Kisah Khidr

Nabi Khidir
Ilustrasi foto: islami.co
Bagikan

Kisah Khidr

Oleh: Ust.Deni Prasetio, SKM

Di sebuah negara yang bernama wakanda ada seorang pengusaha catering bernama Teguh Nugroho. Awal cateringnya maju dimulai dari proposal yang dibawa tiap hari ke sekolah-sekolah, kampus-kampus, kantor-kantor dan instansi pemerintah. 6 bulan tak henti dia keluar masuk gedung menyisiri seluruh wilayah Jogja. Singkat cerita dari 100 proposal yang dibawa tembus 3. Masalah baru mulai muncul, dia butuh modal untuk pesanan 3 perusahaan. Mulai lagi dia keluar masuk lembaga keuangan, masih gak tembus juga trus dia hubungi kenalannya.

Bertahun-tahun berjalan bisnis cateringnya mulai maju, omzet rutin per bulan 200 juta itu diluar catering pernikahan. Di tengah Teguh menikmati hasil jerih payahnya datang seorang petugas upeti dari wakanda. “Bapak belum bayar upeti pendapatan” katanya seraya menyodorkan form upeti pph pasal 23. “Tiap bulan bayar 2% dari 200 juta yaitu 4 juta” tambahnya.

“Bapak punya karyawan kan ?”
“Ada”
“Berarti kena upeti pph pasal 21 untuk karyawan minimal berpenghasilan 4 juta/bulan”

Gila emang… kemana itu wakanda saat Teguh keluar masuk gedung menawarkan kerjasama catering. Dimana wakanda saat Teguh ditanya Bank, anda punya aset apa untuk agunan pinjaman? Negara hilang saat rakyat seperti Teguh susah. Tapi negara tiba-tiba hadir saat Teguh punya duit. Ini negara uda kayak tukang parkir Indo*****. Pas kita dateng gak ada tapi pas pulang tiba-tiba nongol trus kita bingung apa aja kerjanya selama kita belanja di dalam kalo munculnya baru sekarang.

Ada lagi seorang bisnisman bernama Sigit Pranoto. Pebisnis emas kelas kakap. Tiap bulan bisa jual emas sampai 5 kg. Kalo tiap gram marginnya 10 ribu maka jual 5 kg untungnya 50 juta. Ini belum bonus tahunan dari distributor tempatnya ambil emas.

Saat Sigit sedang wisata ke museum angkut Malang, yang pernah didatangi oleh Hani dan Inayati beserta keluarganya masing-masing, saat sedang menikmati hasil jerih payahnya tiba-tiba datang tagihan upeti dari negara Wakanda. Ada form upeti pph pasal 25 sebesar 0,75% dari 50 juta yakni 375 ribu/bulan yang harus dibayar plus tagihan pph 21 karena penghasilannya sudah diatas 4 juta. Saat itu juga liburannya jadi hambar. Pohon Inn Hotel bintang 3 yang jadi tempat nginepnya jadi ambyarrr… (Harusnya nginep di Hotel Santika Premiere bintang 4 kayak saya ?)

Dodol bener… (lain kalo orang Jawa memaki) Ini Wakanda gak tau kalo butuh puluhan tahun bagi Sigit membangun citra diri sebagai penjual emas terpercaya dan yang lebih sulit membangun kepercayaan kepada masyarakat atas emas sebagai simpanan jangka panjang. Setiap posting di FB selalu Sigit menyelipkan kata EOA Gold. Dimana-mana foto profile WA adalah gambar diri atau keluarga, FP Sigit malah menampilkan pamflet EOA Gold. Iya segitu kuatnya vibrasi yang dilakukan agar berubah pola pikir masyarakat terhadap logam mulia.

Vibrasi itu apa bang? Tanya salah seorang dari kalian yang pikirannya lempeng-lempeng aja.
Kalo nanya ama Dosen Feri jawabannya getaran.
Tapi kalo nanya ama yang pernah ikut pelatihan Deep Mind Power Engineering jawabannya : ane ikut pelatihan aja 2 hari baru tau makna vibrasi, lha ente mau tau hanya dalam satu kalimat..?

Okeh.. karena saya orangnya baik ?, biar kata bandara gak dibuka-buka, biar kata gak ikut pelatihan tetep saya kasi bocoran. Jadi otak kita itu jika menginginkan sesuatu memancarkan frekuensi yang bisa ditangkap oleh orang lain yang memiliki frekuensi sama. Maka jika kalian dengan pasangan sering berpikiran yang sama itu tandanya frekuensi terpancar sudah satu channel. Kalo kata orang jodoh namanya. Ini seperti saya dengan Ayana yang sudah satu frekuensi, sama-sama mau. Saya mau sama dia sementara dia mau muntah. Hmm.. cuma beda di obyek aja. ?

Sigit melakukan vibrasi dalam pikiran artinya dia melepaskan pikiran-pikiran dalam dirinya perihal emas. Emas itu simpanan bernilai tinggi dengan risiko rendah. Jika ini dilakukan rutin dan terus menerus pasti ada yang menangkap pesan ini. Buktinya saya sampai harus bolak balik buka FP-nya. Paham ya.. ini uda melebar kemana-mana nih materinya sampai si eneng yang biasa muncul di akhir cerita jadi nongol di depan. O… gapapa, mungkin dia kangen ama saya (ini vibrasi lho…?)

Inti cerita diatas begini : jika Teguh dan Sigit bayar upeti ke pemerintah wakanda yang tak pernah memperhatikan rakyatnya, yang membiarkan rakyatnya sendirian menghadapi wabah virus, yang nyuruh rakyatnya isolasi mandiri jika kena virus. Jika mereka bayar upeti dengan alasan kewajiban sebagai warga negara maka mereka tidak tau pelajaran dari kisah Khidr.

Ada satu pelajaran dari perjalanan Musa dengan Khidr. Peristiwa ini sudah lama terjadi tapi diceritakan oleh Al Quran untuk kita yang hidup di akhir jaman karena kita pasti akan mengalaminya.

Ada satu kerajaan yang dipimpin oleh raja yang zhalim. Sedemikian zhalimnya sang raja selalu mengambil perahu milik rakyatnya termasuk milik orang miskin. Kalo orang kaya ditarikin pajak kita bisa paham, ini orang uda miskin masih dipajakkin. Vangke bener… darah orang miskin yang sedikit masih diisep juga. Ini akibat kerajaan salah kelola, yang ada di otaknya raja hanya hutang, hutang, ups salah… maksudnya pajak, pajak, dan pajak. Kebobrokan inilah yang diungkap oleh nabi Khidr

Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. (Al Kahfi : 79)

Situasi kerajaan yang sudah kolaps sampai kas kerajaan minus seperti itu maka kita jangan ikut-ikutan kolaps. Jangan biarkan hasil jerih payah kita diambil secara paksa oleh pemerintahan zhalim. Coz kerajaan tidak akan peduli dengan dapur orang miskin yang sudah tidak ngebul selama 1 pekan, tidak peduli dengan kematian rakyatnya apalagi kesehatannya. Kerajaan uda salah urus, adipati yang ngurus dalam negeri ngomong soal lockdown sementara adipati yang urus kesehatan ngomong berdoa. Patih yang urus intel ngomong bulan puasa sementara adipati yang urus kepercayaan negara sibuk gak jelas. ?‍♂

Hidup pada kerajaan seperti itu harus pandai bersiasat sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Khidr.

Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?” Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar. (Al Kahfi : 71)

Kalo gak dilobangi itu perahu bakal disita kerajaan. Kalo disita hingga orang miskin tak punya penghasilan dan tak bisa makan, apa para adipati itu peduli ?
Kan bisa cari kerja lain? Hei wedhus… loe kira pekerjaan dayung perahu itu cita-cita semua orang. Itu pekerjaan terakhir ketika semua lowongan kerja tertutup baginya. Ini sama aja ama pekerjaan ojol. Tak ada satupun anak SMA termasuk lulusan SMA ecek-ecek yang bercita-cita jadi driver ojol.

Hidup pada masa kerajaan zhalim seperti ini harus memikirkan diri sendiri coz raja dan para punggawanya sudah tak lagi memikirkan nasib rakyat. Agar survive maka harus bersiasat. Dengan siasat di satu sisi tidak dicap radikal dan di sisi lain tidak kena kezhaliman mereka.

Agus paham kan maksud saya? saya tanya dulu yang paling lempeng pikirannya, kalo dia paham maka yang ‘bengkok2’ seperti Iqbal pasti paham. Ada lagi yang mbulet kayak Zikri, saya nulis satu kalimat aja dia bisa menerka kemana arah pembicaraannya. Ini tipe pejabat cerdas tau maksud rakyatnya tanpa perlu diomongin. Mirip pejabat jaman Soeharto.

Jadi ada cerita begini, dulu saat harga cabe melonjak, ibu Tien protes ke Pak Harto, “Cabe kan bisa ditanam di pekarangan, qo harganya bisa mahal”. Pak Harto panggil menteri perindustrian dan perdagangan (dulu masih digabung) ke istana negara, gak ngomong apa-apa tapi di meja Pak Harto ada pot tanaman cabe. Pak menteri langsung undur diri seraya paham apa maksud pemanggilan dirinya.

Saya juga pengen begitu, satu waktu materi ini tidak berupa tulisan. Cukup saya posting foto Ayana maka kalian sudah tau apa maksudnya… ?
Uda ah… si eneng uda 2 kali muncul, besok lanjut lagi ceritanya.

Oh iya… kisah diatas hanya rekaan belaka tapi kalo nama Sigit Nugroho yang sedang merintis bisnis catering dan Teguh Pranoto yang menapaki bisnis logam mulia itu benar adanya. Yang ada di Jogja bisa pesan catering ke Sigit dan yang mau beli LM bisa japri Teguh sambil doakan agar usaha mereka sukses. ??

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: