As Sajdah dan Al Mulk, Dua Surat yang Menjadi Pelita Malam Bagi Seorang Muslim

As Sajdah dan Al Mulk, Dua Surat yang Menjadi Pelita Malam Bagi Seorang Muslim
Ilustrasi foto: bincangsyariah.com
Bagikan

As Sajdah dan Al Mulk, Dua Surat yang Menjadi Pelita Malam Bagi Seorang Muslim

Ada 114 surat dalam Al-Quran. Semuanya istimewa. Semuanya luar biasa. Dan, semuanya memiliki keutamaan yang saling melengkapi antara satu sama lain. Dari semua surat tersebut, ada sejumlah surat yang lekat dengan keseharian seorang Muslim.

Dua di antaranya adalah surat As-Sajdah dan Al-Mulk. Kedua surat ini lebih dikenal dari kebanyakan surat lainnya, salah satu penyebabnya adalah karena Rasulullah ﷺ mendawamkan untuk membacanya, terutama pada malam hari.

Surat As Sajdah

As-Sajdah adalah surat ke-32 dalam urutan mushaf. Surat yang turun di Mekkah ini memiliki 30 ayat dan berada pada Juz ke-21. Dia dinamakan As-Sajdah karena menjadi satu-satunya surat yang dimulai dengan Alif Lâm Mîm yang mengandung ayat sajdah.

Apa saja keutamaan dari surat ini? Rasulullah ﷺ menyebutkan sejumlah keutamaan surat As-Sajdah.

  1. Rasulullah ﷺ membacanya pada shalat Subuh pada hari Jumat.

Dari Abu Hurairah ra. disebutkan bahwa, “Rasulullah ﷺ menunaikan shalat Subuh pada hari Jumat dengan membaca alif lâm mîm tanzîl (surat As-Sajdah) dan hal atâ ‘alal insâni hînum minad-dahri (surat Al-Insân).” (HR Al-Bukhari)

  1. Rasulullah ﷺ biasa membacanya sebelum tidur.

Sahabat Jabir bin Abdullah ra. berkata bahwa Nabi ﷺ tidak akan tidur sehingga beliau membaca alif lâm mîm tanzîl (surat As-Sajdah) dan tabâraka (surat Al-Mulk). (HR At-Tirmidzi, Ahmad, dan Ad-Darimi)

  1. As-Sajdah dibaca pada shalat malam untuk mempermudah hafalan Al-Quran.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib mengeluhkan kualitas hafalannya kepada Rasulullah ﷺ. Dia pun meminta doa kepada Nabi ﷺ agar dimudahkan dalam menghafal.

Maka, Rasulullah ﷺ memberikan tips, yaitu menyuruh Ali untuk menunaikan qiyamullail empat rakaat pada malam Jumat. Pada rakaat pertama, Ali disuruh untuk membaca Al-Fatihah dan surat Yasin.

Pada rakaat kedua membaca Al-Fatihah dan Ad-Dukhan. Pada rakaat ketiga membaca Al-Fatihah dan surat As-Sajdah. Dan, pada rakaat keempat membaca Al-Fatihah dan surat Al-Mulk.

Setelah itu, Ali diperintahkan untuk memperbanyak tahmid dan aneka pujian kepada Allah, bershalawat, memohonkan ampunan untuk kaum Muslim, dan ditutup berdoa dengan doa khusus yang saat itu diajarkan kepadanya. (HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Surat Al Mulk

Surat pembuka juz ke-29 ini berada pada urutan ke-67 dalam mushaf. Jumlah ayatnya adalah 30 dan termasuk surat Makkiyah. Selain Al-Mulk, surat ini memiliki dua nama lain, yaitu Tabaraka dan Al-Mani’ah atau Al-Munjiah.

Ada banyak keistimewaan surat Al-Mulk, empat di antaranya adalah:

  1. Al-Mulk termasuk salah satu surat favorit Rasulullah ﷺ.

Nabi ﷺ selalu membacanya pada malam hari, khususnya sebelum tidur. Dan, beliau sangat menganjurkan kita untuk pula mendawamkannya.

“Sungguh, aku ingin sekali agar surat ini berada dalam hati setiap orang dari umatku,” demikian sabda beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. (HR Ath-Thabrani dan Al-Humaid)

  1. Al-Mulk akan memberi syafaat kepada para pembacanya.

Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya, ada satu surat dalam Al-Quran, yang terdiri dari 30 ayat, yang akan memberikan syafaat kepada pemiliknya (orang yang menjaganya) sehingga diampuni (dosa-dosanya), yaitu surat Al-Mulk.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)

  1. Al-Mulk adalah perisai dari azab kubur bagi para pembacanya.

Nabi ﷺ bersabda, “… Itulah surat (yang berfaedah sebagai) penghalang sekaligus penyelamat dari siksa kubur.” (HR At-Tirmidzi dan ATh-Thabrani)

  1. Al-Mulk akan menghantarkan para pembacanya ke pintu surga.

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Ada satu surat dalam Al-Quran yang hanya terdiri dari 30 ayat. Surat ini akan membela orang yang mengamalkannya sehingga memasukannya ke surga. Dia adalah surat Tabârak.” (HR Ath-Thabrani)

???? … Disarikan dari Fushûl fî Thibb Ar-Rasûl (Terjemah: Terapi Baca Al-Quran), karya Dr. Jamal Elzaky dan Tadabur Al-Quran, karya Syeikh Adil Muhammad Khalil.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: