekakan Barakah. Namun demikian, Barakah tetap setia membantu keluarga Nabi ﷺ dan Khadijah.

Nabi sangat memuliakan maulanya ini. Beliau ﷺ telah menganggap Ummu Aiman sebagai ibu kedua sehingga beliau tidak segan memanggil dengan panggilan Ibunda.

“Dia adalah bagian dari keluargaku (ahlul bait). Ummu Aiman adalah ibundaku setelah ibundaku,” ungkap Nabi ﷺ. (Ath-Thabaqât, 10:212)

3. HALIMAH AS-SA’DIYAH

Dia adalah salah satu wanita paling beruntung di dunia. Namanya adalah Halimah binti Dzuaib As-Sa’diyah atau Halimah dari Bani Sa’ad bin Bakar, dari suku Hawazin yang mendiami wilayah Tha’if.

Halimah As-Sa’diyah adalah ibu susuan kedua bagi Nabi ﷺ. Dia datang bersama suaminya ke kota Mekkah untuk mengambil bayi yang akan disusuinya. Dan, Allah Ta’ala pun menakdirkan Muhammad ﷺ sebagai anak susuannya.

Setelah lima tahun berlalu, Halimah pun mengembalikan pengasuhan atas Muhammad ﷺ kecil kepada Aminah dengan berat hati.

Nabi ﷺ senantiasa berbuat baik kepada Halimah dan keluarganya. Tidaklah dia datang ke Mekkah, kecuali Nabi ﷺ dan Khadijah akan memuliakan dan memenuhi kebutuhannya.

Pernah suatu ketika, Nabi ﷺ menghadiahi Halimah 40 ekor kambing dan unta saat dia mengadukan kekeringan di kampungnya. Nabi ﷺ pun memanggil Halimah dengan panggilan Ibuku.

4. FATIMAH BINTI ASAD

Fatimah bint Asad bin Hasyim bin Abdul Manaf adalah seorang wanita Quraisy terhormat dari Bani Hasyim. Dialah istri dari Abu Thalib, paman kesayangan Nabi ﷺ.

Setelah Abdul Muthalib wafat, Fatimah dan Abu Thalib mendapat amanat untuk merawat dan membesarkan Muhammad ﷺ yang saat itu baru berusia 8 tahun.

Fatimah binti Asad sangat mencintai Nabi ﷺ. Dia menganggap anak saudaranya itu layaknya anak sendiri. Bahkan, perlakuan Fatimah kepada Muhammad ﷺ melebihi perlakukan terhadap anak-anaknya.

Rasulullah ﷺ sangat sayang kepada bibinya ini. Sehingga, beliau ﷺ memanggil Fatimah bint Asad dengan panggilan “Ibunda”.

Saat Fatimah wafat, Rasulullah ﷺ menangis dan menyerahkan gamis terbaik miliknya untuk dijadikan sebagai kain kafan. Beliau kemudian berbaring di liang lahad sebelum jenazah sang bibi dimasukkan.

Saat itu, beliau kembali memohonkan ampunan untuknya. Dari lisan beliau terucap, “Tiada seorang pun yang setelah Abu Thalib yang lebih baik kepadaku selain dia!”

•┈┈•••○○❁

? … Disarikan dari Muhammad: Rahmat bagi Wanita (Dr. Samiyah Menisi); Bilik-Bilik Cinta Muhammad ﷺ (Dr. Nizar Abazhah), dan lainnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: