Keep Husnudzon

Keep Husnudzon
Ilustrasi foto: Semangat Subuh
Bagikan

Keep Husnudzon

Oleh: Ustadz Hanan Attaki

Gak semua orang yang memposting kebaikan itu Riya’.

Riya’ itu urusan hati, dan kita tidak tahu isi hati orang, yang tahu cuma Allah ﷻ.

Jika ada seseorang memposting kegiatannya yang sedang tahajjud bersama, itikaf, taklim, atau tilawah Al-Qur’an di* *sebuah masjid, maka kita tidak boleh langsung meng-klaim isi hatinya.

Karena yang mengetahui isi hati seseorang hanya Allah ﷻ.

Kewajiban kita terhadap apa yang tersembunyi adalah husnudzon. Kewajiban kita terhadap apa yang tampak adalah memperbaikinya kalau dia salah.

Sering kali seseorang berkomentar sembarangan di media sosial.

Dia bilang: “masa ibadah di pamerkan!!”
Kenapa gak husnudzon aja, belum tentu dia pamer, siapa tahu dia syi’ar.

Bukankah betapa banyak orang yang jadi semangat tilawah karena melihat postingan orang lain sedang tilawah Al-Qur’an?

Jadi jangan terburu-buru menilai buruk sesuatu yang tidak tampak. “Gak pasti dia niatnya syi’ar”.

Tidakkah lebih baik jika dia tidak menegur di kolom komentar yang sifatnya publikasi?,

Bukankah Rasulullah ﷺ jika menegur seseorang secara langsung di belakang orang lain, bukan di depan orang lain.
Agar orang itu tidak malu dan tersinggung?

Apalagi hal yang belum tentu menurut kita benar, berarti kita sudah memfitnah, komentar kita jadi fitnah, dan fitnah menggugurkan amalan-amalan kita atau mentransfer dosa orang lain untuk kita.


Sok Alim, Sok Bijak

Kadang orang yang rajin berdakwah dan menasehati orang lain diejek sebagai orang yang sok alim,,sok ustadz/ah.

Kadang orang yang suka menulis atau membuat video kebaikan dan dakwah di medsos di bully sebagai orang yang sok bijak,,sok benar dan sok pinter.

Maka katakanlah :
“Lebih baik menjadi orang yang sok alim, sok ustadz/ustadzah dan sok bijak daripada menjadi orang yang sok cuek, sok tak peduli dan gampangan terhadap maksiat”.

Orang yang sok alim dan sok bijak sedang belajar menjadi orang yang baik dan rajin memperbaiki diri…
Kelak in syaa Allah mereka akan menjadi orang yang baik dalam artian sesungguhnya.

Sebaliknya orang yang sok cuek dan tak peduli serta gampangan terhadap fenomena kemaksiatan sedang “belajar” menjadi orang yang malas berbuat baik dan memperbaiki diri…
Kelak mereka akan menjadi orang yang meremehkan dosa dan susah menjadi orang baik.

INGATLAH…
Kita adalah apa yang kita pelajari dan biasakan.

” Jangan menunggu jadi orang baik dulu untuk berbuat baik,, tapi berbuat baiklah untuk sesegera mungkin jadi orang baik yang terbiasa dengan kebaikan “.

-Mutiara Hikmah-

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: