Kita yang Butuh

Kita yang butuh Allah
Ilustrasi foto: kabarmakkah.com
Bagikan

Kita yang Butuh

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Virus Covid-19 adalah bukti ke-Maha Kuasa-an Allah azza wa jalla. Satu bumi geger dan takut. Ada orang yang menyangsingkan terjadinya hari kiamat dimana bakal terjadi huru hara alam semesta, padahal dikasi virus aja satu dunia uda panik. Itu bukti janji-Nya benar.

Corona bukti Ke-Maha Kaya-an Allah Azza wa jalla. Tetangga saya supir taksi bluebird cerita Sabtu 7 Maret ngetem di Mall Gandaria City yang biasa tutup sampai jam 23 ternyata jam 21 uda sepi. Padahal ini mallnya kalangan menengah ke atas yang duitnya gak ada abis2nya dan terhitung tanggal muda pula. Kemudian dia ngetem di gambir dari jam 21-23 gak dapet penumpang. Sepi…Satu gerbong kereta diisi oleh 10 orang dari kapasitas 50. Transportasi umum sepi, mall sepi, pariwisata sepi, kuliner sepi, dst. Cina negara besar saja menyiapkan 143 trilyun mengatasi Corona selama 3 bulan. Jika penyebaran virus ini berlanjut sampai akhir tahun sudah dipastikan banyak orang kaya bangkrut. Namun kita bisa kaya ditengah ekonomi yang ambruk, bukan dengan menimbun masker dan menjualnya dengan harga mahal. Minta ke Allah coz Dia Maha Kaya, kata saya kepada tetangga yang jadi supir taksi saat mendengar keluhan setoran harian yang biasanya 600 ribu/hari kini 400 ribu (dan akan makin parah ketika anak sekolah libur). Nasib driver ojol lebih memprihatinkan. Saya kalo jemput anak waktu di MTs sampe di SMA selalu melihat ojol yang berderet menunggu penumpang di sekolah. Mereka bakal kehilangan pelanggan. Ditambah lagi ada sebagian ASN yang kerja di rumah.

Pagi ini saya anter istri cuma butuh waktu 1 jam 15 menit pp itu uda termasuk isi bensin di SPBU, biasanya hari Senin 1 jam 45 menit. Makin nelangsa nasib ojol selama 2 pekan ke depan. Ini kalo gak punya iman abis sudah harapannya. Allah Maha Kaya yang jika seluruh manusia meminta kepadaNya maka perbendaharaanNya hanya berkurang sebesar air yang menempel di jari. Sementara kekayaanNya masih seluas samudera.

Perekonomian negeri ini morat marit. Kenapa tak ada antisipasi corona sedari awal ? karena duit. Jika ditetapkan ada penyebaran maka pariwisata dan ekonomi bakal hancur. Tapi setelah IMF menjanjikan bantuan bagi negara yang terkena corona akhirnya tukang hutang mendeklarasikan ada warganya yang terkena corona negaranya sambil ketawa2.

Dia pikir corona kayak flu bisa sembuh sendiri asal daya tahan tubuh kuat. Maka ketika ada yang sembuh si menkes gembira. Kalian search keyword ini di google, kalo tidak tersembur kata : Gila lu, dari mulutmu berarti kalian orang yang super santun. Saya baca berita ini sambil sumpah2, Gile bener… gak ada usaha, gak ada koordinasi (beberapa waktu lalu ada berita RSPI teriak overload RS jangan asal bikin rujukan katanya), gak bikin peringatan di TV (bandingin dengan iklan sebelum pilpres) tapi gembira ada yang sembuh. Ya Allah jangan Engkau azab kami karena kebodohan orang2 diantara kami.

Tapi sejak temen sejawatnya positif corona tuh menkes uda gak bahagia lagi. Mereka saja tidak bisa memprotect diri mereka sendiri maka jangan harap bisa melindungi rakyat. Akhirnya satu2nya sandaran kita adalah kepada Allah swt. Iya corona mengajarkan kepada kita bahwa Allah satu2nya tempat kita bergantung, satu2nya yang kita harapkan memberikan pertolongan.

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakal (Q.S Al Maidah: 11)

Allah yang sanggup menahan tangan jahat atas kita maka Dia pula yang sanggup menahan serangan Covid-19 atas kita. Itu karena Allah sebaik2 Penolong.

Wabah Corona menjadi bukti nyata kalau sebenarnya Allah tidak memerlukan segala ketaatan kita.

Di Mekkah ; ibadah umroh ditangguhkan, thawaf dihentikan, sholat di masjidil haram dibatasi. Dan jika panjang bisa jadi ibadah haji ditiadakan. Di Qatar dan Kuwait tak ada sholat jamaah di masjid, shalat Jumat ditiadakan dan pengajian serta tabligh akbar dibatalkan. Kalo manusia berhenti menyembah Allah apakah ke-Maha Agung-an Nya berkurang ? Tidak !! Allah tetap Tuhan yang disembah oleh seluruh mahluk. Keagungan dan KebesaranNya tak berkurang sedikitpun.

Di video yang dikirim Rachma tentang burung berputar diatas Kabah adalah salah satu bentuk bagaimana mahluk menyembahNya. Jika tak satupun manusia menyembahNya maka Allah kirim burung untuk thawaf di rumahNya. Subhanallah… selalu ada yang menyembah Allah hingga hari kiamat. ??

(utk Rachma uda saya jawab ya fenomena ini tanpa menunggu bandara dibuka)

 Ini belum termasuk malaikat yang senantiasa bertawaf di Baitul Ma’mur yang tak berhenti sampai sekarang.

Ternyata ketaatan dan ibadah itu untuk kemaslahatan kita sebagai makhluk, kita manusia yang penuh dengan segala kekurangan yang butuh Allah sementara Dia tidak membutuhkan kita sebagai manusia dan tidak membutuhkan ibadah kita. Allah tak membutuhkan umroh, haji, dan sholat jumat kita, buktinya Allah kirim virus yang bikin tempat pelaksanaan ibadah tersebut tak bisa dipake. Allah tak butuh pengetahuan yang kita miliki untuk menolong agamaNya sehingga tak masalah sekolah2 ditutup. Kita butuh Allah karena Dia tempat meminta apalagi saat semua jalan buntu. Itu sebabnya kita selalu berikrar iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: